Pintuberita.com — Portal Berita Bandung Raya & Jawa Barat

Persib Bandung Dihukum AFC: Denda, Dua Laga Tanpa Penonton dan Probasi

Bandung · Oleh Salsa Maharani ·

AFC menjatuhkan sanksi berat bagi Persib Bandung berupa denda, dua laga tanpa penonton, dan probasi akibat kerusuhan suporter saat laga ACL 2 melawan Ratchaburi FC

Persib Bandung Dihukum AFC: Denda, Dua Laga Tanpa Penonton dan Probasi

Persib Bandung Dihukum AFC: Rincian Lengkap Sanksi yang Diberlakukan

Pada Rabu, 13 Mei 2026, Konfederasi Sepak Bola Asia (AFC) mengumumkan sanksi resmi bagi Persib Bandung akibat kerusuhan yang pecah selama laga leg kedua babak 16 besar Liga Champions Asia (ACL) 2 melawan wakil Thailand, Ratchaburi FC. Pertandingan tersebut berlangsung di Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA) pertengahan Februari lalu, dan kerusuhan yang dipicu oleh oknum suporter Persib menyebabkan gangguan serius pada jalannya pertandingan.

Dalam rilis resmi yang diterbitkan pada hari yang sama, AFC menyatakan bahwa tim berjuluk Maung Bandung telah melanggar beberapa regulasi inti organisasi, yang mengakibatkan sanksi yang cukup berat bagi klub. Sanksi ini bukan hanya berdampak pada keuangan klub, tetapi juga pada kemampuan Persib untuk menerima dukungan suporter langsung dalam beberapa pertandingan mendatang.


Latar Belakang Kerusuhan Selama Laga ACL 2

Pertandingan antara Persib Bandung dan Ratchaburi FC merupakan laga krusial untuk fase babak 16 besar ACL 2, di mana kedua tim berlomba untuk memenangkan tiket ke babak selanjutnya. Namun, setelah pertandingan berakhir, sekelompok suporter Persib melakukan kerusuhan yang melibatkan perusakan fasilitas stadion dan konfrontasi dengan petugas keamanan.

Kerusuhan ini tidak hanya mengganggu ketertiban di sekitar stadion, tetapi juga menyebabkan kerugian material yang signifikan. Menurut laporan awal, beberapa area stadion dan peralatan pertandingan rusak parah, yang memicu respons tegas dari AFC terhadap masalah keamanan dan disiplin suporter.


Rincian Sanksi AFC Bagi Persib Bandung

Berdasarkan keputusan AFC, sanksi yang harus dijalani oleh Persib Bandung terbagi menjadi tiga poin utama:

AFC juga menyatakan bahwa Persib Bandung terbukti melanggar Pasal 64 dan 65 Regulasi Komite Disiplin dan Etik AFC, serta Pasal 35 Regulasi Keselamatan dan Keamanan AFC, yang semua berkaitan dengan perilaku suporter dan tanggung jawab manajemen klub dalam menjaga ketertiban.


Dampak Sanksi bagi Persib Bandung dan Bobotoh

Sanksi ini merupakan pukulan telak bagi Persib Bandung yang sedang berupaya membangun reputasi di kancah sepak bola Asia. Kehilangan dukungan langsung dari Bobotoh, suporter setia yang biasanya menambah atmosfer panas di stadion, akan memengaruhi performa pemain dan mentalitas mereka selama pertandingan.

Selain itu, denda finansial yang besar juga akan membebani anggaran klub, terutama saat Persib sedang berinvestasi dalam transfer pemain dan pengembangan fasilitas latihan. Manajemen klub juga dihadapkan pada tugas serius untuk memperbaiki hubungan dengan suporter dan memastikan bahwa kerusuhan serupa tidak terulang di masa depan.

Beberapa ahli sepak bola lokal mengungkapkan bahwa sanksi ini juga menjadi peringatan bagi semua klub sepak bola di Indonesia tentang pentingnya menjaga disiplin suporter dan memenuhi kewajiban sesuai regulasi AFC. "Ini adalah pelajaran berharga bahwa klub tidak hanya bertanggung jawab atas performa di lapangan, tetapi juga atas perilaku suporter mereka," kata salah satu ahli yang tidak ingin namanya diungkapkan.


Tanggapan dan Langkah Selanjutnya

Sampai artikel ini ditulis, manajemen Persib Bandung belum mengeluarkan pernyataan resmi terkait keputusan AFC. Namun, ekspektasi tinggi bahwa klub akan segera mengambil langkah-langkah untuk menanggapi sanksi ini, termasuk mengadakan rapat dengan komite disiplin suporter dan memperkenalkan program edukasi untuk suporter tentang pentingnya menjaga ketertiban selama pertandingan.

Para penggemar Persib juga diharapkan akan menerima sanksi ini dengan lapang dada dan berperan aktif dalam menjaga ketertiban selama pertandingan mendatang. Dengan kerja sama antara manajemen klub, suporter, dan petugas keamanan, diharapkan Persib Bandung dapat memperbaiki citra mereka dan menghindari sanksi serupa di masa depan.