Pemudik 2026 Waspada: Dilarang Jalan Malam di Jalur Nagreg Bandung
Dishub Kabupaten Bandung imbau pemudik waspada di Jalur Nagreg akibat cuaca ekstrem, larang jalan malam untuk pemudik sepeda motor, dan periksa kondisi kendaraan sebelum mudik Lebaran 2026

Pemudik 2026 Waspada: Dilarang Jalan Malam di Jalur Nagreg Bandung
Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Bandung mengeluarkan imbauan kewaspadaan bagi para pemudik yang akan melintasi Jalur Nagreg untuk mudik Lebaran 2026, mengingat insiden pohon tumbang akibat cuaca ekstrem pada Sabtu (14/3) malam. Kepala Bidang Pengembangan Transportasi Dishub Kabupaten Bandung Eric Alam Prabowo menjelaskan bahwa jalur Nagreg yang melanjutkan hingga perbatasan Jawa Tengah memiliki kontur jalan berbukit dengan tanjakan dan turunan yang cukup curam, yang semakin berbahaya saat cuaca ekstrem melanda daerah tersebut.
Situasi Terkini di Jalur Nagreg
Pada Sabtu malam sebelumnya, hujan deras turun berkali-kali di Nagreg, menyebabkan satu pohon di turunan Cikaledong tumbang dan menyumbat arus kendaraan selama sekitar satu jam. Eric menyatakan bahwa insiden tersebut tidak menimbulkan korban jiwa, dan tim penangan termasuk pemadam kebakaran, Dishub, kepolisian, dan BPBD berhasil membersihkan puing pohon dalam waktu kurang dari satu jam, sehingga lalu lintas kembali lancar.
"Karenanya kita butuh kewaspadaan," ucap Eric, menekankan bahwa kondisi jalan di Nagreg dapat berubah dengan cepat akibat cuaca ekstrem.
Imbauan Khusus untuk Pemudik Sepeda Motor
Eric mengimbau masyarakat agar menghindari menggunakan kendaraan roda dua untuk melakukan mudik, dan memilih alternatif seperti mudik gratis dari instansi pemerintah atau kendaraan umum. Namun, jika terpaksa menggunakan sepeda motor, ada aturan keselamatan yang harus diikuti untuk mengurangi risiko kecelakaan:
- Tidak melakukan bonceng lebih dari satu orang
- Tidak menambahkan ruang bagasi di bagian belakang sepeda motor
- Tidak melakukan perjalanan malam hari melalui Jalur Nagreg
Eric menjelaskan bahwa menambahkan bagasi di belakang sepeda motor dapat mengurangi kestabilan kendaraan, karena desain awal sepeda motor hanya dibuat untuk mengangkut penumpang, bukan barang mati.
Persiapan Perjalanan yang Wajib Dilakukan
Selain imbauan khusus untuk pemudik sepeda motor, Dishub juga meminta semua pemudik untuk mempersiapkan perjalanan dengan maksimal, meliputi dua aspek utama: kondisi kendaraan dan kondisi fisik.
Persiapan Kondisi Kendaraan:
- Periksa kondisi mesin agar tidak mengalami kerusakan di tengah perjalanan
- Cek tekanan ban dan kondisi karet ban untuk menghindari pecah ban
- Pastikan sistem pengereman berfungsi dengan baik
- Periksa semua lampu kendaraan (lampu depan, lampu rem, lampu sein)
- Siapkan peralatan darurat seperti dongkrak, APAR, sabuk pengaman, dan peralatan pertolongan pertama
Persiapan Fisik:
- Jangan memaksakan diri jika merasa lelah selama perjalanan
- Segera istirahat di posko yang tersedia jika merasa kurang sehat
"Mohon buat masyarakat sebelum kita melaksanakan ritual mudik melakukan perjalanan betul-betul kondisi kendaraan diperiksa baik itu kondisi mesin, ban dan juga rem, juga alat tambahan yang wajib ada pada kendaraan seperti dongkrak, apar, safety belt, itu betul-betul harus diperiksa agar semuanya berfungsi dengan baik. Fisik juga harus diperhatikan jangan memaksakan diri kalau lelah, segera istirahat," ucap Eric.
Posko Istirahat untuk Pemudik Sepanjang Jalur Nagreg
Eric menambahkan bahwa sepanjang jalur mudik di Nagreg terdapat banyak lokasi posko bersama yang bisa dimanfaatkan oleh para pemudik untuk istirahat sebelum melanjutkan perjalanan. Posko-posko ini disediakan untuk memastikan keamanan dan kenyamanan para pemudik sampai mencapai kampung halaman mereka.