Pemprov Jabar: 3.040 Warga Berangkat Mudik Gratis 2026 dari Bandung
Pemprov Jabar memulai gelombang pertama mudik gratis 2026 dengan 3.040 peserta dari Bandung, fokus pada ekonomi dan keselamatan masyarakat jelang Idul Fitri.

Gelombang Pertama Program Mudik Gratis 2026 Resmi Diluncurkan di Bandung
Pada Jumat, 13 Maret 2026, Pemerintah Provinsi Jawa Barat (Pemprov Jabar) secara resmi memulai gelombang pertama Program Mudik Gratis 2026. Acara simbolis keberangkatan dilaksanakan di Terminal Leuwipanjang, Kota Bandung, dan dilepas langsung oleh Wakil Gubernur Jabar Erwan Setiawan.
Detail Peserta dan Armada Transportasi
Total 3.040 warga akan mengikuti gelombang pertama program ini, dengan rincian kuota awal sebanyak 2.500 orang yang mendaftar melalui aplikasi Sapa Warga. Jumlah peserta bertambah setelah kolaborasi dengan Jasa Raharja, yang menambahkan kuota tambahan untuk memenuhi antusiasme tinggi dari masyarakat.
Pemprov Jabar menyiapkan 74 armada bus untuk menampung semua peserta gelombang pertama, dengan rute perjalanan yang meliputi Bandung-Sukabumi, Bandung-Solo, dan Bandung-Yogyakarta. Selain titik kumpul di Terminal Leuwipanjang, program ini juga menggunakan Terminal Cikarang, Bogor, Kota Bekasi, dan Yogyakarta sebagai titik keberangkatan untuk perjalanan pulang ke Bandung.
Perlu dicatat bahwa biaya keberangkatan seluruh peserta ditanggung penuh oleh pemerintah provinsi, sedangkan perjalanan pulang ke kota asal masing-masing akan dilakukan secara mandiri. Pemprov Jabar juga telah berkoordinasi dengan pemerintah daerah di tujuan untuk memfasilitasi warga Jawa Barat yang sedang berperantauan agar dapat kembali ke kampung halaman dengan mudah.
Anggaran dan Penjualan Tiket
Total anggaran yang dialokasikan untuk Program Mudik Gratis 2026 ini mencapai Rp530 juta, yang dikelola oleh Dinas Perhubungan (Dishub) Jabar. Kepala Dishub Jabar Dhani Gumelar mengonfirmasi bahwa semua tiket perjalanan untuk gelombang pertama telah habis terjual dengan cepat, termasuk tiket perjalanan lokal pada malam Takbiran.
"Antusiasme pendaftar sangat tinggi, sehingga ketersediaan kursi habis dalam waktu singkat. Bahkan tiket perjalanan lokal pada malam Takbiran juga tidak tersedia lagi,", ujar Dhani dalam wawancara di lokasi acara.
Fokus pada Ekonomi dan Keselamatan Warga
Wakil Gubernur Erwan Setiawan menekankan bahwa program ini dirancang untuk meringankan beban ekonomi masyarakat, terutama keluarga besar yang kesulitan membeli tiket komersial jelang Idul Fitri. Menurutnya, banyak keluarga yang harus mengeluarkan biaya besar untuk membeli tiket perjalanan, terutama jika terdiri dari 4 hingga 5 anggota keluarga.
"Ini membantu masyarakat yang selama ini kesulitan pulang ke kampung halaman karena tidak memiliki ongkos. Apalagi saat menjelang Idul Fitri, kebutuhan tambahan juga semakin banyak, sehingga program ini sangat tepat waktu,", ujar Erwan.
Selain aspek ekonomi, keselamatan menjadi fokus utama dari program ini. Erwan menjelaskan bahwa Pemprov Jabar ingin mengurangi risiko kecelakaan lalu lintas yang sering terjadi saat musim mudik, terutama pada pengguna sepeda motor yang memaksakan diri untuk berkendara dalam jarak jauh. Dengan menyediakan moda transportasi massal yang aman, diharapkan warga dapat mudik tanpa khawatir tentang keselamatan.
"Kami ingin memastikan bahwa semua peserta mudik gratis dapat tiba di kampung halaman dengan aman dan nyaman. Kami juga mengimbau masyarakat untuk memanfaatkan program ini agar terhindar dari risiko kecelakaan,", tambah Erwan.
Kesimpulan Program Mudik Gratis 2026
Program Mudik Gratis 2026 ini diharapkan dapat menjadi solusi untuk mendukung masyarakat Jawa Barat yang ingin pulang ke kampung halaman jelang Idul Fitri, tanpa harus khawatir tentang biaya tiket atau keselamatan perjalanan. Keberangkatan gelombang pertama akan dilaksanakan pada 13, 14, dan 15 Maret 2026, dengan titik kumpul di berbagai terminal di seluruh Jawa Barat dan Yogyakarta.