Pintuberita.com — Portal Berita Bandung Raya & Jawa Barat

Pengelola Transisi Bandung Zoo Pastikan Pakan 694 Satwa Terpenuhi

Bandung · Oleh Salsa Maharani ·

Tim pengelola transisi Bandung Zoo memastikan kebutuhan pakan dan gizi 694 ekor satwa terpenuhi, dengan peningkatan protokol kesehatan dan biosecurit selama masa transisi.

Pengelola Transisi Bandung Zoo Pastikan Pakan 694 Satwa Terpenuhi

Pendahuluan

Saat ini, Kebun Binatang Bandung (Bandung Zoo) sedang berada dalam masa transisi pengelolaan. Tim pengelola transisi memastikan bahwa kebutuhan pakan dan gizi sebanyak 694 ekor satwa yang berada di dalamnya terpenuhi sepenuhnya, dengan kondisi semua satwa dalam keadaan sehat. Selama masa transisi, biaya pakan, gizi, dan gaji karyawan masih ditanggung oleh Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung, hingga pemilihan pengelola definitif nanti.

Protokol Kesehatan dan Biosecurit yang Ditingkatkan

Setelah insiden kematian dua ekor harimau beberapa waktu lalu, tim pengelola transisi melakukan berbagai penguatan perawatan satwa, terutama pada aspek kesehatan dan biosecurit. Koordinator Pengelola Transisi Bandung Zoo, Rohman Suryaman, menyatakan:

"Kalau untuk pakan sebetulnya dari awal juga tetap memberikan yang terbaik untuk satwa. Cuma mungkin lebih ke beberapa treatment terkait kesehatan, salah satunya biosecurit,"

Setiap petugas yang masuk ke area kandang wajib melalui proses disinfeksi sebelum dan sesudah bekerja di dalam area satwa. Selain itu, tim rutin melakukan penyemprotan kandang dengan cairan disinfektan, pengurasan kolam satwa secara berkala, dan pembersihan area umum untuk mencegah penyebaran penyakit. Tim juga bekerja sama dengan Rumah Sakit Hewan Cikole dan Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian, dan Perikanan (DKPP) Kota Bandung untuk melakukan pengendalian populasi tikus dan kucing liar yang bisa menjadi pembawa penyakit. "Kami melakukan penangkapan tikus dan kucing liar, kemudian melakukan sterilisasi untuk mengontrol populasi mereka," ungkap Rohman dalam wawancara pada Kamis (28/5).

Kebutuhan Pakan Harian yang Tercukupi

Setiap hari, Bandung Zoo membutuhkan ratusan kilogram pakan untuk memenuhi kebutuhan nutrisi semua satwa. Pakan yang diberikan bervariasi sesuai dengan jenis satwa, meliputi buah-buahan, sayuran, rumput, hingga pakan konsentrat yang diformulasikan khusus. Menurut Rohman, total biaya pakan per hari mencapai sekitar Rp15 juta untuk semua jenis hewan. Seluruh bahan pakan diperoleh dari sekitar 15 pemasok berbeda yang tersebar di berbagai daerah di Jawa Barat. Pisang didatangkan dari Cianjur Selatan, rumput segar dari Purwakarta, ubi dari Tanjungsari, sementara sayuran seperti kangkung dan jenis lainnya diperoleh dari pasar tradisional melalui vendor pakan khusus yang terpercaya. Semua pakan yang diberikan kepada satwa melalui proses pembersihan dan disinfeksi, kecuali daging segar. Rohman menegaskan:

"Setiap pemberian pakan dilakukan pencucian dan disinfektan, kecuali daging. Jadi tetap dilakukan pembersihan untuk menghindari zat-zat yang bisa meracuni,"

Langkah ini diambil untuk menghindari risiko keracunan yang bisa membahayakan kesehatan satwa.

Enrichment Aktivitas untuk Kesejahteraan Satwa

Selain memastikan kebutuhan pakan utama terpenuhi, tim pengelola transisi juga melakukan program enrichment atau pengayaan aktivitas satwa untuk meningkatkan kesejahteraan mereka. Program ini meliputi beberapa cara, seperti pemberian pakan dengan cara yang lebih alami (misal: menyembunyikan pakan di area kandang agar satwa harus mencari makan seperti di alam liar), perbaikan habitat dengan menambahkan elemen alami seperti batu dan pohon, dan pembentukan insting alami satwa melalui latihan sederhana. Menurut Rohman, program ini sangat penting mengingat luas lokasi Bandung Zoo yang terbatas, sehingga satwa tidak memiliki ruang yang cukup untuk beraktivitas seperti di habitat aslinya. "Dengan program enrichment, kami berharap satwa tetap aktif dan memiliki kesehatan mental yang baik," ujarnya.

Seleksi Pengelola Definitif Masih Berlangsung

Saat ini, Pemkot Bandung masih melakukan seleksi beberapa calon pengelola baru yang berminat mengelola Bandung Zoo secara definitif. Beberapa nama yang diketahui mengikuti seleksi ini adalah Taman Safari Indonesia (TSI), Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Gembira Loka Zoo Yogyakarta, Faunaland, dan beberapa perusahaan lainnya yang memiliki pengalaman dalam mengelola kebun binatang. Lelang untuk pemilihan pengelola definitif Bandung Zoo diperkirakan akan rampung pekan ini. Selain itu, Gembira Loka Zoo juga telah menawarkan konsep kebun binatang modern yang berfokus pada konservasi dan pendidikan untuk Bandung Zoo, yang bisa menjadi salah satu pertimbangan Pemkot Bandung. Menurut Rohman, para karyawan saat ini fokus pada pekerjaan sehari-hari, tanpa mengetahui pasti siapa yang akan mengambil alih pengelolaan nanti. "Kami karyawan hanya fokus melakukan tugas masing-masing. Siapapun nanti yang menjadi pengelola, kami siap bekerja sama dengan baik untuk memastikan keberlangsungan Bandung Zoo," imbuhnya.