Pintuberita.com — Portal Berita Bandung Raya & Jawa Barat

PersSebagaiPilarKeempatDemokrasiPengajianRutindiDepokSorotiTantanganMediaEraBANI

Jabar · Oleh Tasya Oktaviani ·

MT Balai Wartawan Kota Depok gelar pengajian rutin soroti peran pers sebagai pilar keempat demokrasi dan tantangan media di era BANI.

PersSebagaiPilarKeempatDemokrasiPengajianRutindiDepokSorotiTantanganMediaEraBANI

Pers sebagai Pilar Keempat Demokrasi dalam Pengajian Rutin di Depok

DEPOK — Majelis Taklim (MT) Balai Wartawan Kota Depok membuktikan bahwa kolaborasi antara nilai spiritual dan profesionalisme bisa berjalan berdampingan. Pada Kamis, 23 Juli 2026, komunitas ini menggelar pengajian bulanan dengan tema "Bangun Kebersamaan, Raih Keberkahan" di Balai Wartawan Kota Depok.

Acara ini dihadiri berbagai tokoh penting, termasuk Ketua MT Balai Wartawan Kota Depok Adie Rakasiwi, Penyuluh Agama Islam KUA Pancoran Mas Ustadz Dedi Samsul Bahri, serta Kepala Bidang Riset dan Inovasi Bapperida Kota Depok Fathir Fajar Sidiq, Ph.D.

Peran Strategis Pers di Era Ketidakpastian

Dalam paparannya, Fathir Fajar Sidiq menegaskan bahwa pers memiliki posisi strategis sebagai pilar keempat demokrasi, setara dengan executive, legislatif, dan yudikatif.

"Pers harus tetap ramah, solid, profesional, dan menjaga netralitas. Senjata wartawan adalah lensa, pena, dan video. Melalui karya jurnalistik yang berkualitas, pers mampu memberikan pengaruh besar dalam membangun peradaban dan mengubah cara pandang masyarakat,"ujarnya.

Fathir menyoroti tantangan dunia saat ini yang dikenal dengan konsep BANI (Brittle, Anxious, Nonlinear, Incomprehensible). Kondisi global yang penuh ketidakpastian dan perubahan cepat ini menuntut media tanggung jawab besar dalam menghadirkan informasi yang akurat, edukatif, dan mencerahkan.

Kolaborasi Lintas Komunitas untuk Memperkuat Ukhuwah

Selain tradisi pengajian rutin, MT Balai Wartawan Kota Depok aktif mengadakan berbagai kegiatan yang memadukan nilai spiritual dengan kebersamaan. Salah satunya adalah program Camping Drone atau Tadabur Alam yang dilaksanakan di kawasan Cibodas.

Yang membedakan kegiatan ini adalah pendekatan kolaboratif. Kegiatan tersebut tidak hanya diikuti anggota MT Balai Wartawan Kota Depok, tetapi juga melibatkan komunitas mural Kota Depok serta DPD Forkabi Kota Depok sebagai bentuk sinergi lintas komunitas.

Perhatian pada Isu Keluarga dan Pendidikan

Ustadz Dedi Samsul Bahri mengangkat berbagai persoalan sosial yang kini marak terjadi di masyarakat. Mulai dari meningkatnya angka perceraian hingga menurunnya pengawasan orang tua terhadap anak, ia mengingatkan pentingnya peran keluarga dalam membina akhlak generasi muda.

"Fenomena remaja yang masih berkeliaran hingga larut malam, berpakaian tidak pantas, hingga perilaku yang menyimpang dari norma menjadi perhatian bersama yang harus disikapi dengan pembinaan dan pengawasan orang tua,"tegasnya.

Ustadz Dedi mengajak masyarakat untuk terus memperkuat pendidikan agama melalui majelis taklim sebagai benteng moral di tengah derasnya arus perubahan zaman.

Progam Pendidikan dan Beasiswa di Depok

Fathir Fajar Sidiq turut menyampaikan perkembangan sektor pendidikan di Kota Depok. Pemerintah Kota Depok terus mengawal program pendidikan, termasuk keberadaan puluhan sekolah dalam program RSSG (Rintisan Sekolah Standar Genzi).

Masyarakat diimbau tidak perlu khawatir apabila tidak diterima di sekolah negeri karena masih tersedia sekolah swasta yang dapat diakses secara gratis melalui program pemerintah.

Selain itu, program Beasiswa Manusia Unggulan (MAUNG) masih dalam proses administrasi dengan target kuota sekitar 200 penerima dari keluarga kategori desil 1 hingga 5.

Agenda Mendatang dan Harapan

Ke depan, MT Balai Wartawan Kota Depok telah menyiapkan sejumlah agenda sosial dan keagamaan, meliputi:

Rangkaian kegiatan pengajian berlangsung dalam suasana penuh keakraban dan kekeluargaan. Acara ditutup dengan doa bersama yang dipimpin Ustadz Syahruddin El Fikri, sebagai harapan agar komunitas ini terus menjadi wadah yang mempererat ukhuwah, memperkuat nilai keislaman, serta memberikan kontribusi positif bagi masyarakat dan dunia jurnalistik.

Kegiatan ini membuktikan bahwa majelis taklim di lingkungan pers memiliki peran penting tidak hanya dalam penguatan spiritual, tetapi juga dalam membahas isu-isu sosial kontemporer yang relevan dengan tantangan zaman.