Perhutani Tutup Akses Offroad Lembang Akibat Rusak Fasilitas Warga
Perhutani menutup akses offroad di Kampung Cipariuk Lembang Bandung Barat akibat protes warga atas kerusakan fasilitas umum akibat aktivitas offroad.

Pihak Perhutani telah melakukan penutupan sementara akses offroad di Wisata Nyawang Bandung, lokasi yang terletak di Kampung Cipariuk, Desa Sukajaya, Kecamatan Lembang, Kabupaten Bandung Barat. Penutupan ini diambil sebagai respon atas protes massal warga yang mengeluhkan kerusakan fasilitas umum akibat aktivitas offroad berlebihan.
Latar Belakang Penutupan Akses Offroad
Asisten Perhutani (Asper) BKPH Lembang, Cucu Supriatna, mengkonfirmasi bahwa penutupan dilakukan pada Kamis, 19 Februari 2026, dengan memasang banner peringatan di dua titik akses masuk ke wisata tersebut. Ia menjelaskan bahwa keluhan warga utama adalah aktivitas offroad—baik mobil maupun sepeda motor trail—yang melewati lintasan masyarakat, menyebabkan kerusakan saluran air pipa, jalan kampung, dan walking path warga.
Tujuan dan Harapan Perhutani Cucu menegaskan bahwa penutupan sementara ini tidak bermaksud untuk menghentikan seluruh aktivitas offroad di kawasan tersebut, melainkan untuk memberikan waktu bagi pengelola wisata untuk berdialog dengan warga lokal. Ia berharap agar kesepakatan dapat tercapai dengan cepat, sehingga wisata dapat dibuka kembali menjelang Idul Fitri.
"Mudah-mudahan Nyawang Bandung cepat ada solusi, cepat ada kesepakatan antara pengelola dengan warga. Mudah-mudahan menjelang lebaran, sudah buka lagi," ujar Cucu.
Selain itu, Cucu mengungkapkan bahwa Safari Hutan adalah satu-satunya mitra resmi wisata offroad yang bekerja sama dengan Perhutani. Ia mengakui bahwa masih ada aktivitas offroad liar yang dilakukan secara mandiri atau berkelompok tanpa izin, dan berharap agar kelompok tersebut dapat bergabung dengan program resmi Safari Hutan untuk menciptakan kolaborasi yang lebih baik antara pengelola, komunitas, dan masyarakat.
Komitmen Safari Hutan terhadap Masyarakat
Ketua Safari Hutan, Aceh Gunawan, menegaskan bahwa pihaknya berkomitmen untuk terus bersinergi dengan pihak terkait, khususnya masyarakat setempat. Ia menjelaskan bahwa timnya telah melakukan perawatan rutin pada jalur offroad, memperbaiki saluran air pipa warga yang rusak, dan melakukan kontrol berkala untuk meminimalkan kerusakan.
"Perawatan jalur kita lakukan secara berkala, perbaikan pipa warga sudah kita lakukan, kita kontroling, untuk lintasan warga yang bawa rumput juga sudah kita perbaiki, ke depan kita akan cor, biar lebih kuat," kata Aceh.
Dampak Aktivitas Offroad terhadap Komunitas Lokal
Keluhan warga tidak muncul tanpa alasan. Aktivitas offroad yang berlebihan telah menyebabkan beberapa dampak negatif, antara lain:
- Rusaknya saluran air pipa warga yang menyebabkan gangguan pasokan air bersih
- Kerusakan jalan kampung yang digunakan untuk aktivitas sehari-hari, seperti mengangkut hasil pertanian
- Kerusakan walking path yang biasanya digunakan warga untuk berjalan kaki atau mengakses area pertanian
Penutupan akses ini diharapkan dapat mengurangi aktivitas offroad yang tidak terkontrol dan memberikan waktu bagi semua pihak untuk menemukan solusi yang adil dan berkelanjutan. Penutupan akses offroad ini menjadi contoh bagaimana pengelolaan wisata alam harus seimbang dengan kepentingan masyarakat lokal. Dengan adanya dialog antara pengelola wisata, Perhutani, dan warga, diharapkan dapat tercipta solusi yang memungkinkan wisata offroad berjalan tanpa merugikan komunitas sekitar.