Pengamat: Pembinaan Talenta Sepak Bola di Indonesia Timur Harus Ditingkatkan
Pakar sepak bola dari UNPAD Bandung Irhas dan ketua PSTI Ignatius Indro tekankan pentingnya meningkatkan pembinaan talenta muda sepak bola Indonesia Timur, khususnya Papua dengan dukungan PSSI dan organisasi lokal.

Pembinaan Talenta Sepak Bola Indonesia Timur: Panggilan PSSI Bantu Bakat Papua
Pada Jumat, 30 Januari, Irhas, pemerhati sepak bola nasional dari Universitas Padjadjaran (UNPAD) Bandung, mengemukakan perhatian serius terhadap kurangnya upaya pembinaan talenta muda sepak bola di wilayah Indonesia Timur. Ia menekankan bahwa wilayah ini, khususnya Papua dan Papua Tengah, menyimpan potensi talenta besar yang bisa mengangkat kualitas sepak bola nasional, namun saat ini kurang terjangkau oleh program pembinaan nasional.
Potensi Talenta Alamiah yang Terabaikan
Irhas menegaskan bahwa Papua Tengah secara alami adalah gudang talenta sepak bola yang berkualitas. Namun, sayangnya, sebagian besar talenta muda di wilayah ini tidak memiliki akses memadai untuk menjangkau radar pencari bakat nasional, sehingga sedikit yang berhasil masuk ke kancah profesional.
"Sejauh ini memang kita lihat belum ada lagi talenta-talenta pemain dari Papua yang berhasil diorbitkan. Padahal Papua Tengah contohnya, secara natural adalah gudangnya pemain sepak bola yang bagus, gitu loh," kata Irhas dalam keterangan resminya.
Langkah Konkrit untuk Peningkatan Pembinaan
Irhas menawarkan beberapa rekomendasi yang bisa diambil oleh Persatuan Sepak Bola Indonesia (PSSI) untuk mengatasi masalah ini:
- Mendorong kompetisi lokal usia dini secara massif: Kompetisi lokal akan menumbuhkan gairah berprestasi di masyarakat dan menjadi ajang utama untuk menemukan talenta muda yang belum terdeteksi.
- Turun ke daerah secara rutin: PSSI harus lebih aktif melakukan kunjungan langsung ke wilayah Timur untuk mengevaluasi dan mendukung pembinaan sepak bola lokal di tingkat daerah.
- Kolaborasi intensif dengan organisasi lokal: PSSI harus bekerja sama dengan Asosiasi Kabupaten (askab) dan Asosiasi Provinsi (asprov) untuk memastikan tidak ada "benang putus" dalam proses pembibitan pemain. Hal ini termasuk dukungan pendanaan, fasilitas latihan, dan penyediaan pelatih berlisensi.
Pandangan Ketua Paguyuban Suporter Timnas Indonesia
Sementara itu, Ketua Paguyuban Suporter Timnas Indonesia (PSTI) Ignatius Indro memberikan pandangan serupa mengenai pengembangan talenta sepak bola lokal. Ia menegaskan bahwa PSSI harus berperan sebagai regulator dan fasilitator, sedangkan penggiat sepak bola lokal harus proaktif dalam menghidupkan atmosfer sepak bola di wilayah mereka.
"Kalau daerah sudah siap, tapi federasi tidak turun tangan, itu namanya membiarkan sistem mati pelan-pelan," tandas Indro.
Indro juga menekankan pentingnya kepemimpinan PSSI yang memahami ekosistem sepak bola nasional. Ia menegaskan bahwa jabatan sebagai Exco PSSI adalah amanat yang harus dijalankan dengan sungguh-sungguh untuk memastikan perkembangan sepak bola yang berkelanjutan.
Baca juga: Pengamat Sebut Pembunuhan Pendulang Emas di Yahukimo Akibat Ketidakadilan Sumber Daya Alam
Baca juga: KKB Lekagak Telenggen diduga bakar gedung SMP Agandugume
Upaya pembinaan talenta sepak bola di Indonesia Timur bukan hanya investasi untuk pemain muda, tapi juga untuk masa depan sepak bola nasional. Dengan meningkatkan akses, dukungan, dan kolaborasi antar pihak, diharapkan lebih banyak talenta muda dari wilayah ini bisa muncul dan membawa nama Indonesia di kancah internasional.