Pintuberita.com — Portal Berita Bandung Raya & Jawa Barat

Pergeseran Pola Wisatawan di Braga Asia Afrika Bandung Lebaran 2026

Bandung · Oleh Fikri Ramadhan ·

Disbudpar Kota Bandung mengungkap pergeseran pola kunjungan wisatawan di kawasan Braga Asia Afrika selama libur Lebaran 2026, dari hiburan budaya ke destinasi edukasi dan museum.

Pergeseran Pola Wisatawan di Braga Asia Afrika Bandung Lebaran 2026

Pada libur Lebaran 2026, kawasan wisata ikonik Jalan Braga dan Jalan Asia Afrika di Kota Bandung tetap menyambut jumlah wisatawan yang padat. Namun, di balik keramaian tersebut, Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kota Bandung menemukan pergeseran signifikan dalam pola perilaku dan preferensi wisatawan yang menjadi perhatian utama dalam evaluasi masa liburan panjang ini. Evaluasi ini dilakukan tidak hanya untuk memastikan kualitas pelayanan tetap terjaga, tetapi juga untuk mengidentifikasi dinamika baru yang muncul di sektor pariwisata lokal.

Kondisi Kepadatan dan Masukan Masyarakat

Kepala Disbudpar Kota Bandung, Adi Junjunan Mustafa, menyatakan bahwa kepadatan di kawasan wisata tidak sepenuhnya mencerminkan stabilitas sektor pariwisata, karena terdapat tren kunjungan yang perlu segera direspons. Meskipun tidak ada keluhan resmi yang masuk melalui kanal pengaduan resmi, pihaknya tetap mencermati berbagai masukan dari masyarakat yang disuarakan melalui media sosial, terutama terkait kenyamanan di ruang publik.

Sorotan utama muncul dari interaksi antara wisatawan dengan pelaku aktivitas di kawasan, seperti komunitas cosplay dan jasa fotografi jalanan yang dinilai perlu penataan agar tidak mengganggu kenyamanan pengunjung. Menanggapi hal ini, Disbudpar segera melakukan dialog langsung dengan komunitas terkait untuk menjaga keseimbangan antara kreativitas lokal dan kenyamanan wisatawan.

"Kami ingin memastikan aktivitas di kawasan wisata tetap berjalan, tetapi dengan etika yang baik, tidak memaksa, dan tetap memberikan pengalaman yang menyenangkan bagi pengunjung."

— Adi Junjunan Mustafa, Kepala Disbudpar Kota Bandung (31/3/2026)

Pergeseran Preferensi Wisatawan dari Hiburan ke Edukasi

Di sisi lain, evaluasi mengungkap pergeseran pola kunjungan wisatawan mancanegara yang tidak lagi terpusat di destinasi unggulan konvensional. Salah satu indikator jelas adalah penurunan kunjungan ke Saung Angklung Udjo, yang selama ini dikenal sebagai magnet utama wisatawan asing, namun mengalami penurunan aktivitas selama libur Lebaran 2026.

Sebaliknya, destinasi wisata edukasi, museum sejarah, dan Tourist Information Center (TIC) di kawasan Alun-Alun Bandung menunjukkan tren kunjungan yang stabil setiap hari. Perubahan ini mengindikasikan pergeseran preferensi wisatawan, dari hiburan budaya konvensional menuju pengalaman yang lebih informatif dan edukatif.

Strategi Masa Depan Pariwisata Bandung Berbasis Data

Adi menegaskan bahwa fenomena pergeseran ini menjadi catatan penting dalam menyusun strategi promosi dan pengembangan pariwisata Kota Bandung ke depan. Ia menekankan bahwa pendekatan yang adaptif dan berbasis data menjadi kunci untuk menjaga daya saing destinasi di tengah perubahan tren global pariwisata.

Selain itu, ia juga menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor, mulai dari transportasi, keamanan, kebersihan, hingga pelaku usaha wisata, untuk menciptakan pengalaman wisata yang terintegrasi. Evaluasi ini diharapkan dapat membantu Pemerintah Kota Bandung memperkuat citra kota sebagai destinasi wisata yang tidak hanya ramai dikunjungi, tetapi juga mampu memberikan kenyamanan, keamanan, dan pengalaman yang berkesan bagi setiap wisatawan.