Pintuberita.com — Portal Berita Bandung Raya & Jawa Barat

Persib Bandung Terkena Sanksi Larangan Pendaftaran Pemain Baru FIFA

Bandung · Oleh Salsa Maharani ·

Persib Bandung mendapat sanksi larangan pendaftaran pemain baru dari FIFA terkait penyelesaian kontrak mantan pemain Daisuke Sato, menghambat persiapan musim kompetisi baru termasuk AFC Champions League 2 2026/2027.

Persib Bandung Terkena Sanksi Larangan Pendaftaran Pemain Baru FIFA

Kabar Sanksi Resmi FIFA untuk Persib Bandung

Persib Bandung, klub sepak bola juara bertahan Liga 1 Indonesia 2025/2026, mendapat kabar kurang sedap baru-baru ini. Federasi Sepak Bola Dunia (FIFA) resmi memasukkan nama klub berjuluk Maung Bandung ke dalam daftar klub yang dikenakan larangan pendaftaran pemain baru. Kabar ini diumumkan melalui laman resmi FIFA Registration Bans pada Sabtu (30/5/2026).

Sanksi untuk Persib mulai berlaku sejak 29 Mei 2026 dan tercatat sebagai "until lifted", yang artinya berlaku hingga sanksi tersebut dicabut secara resmi oleh FIFA setelah klub memenuhi seluruh kewajibannya.

Dasar Hukuman yang Dikenakan

Manajemen PT Persib Bandung Bermartabat (PBB) segera memberikan klarifikasi terkait situasi ini. Deputy CEO PT PBB, Adhitia Putra Herawan, menyatakan bahwa sanksi ini berasal dari satu perkara spesifik di masa lalu, yaitu penyelesaian terminasi kontrak mantan pemain Persib, Daisuke Sato, pada tahun 2023.

Perkara ini sebelumnya telah melalui proses arbitrase di Court of Arbitration for Sport (CAS). Meskipun putusan CAS memberikan pengurangan nilai kompensasi dari tuntutan awal pemain, Persib tetap diwajibkan menyelesaikan pembayaran administratif yang kemudian menjadi dasar munculnya sanksi dari FIFA.

"Perlu kami jelaskan bahwa keputusan tersebut berasal dari satu perkara spesifik yang berkaitan dengan penyelesaian terminasi kontrak mantan pemain Persib, Daisuke Sato, pada tahun 2023," ujar Adhitia dalam keterangan resminya.

Dampak Sanksi bagi Persib Bandung

Sanksi ini menjadi tantangan berat bagi Persib yang tengah bersiap menghadapi musim kompetisi baru. Selain mempertahankan gelar juara di Liga 1 Indonesia, klub ini juga akan berkompetisi di level Asia, yaitu AFC Champions League 2 2026/2027.

Selama status sanksi belum dicabut, Persib dilarang mendaftarkan pemain anyar ke dalam skuad resmi mereka. Hal ini tentu menghambat upaya manajemen untuk menyempurnakan skuad menghadapi kompetisi lokal dan internasional mendatang.

Langkah yang Dilakukan Manajemen Persib

Manajemen Persib menegaskan bahwa mereka saat ini sedang dalam proses merampungkan seluruh kewajiban finansial dan administratif yang diperlukan. Adhitia juga menambahkan bahwa klub senantiasa berupaya memenuhi seluruh kewajiban kontraktual dan menjalankan setiap proses sesuai regulasi yang berlaku.

"Persib senantiasa berupaya memenuhi seluruh kewajiban kontraktual dan menjalankan setiap proses sesuai regulasi yang berlaku," tambah Adhitia.

Klub Indonesia Lain yang Terkena Sanksi FIFA

Persib Bandung kini menjadi klub Indonesia kedelapan yang masuk dalam daftar hitam FIFA tersebut. Sebelumnya, beberapa klub lain seperti PSM Makassar, PSBS Biak, dan PSIS Semarang juga sempat atau sedang mengalami sanksi serupa.

Sanksi serupa yang dikenakan pada klub-klub Indonesia sebelumnya umumnya terkait dengan kewajiban finansial yang belum terselesaikan kepada pemain atau pihak ketiga. Sebagian besar klub berhasil menyelesaikan kewajiban mereka dan sanksi dicabut setelah beberapa waktu.

Saat ini, Persib dan manajemen terus berkoordinasi dengan pihak terkait, termasuk FIFA dan Court of Arbitration for Sport, untuk menyelesaikan kewajiban yang diperlukan agar sanksi ini segera dicabut. Klub berharap dapat segera kembali mendaftarkan pemain baru dan melanjutkan persiapan menghadapi kompetisi mendatang tanpa hambatan.