Peringati Hari Kanker, BCS Hadirkan Dokter Edukasi Penyintas dan Pendamping
Bandung Cancer Society (BCS) menggelar seminar kesehatan peringati Hari Kanker di Bandung, menghadirkan dokter spesialis untuk edukasi penyintas kanker dan pendamping, dihadiri 160 peserta.

Seminar Kesehatan Kanker: BCS Hadirkan Dokter untuk Edukasi Penyintas di Bandung
Bandung Cancer Society (BCS) menggelar seminar kesehatan khusus untuk penyintas kanker dan para pendampingnya dalam rangka memperingati Hari Kanker Sedunia. Kegiatan yang dihelat di El Hotel Bandung ini menghadirkan sejumlah dokter spesialis dari berbagai bidang untuk memberikan edukasi akurat dan menjawab pertanyaan medis yang sering menjadi kekhawatiran komunitas.
Tujuan dan Konsep Seminar
Ketua BCS Yanti Setiawadi menjelaskan bahwa kehadiran tenaga medis adalah kunci utama dalam kegiatan ini. Menurutnya, anggota komunitas seringkali memiliki pertanyaan medis yang membutuhkan penjelasan yang terpercaya, yang tidak dapat diberikan oleh sesama anggota tanpa latar belakang medis.
"Kalau komunitas yang menjawab, tentu tidak bisa menjelaskan secara utuh. Karena itu kami menghadirkan dokter agar peserta mendapat penjelasan langsung, mulai dari gejala awal kanker, proses pengobatan, hingga tahapan pemulihan," kata Yanti dalam sesi wawancara.
Pertanyaan Umum yang Diajukan Peserta
Dalam sesi diskusi, peserta menunjukkan banyak perhatian pada beberapa prosedur medis yang sering menjadi sumber kekhawatiran. Di antaranya adalah prosedur biopsi, di mana sebagian peserta khawatir bahwa tindakan tersebut dapat membuat kanker menjadi lebih ganas. Selain itu, mereka juga menanyakan perbedaan fungsi dan indikasi antara pemeriksaan PET scan dan CT scan, yang sering digunakan dalam diagnosis dan pemantauan kanker. Untuk memenuhi kebutuhan informasi yang beragam, panitia menghadirkan dokter spesialis di berbagai bidang, sehingga peserta dapat bertanya sesuai dengan jenis kanker yang mereka alami atau derita oleh orang terdekat mereka.
Jumlah Peserta dan Partisipan Tambahan
Seminar kesehatan ini dihadiri oleh sekitar 160 peserta, yang terdiri dari anggota BCS, keluarga pendamping, dan perwakilan dari beberapa institusi agama. Selain itu, BCS juga mengundang sejumlah dokter sebagai narasumber untuk memberikan materi yang relevan dan akurat.
Sejarah Berdirinya Bandung Cancer Society
Yanti menceritakan bahwa BCS didirikan pada Januari 2007, berawal dari pengalaman pribadinya saat menjalani kemoterapi kanker payudara. Ia menyatakan bahwa niat mendirikan komunitas ini muncul saat menjalani kemoterapi ketiga, ketika kondisinya mulai menurun, mengalami mual parah, dan badan terasa sangat sakit.
"Saat itu kondisi saya mulai drop, mual, dan badan sangat sakit. Saya berjanji, kalau berhasil menjalani enam kali kemoterapi, saya akan mendirikan BCS," tutur Yanti.
Saat ini, Yanti telah memasuki masa remisi dan menjalani kontrol kesehatan secara rutin setiap tahun. Meski menyadari bahwa risiko kanker dapat kambuh, hal tersebut tidak menghalanginya untuk terus aktif mendampingi para penyintas kanker di Bandung.
Data dan Fasilitas yang Disediakan BCS
Berdasarkan data yang diperoleh dari BCS, jumlah anggota terdaftar komunitas ini mencapai sekitar 600 orang. Dalam empat tahun terakhir, jumlah pasien yang menggunakan layanan BCS tercatat sekitar 900 orang. Selain menggelar kegiatan rutin seperti seminar dan olahraga bersama, BCS juga mengelola rumah singgah bagi pasien kanker dari luar daerah yang menjalani pengobatan di Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS). Pasien dan satu orang pendamping dapat menginap dengan biaya sukarela Rp10 ribu per hari, tanpa batasan lama tinggal selama pengobatan berlangsung. BCS juga menyediakan kebutuhan dasar bagi penghuni rumah singgah, termasuk beras, air minum, kompor, serta fasilitas memasak bersama untuk memudahkan mereka selama menjalani perawatan.
Kegiatan Rutin BCS di Masa Lampau
Sebelumnya, BCS sering menggelar kegiatan olahraga bersama di Dago Car Free Day, terutama ketika cuaca mendukung. Namun, karena cuaca saat ini tidak menentu dan khawatir akan hujan, kegiatan tahun ini digelar di ruang tertutup El Hotel Bandung.
Pesan Penting dari Ketua BCS
Yanti menegaskan bahwa dalam setiap kegiatan BCS, tidak ada pembedaan antara pasien, penyintas, maupun pendamping. Ia berharap bahwa kegiatan ini dapat memberikan semangat dan harapan bagi semua peserta, serta mengubah persepsi bahwa kanker adalah akhir dari segala sesuatu.
"Kami ingin mereka tetap punya semangat dan harapan. Kanker bukan akhir dari segalanya. Selama dokter masih menyarankan pengobatan, jalani dan tetap beraktivitas," pungkasnya.