Pemprov Jateng Siapkan 346 Bus dan 17 Kereta untuk Mudik Gratis 2026
Pemprov Jawa Tengah menyiapkan 346 bus dan 17 rangkaian kereta untuk program mudik gratis Idulfitri 2026, beserta fasilitas balik rantau gratis untuk warga yang ingin kembali ke perantauan setelah Lebaran.

Pemprov Jateng Siapkan Armada Lengkap untuk Mudik Gratis Idulfitri 2026
Pemerintah Provinsi Jawa Tengah telah meluncurkan program mudik-balik gratis untuk warga yang merantau di Jakarta dan Bandung, menjelang perayaan Idulfitri 2026. Program ini dirancang untuk memberikan akses transportasi aman dan murah bagi masyarakat yang ingin pulang ke kampung halaman, sambil mengurangi risiko kemacetan dan kecelakaan lalu lintas selama arus mudik tahunan.
Rincian Armada Transportasi Mudik Gratis
Total armada yang disiapkan mencapai 346 unit bus dan 17 rangkaian kereta api, dengan jadwal keberangkatan terbagi menjadi dua hari. Untuk moda bus, seluruh armada akan berangkat pada 16 Maret 2026, dengan rincian distribusi titik keberangkatan:
- 323 unit bus dengan kapasitas total 16.086 kursi, berangkat dari Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Jakarta
- 23 unit bus dengan kapasitas 1.133 kursi, berangkat dari Bandung
Sementara itu, moda kereta api akan berangkat pada 17 Maret 2026, dengan total kapasitas 1.288 kursi. Rincian keberangkatan kereta api adalah sebagai berikut:
- Dari Stasiun Pasar Senen Jakarta menuju Stasiun Solo Balapan: 8 rangkaian kereta KA Jaka Tingkir dengan 576 kursi, ditambah 1 rangkaian kereta tambahan dengan 72 kursi
- Dari Stasiun Pasar Senen Jakarta menuju Stasiun Poncol Semarang: 8 rangkaian kereta KA Tawang Jaya dengan kapasitas 640 kursi
Instruksi Gubernur untuk Menyambut Pemudik
Dalam rapat lintas sektoral yang diadakan di Gedung Gradhika Bhakti Praja pada Senin (9/3), Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi memberikan instruksi kepada seluruh bupati dan wali kota di wilayahnya untuk turut menyambut para pemudik saat tiba di daerah masing-masing. Menurutnya, para pemudik yang sebagian besar merupakan pekerja informal adalah duta dari Jawa Tengah di perantauan, sehingga perlakuan yang ramah akan meningkatkan citra daerah.
"Bupati dan wali kota saya minta ikut menjemput dan menyapa masyarakat yang akan pulang ke kampung halaman. Mereka adalah duta kita di perantauan dan kebanyakan merupakan pekerja informal," ujar Luthfi dalam rapat tersebut.
Program Balik Rantau Gratis Setelah Lebaran
Selain program mudik gratis, Pemprov Jateng juga menyiapkan fasilitas balik rantau gratis untuk warga yang ingin kembali ke tempat perantauan setelah perayaan Idulfitri. Program ini dibagi menjadi dua moda transportasi:
- Kereta Api: Berangkat pada 27 Maret 2026 dari Stasiun Tawang Semarang, dengan 4 rangkaian kereta dan kapasitas total 320 kursi
- Bus: Berangkat pada 28 Maret 2026 dari tiga titik utama, yaitu Asrama Haji Donohudan Boyolali, Terminal Mangkang Semarang, dan Terminal Bulupitu Banyumas. Selain itu, terdapat juga pemberangkatan mandiri di Kabupaten Magelang, Blora, dan Kendal. Total armada bus yang disiapkan untuk program ini adalah 71 unit dengan kapasitas total 3.550 kursi.
Tujuan dan Sinergi Program
Kepala Dinas Perhubungan Provinsi Jawa Tengah Arief Djatmiko menjelaskan bahwa program mudik-balik gratis ini memiliki dua tujuan utama: pertama, untuk memberikan layanan terbaik kepada warga Jawa Tengah yang merantau, dan kedua, untuk mengurangi potensi kemacetan serta kecelakaan lalu lintas selama arus mudik Lebaran. Menurutnya, selama ini masih banyak pemudik yang menggunakan sepeda motor untuk perjalanan jarak jauh, yang meningkatkan risiko kecelakaan akibat kelelahan dan kondisi jalan yang padat.
"Mudik gratis dari Pemprov Jateng ini juga kami upayakan terintegrasi dengan program dari kementerian dan swasta agar tidak ada pendaftar ganda, sehingga bus yang disediakan tidak ada yang kosong," ujar Arief Djatmiko.
Ia menambahkan bahwa sinergi ini juga bertujuan untuk memastikan bahwa semua pendaftar mendapatkan akses transportasi tanpa hambatan, serta mengoptimalkan penggunaan armada yang telah disiapkan.
Program mudik-balik gratis ini merupakan wujud pengabdian pemerintah provinsi kepada warganya, terutama mereka yang telah bekerja keras di perantauan selama setahun penuh. Dengan adanya program ini, diharapkan para pemudik dapat pulang ke kampung halaman dengan aman dan nyaman, tanpa harus khawatir tentang biaya transportasi yang mahal, serta berkontribusi pada kelancaran arus lalu lintas selama periode mudik tahunan.