Penguatan SDM dan Tata Kelola jadi Fondasi Hadapi Tantangan Bisnis 2026
Hasnur Group menegaskan penguatan SDM, budaya kerja, dan tata kelola sebagai fondasi transformasi 2026. Perusahaan meluncurkan WBS dan platform inovasi demi keberlanjutan bisnis.

Hasnur Group Perkuat Budaya Kerja dan Tata Kelola Hadapi 2026
BANDUNG — Hasnur Group menegaskan penguatan peran sumber daya manusia, budaya kerja, dan tata kelola perusahaan sebagai fondasi utama pertumbuhan dan transformasi berkelanjutan pada 2026.
Komitmen tersebut disampaikan dalam Townhall Hasnur Group 2026 bertema Living Our Values, Innovating Through the Change yang digelar di Gedung Swasana BRIN, Jakarta, Selasa (3/2).
Forum ini menjadi ajang penyelarasan strategi perusahaan di tengah dinamika industri, ketidakpastian global, serta meningkatnya tuntutan terhadap transparansi dan keberlanjutan bisnis.
Satukan Arah Tujuh Unit Bisnis
Presiden Direktur Hasnur Group, Jayanti Sari, menyampaikan bahwa perusahaan tengah memasuki fase perjalanan jangka panjang yang membutuhkan kesatuan arah di seluruh lini usaha.
Dengan tujuh Strategic Business Unit (SBU) yang memiliki karakter berbeda, tantangan utama adalah menjaga konsistensi visi dan strategi.
"Tantangan kita adalah memastikan semuanya tetap bergerak dalam satu arah menuju masa depan Hasnur Group yang berkelanjutan," ujar Jayanti.
Ia mengibaratkan perusahaan sebagai kapal besar yang bukan hanya membutuhkan mesin kuat, tetapi juga kompas dan tujuan yang jelas.
Untuk itu, perusahaan memperkuat budaya melalui program New Working Culture serta membentuk Komite Transformasi Bisnis guna menjaga organisasi tetap adaptif.
Kepemimpinan dan Budaya Jadi Kunci Performa
Dalam sesi talkshow, Country Manager RMA Group Indonesia, Toto Suharto, menekankan bahwa kepemimpinan dan budaya organisasi merupakan faktor penentu performa di tengah perubahan.
"Transformasi budaya harus dikelola secara sadar dan berkelanjutan," katanya.
Pandangan serupa disampaikan CEO Hasnur Group, Zainal Hadi HAS HB. Ia menegaskan kekuatan utama perusahaan bukan pada besarnya aset, melainkan kualitas sumber daya manusianya.
"Fondasi utama kita adalah people. Dalam situasi sulit, kekompakan tim menjadi penentu," ujarnya.
Diskusi panel yang menghadirkan Dr. Zulfikar Alimuddin selaku Head of Nomination and Human Capital Committee bersama jajaran komisaris dan direksi turut menyoroti pentingnya kepemimpinan berbasis kompetensi serta tata kelola kuat sebagai prasyarat pertumbuhan jangka panjang.
Luncurkan Whistle Blowing System dan Platform Inovasi
Pada momentum tersebut, Hasnur Group juga meluncurkan Whistle Blowing System (WBS) sebagai kanal resmi pelaporan dugaan pelanggaran yang dijamin independen dan rahasia.
Peluncuran WBS menjadi wujud komitmen terhadap penerapan Good Corporate Governance (GCG), integritas, dan transparansi.
Selain itu, diperkenalkan pula Knowledge & Innovation Management System sebagai platform pengelolaan pengetahuan dan pengembangan inovasi lintas entitas usaha.
Townhall yang diikuti lebih dari 400 karyawan ini juga menandai dimulainya program Culture Activation, termasuk pembentukan taskforce intervensi budaya dan culture agent guna mempercepat internalisasi nilai perusahaan.
Melalui langkah tersebut, Hasnur Group menargetkan transformasi yang tidak hanya berfokus pada pertumbuhan bisnis, tetapi juga penguatan fondasi organisasi secara menyeluruh dan berkelanjutan.