Pintuberita.com — Portal Berita Bandung Raya & Jawa Barat

PMI Cianjur Gencarkan Donor Darah Massal Atasi Krisis Stok Darah

Jabar · Oleh Nayla Putri ·

PMI Cianjur gencarkan donor darah masal dan sosialisasi rutin untuk mengatasi krisis stok darah yang membuat kebutuhan harian pasien rumah sakit tidak tercukupi.

PMI Cianjur Gencarkan Donor Darah Massal Atasi Krisis Stok Darah

Unit Transfusi Darah Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, sedang menggencarkan berbagai kegiatan donor darah untuk mengatasi krisis stok darah yang berlangsung selama dua bulan terakhir. Kepala UTD PMI Cianjur Susilawati mengatakan situasi semakin parah pekan ini, dengan kebutuhan harian darah pasien tidak tercukupi sama sekali.

Kondisi Stok Darah Saat Ini di Cianjur

Menurut Susilawati, setiap bulan rumah sakit di Cianjur membutuhkan sekitar 2.000 hingga 3.000 labu darah untuk berbagai golongan darah, dengan kebutuhan harian sekitar 100 labu. Saat ini, hanya sekitar 20 labu darah yang tersedia setiap hari, dengan setiap golongan darah A, B, AB, dan O stoknya di bawah 10 labu.

Kondisi ini membuat kebutuhan darah untuk pasien khususnya penderita thalasemia tidak dapat terpenuhi. Dia menambahkan bahwa penderita thalasemia membutuhkan sekitar 600 labu darah setiap bulan untuk menjalani transfusi rutin.

Penyebab Krisis Stok Darah di Cianjur

PMI Cianjur mengidentifikasi beberapa faktor yang menyebabkan penurunan stok darah, antara lain:

Saat ini, PMI Cianjur hanya dapat mengandalkan donor pengganti dari keluarga pasien untuk memenuhi kebutuhan darah harian. Pihaknya juga telah mengarahkan petugas di rumah sakit untuk membantu keluarga pasien menemukan calon pendonor agar stok darah tetap tercukupi.

Langkah Penyelesaian yang Digunakan PMI Cianjur

Untuk mengatasi krisis ini, PMI Cianjur akan terus menggencarkan kegiatan donor darah baik di dalam gedung maupun donor darah masal di luar kota. Kegiatan ini termasuk dalam rangka perayaan Hari Donor Darah Sedunia yang jatuh pada bulan Juni.

Selain itu, pihaknya juga terus melakukan sosialisasi pentingnya donor darah secara rutin ke berbagai kalangan masyarakat, termasuk kepada pemerintah daerah. Susilawati mengharapkan agar setiap dinas di daerah ini dapat merutinkan kegiatan donor darah setiap dua bulan untuk membantu menambah stok darah di Cianjur.

Ajakan Bersama untuk Menyelamatkan Nyawa

"Satu tetes darah dapat menyelamatkan nyawa sesama, dan ini harus menjadi tanggungjawab bersama dengan rutin donor darah, jangan sampai ketika membutuhkan baru terasa pentingnya donor darah," kata Susilawati.

Dia menekankan bahwa donor darah bukan hanya tanggung jawab PMI, melainkan juga tanggung jawab seluruh masyarakat. Dengan melakukan donor darah secara rutin, masyarakat dapat membantu mencegah terjadinya krisis stok darah di wilayah Cianjur dan menyelamatkan nyawa pasien yang membutuhkan.