Pintuberita.com — Portal Berita Bandung Raya & Jawa Barat

Pilkades Digital Karawang: DPRD Jabar Ungkap Masalah Tablet & Aksesibilitas Terkini

Bandung · Oleh Nayla Putri · · Diperbarui 2 Maret 2026

Pilkades digital Karawang terkendala tablet kecil & aksesibilitas. DPRD Jabar soroti kendala teknis ini, tantangan pemindaian, dan masalah visual layar.

Pilkades Digital Karawang: DPRD Jabar Ungkap Masalah Tablet & Aksesibilitas Terkini

Kendala Teknis Layar Tablet Bayangi Pilkades Digital di Karawang: Sorotan DPRD Jabar

Bandung – Implementasi Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) secara digital di Kabupaten Karawang menuai sorotan Komisi I DPRD Provinsi Jawa Barat. Meski berjalan kondusif, sejumlah catatan kritis muncul terkait kendala teknis perangkat dan aksesibilitas bagi pemilih rentan.

Ukuran Perangkat dan Aksesibilitas Jadi Persoalan

Anggota Komisi I DPRD Jabar, Sri Rahayu Agustina, mengungkapkan, setelah meninjau lokasi pemungutan suara di Desa Jatisari dan Cikampek Utama pada Minggu (28/12), pihaknya menemukan beberapa kendala signifikan.

"Alhamdulillah pelaksanaannya kondusif, tapi memang ada beberapa kendala," ujar Sri Rahayu dalam keterangan resminya di Bandung, Senin. "Pertama, perangkat tablet yang digunakan terlalu kecil sehingga proses pemindaian (scan) jadi agak sulit."

Selain dimensi perangkat, masalah visual pada layar juga menjadi perhatian. Di lokasi tertutup dengan pencahayaan minim, tampilan huruf yang terlalu kecil pada layar menyulitkan warga, khususnya di Desa Jatisari. Kondisi ini berdampak langsung pada kemudahan akses bagi kelompok rentan seperti lansia dan penyandang disabilitas.

"Beberapa lansia kesulitan untuk mengklik layar, kan paling penting juga adalah memperhatikan akses bagi pemilih disabilitas," tegas legislator dari daerah pemilihan Karawang dan Purwakarta tersebut. "Sosialisasi tentang ini harus lebih diperkuat."

Antusiasme Tinggi, Pilkades Digital Target Barometer Nasional

Meskipun dihadapkan pada catatan teknis, antusiasme warga Karawang terhadap transformasi digital di tingkat desa ini terbilang sangat tinggi. Di Desa Cikampek Utama, tingkat partisipasi warga bahkan telah menembus angka 70 persen sebelum pukul 12.00 siang.

Sri Rahayu optimistis bahwa Pilkades digital di Karawang, yang mencakup sembilan desa, akan menjadi barometer penting bagi rencana perluasan sistem serupa di masa mendatang. "Tahun 2026 nanti, akan ada sekitar 67 desa lagi yang akan melaksanakan Pilkades secara digital," katanya.

Kunjungan lapangan Komisi I DPRD Jabar ini turut didampingi jajaran pemerintah daerah, termasuk Bupati Karawang. Evaluasi menyeluruh ini bertujuan untuk memastikan sistem pemilihan elektronik ke depan akan lebih inklusif, transparan, dan ramah terhadap seluruh lapisan masyarakat.

Pelajari lebih lanjut tentang perkembangan Pilkades digital di Karawang