Pesta Pernikahan Purwakarta Berakhir Tragis, Tuan Rumah Dianiaya Preman
Tragedi pesta pernikahan di Purwakarta membuat tuan rumah Dadang (58) meninggal akibat dianiaya preman kampung. Polisi sedang menyelidiki kasus dan jenazah akan dilakukan autopsi di Bandung.

Sebuah pesta pernikahan yang seharusnya menjadi momen bahagia bagi keluarga di Desa Kertamukti, Kecamatan Campaka, Kabupaten Purwakarta, berubah menjadi tragedi memilukan pada Sabtu (4/4). Tuan rumah hajatan, Dadang (58), meninggal dunia akibat penganiayaan sekelompok pria yang dikenal sebagai preman kampung di lokasi pesta.
Kronologi Lengkap Tragedi
Kejadian bermula ketika sekitar 10 orang pemuda dalam kondisi mabok mendatangi tempat pesta pernikahan putri Dadang. Para pemuda tersebut langsung meminta jatah uang kepada korban, yang awalnya menuruti permintaan dengan memberikan Rp100.000. Namun, tidak berselang lama, para pelaku kembali datang dengan permintaan uang yang lebih besar, sebesar Rp500.000.
Permintaan kedua ini ditolak tegas oleh Dadang, yang merasa bahwa uang yang diminta terlalu tinggi dan tidak wajar untuk sebuah hajatan pernikahan sederhana. Tak lama setelah penolakan, tiga orang di antara para pelaku mengikuti Dadang ke area belakang tempat pesta dan melakukan pemukulan dengan menggunakan potongan bambu. Serangan itu mengenai punggung dan kepala Dadang, membuatnya pingsan tak sadarkan diri.
Setelah serangan, para pelaku meninggalkan lokasi dengan cepat. Warga sekitar yang melihat kejadian segera menghubungi petugas medis dan polisi. Jenazah Dadang awalnya dibawa ke Rumah Sakit Bayu Asih Purwakarta untuk dilakukan visum, sebelum rencana dibawa ke Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Bandung pada Minggu pagi untuk melakukan autopsi lebih lanjut.
Tanggapan Kepolisian
Kasie Humas Polres Purwakarta, AKP Enjang Sukandi, membenarkan peristiwa keributan yang berujung tragedi di lokasi pesta pernikahan tersebut. Dia menyatakan bahwa polisi saat ini sedang mendalami kasus ini secara serius untuk mengungkap penyebab pasti kejadian dan mengidentifikasi semua pelaku yang terlibat.
Dalam pernyataannya, AKP Enjang menambahkan:
"Do'akan saja semoga para pelakunya cepat tertangkap karena polisi telah mengantongi indentitasnya"
Dia juga mengimbau masyarakat untuk tidak menyebarkan informasi yang tidak terverifikasi terkait kasus ini, dan menghubungi polisi jika ada informasi tambahan yang dapat membantu penyelidikan.
Fakta Penting Tragedi Ini
Untuk memudahkan pemahaman, berikut adalah beberapa fakta penting terkait tragedi ini:
- Kejadian terjadi pada Sabtu (4/4) di Kampung Cikumpay PTPN, Desa Kertamukti, Kecamatan Campaka, Purwakarta
- Tuan rumah korban adalah Dadang, berusia 58 tahun, yang sedang menikahkan putrinya
- Sekelompok sekitar 10 orang pemuda dalam kondisi mabok terlibat dalam serangan
- Para pelaku meminta uang dua kali, dengan jumlah pertama Rp100.000 dan kedua Rp500.000
- Korban ditolak permintaan kedua, lalu diserang dengan potongan bambu
- Korban meninggal dunia akibat luka yang diterima selama serangan
- Jenazah korban akan dilakukan autopsi di RSHS Bandung untuk menyelidiki penyebab pasti kematian
- Polisi telah mengidentifikasi para pelaku dan sedang meneliti kasus ini secara intensif
Reaksi Masyarakat Sekitar
Warga setempat mengakui bahwa para pelaku yang terlibat dalam serangan dikenal sebagai preman kampung yang kerap meresahkan lingkungan sekitar. Mereka mengeluhkan bahwa kelompok tersebut telah melakukan berbagai macam kejahatan, seperti pemerasan dan pencurian, selama beberapa waktu terakhir.
Peristiwa ini meninggalkan trauma mendalam bagi keluarga korban serta masyarakat yang menyaksikan langsung kejadian tragis tersebut. Beberapa warga juga menyatakan bahwa mereka khawatir akan keamanan di lingkungan mereka, dan berharap agar polisi dapat menangkap para pelaku secepatnya untuk menegakkan keadilan.