Pintuberita.com — Portal Berita Bandung Raya & Jawa Barat

Pemkot Bandung Targetkan 17 Ruas Jalan Mulus Akhir Tahun dengan Rp300 Miliar

Bandung · Oleh Salsa Maharani ·

Pemkot Bandung menargetkan selesai perbaikan 17 ruas jalan tahun ini dengan anggaran Rp300 miliar, fokus pada kenyamanan pelari dan pesepeda sebagai tolok ukur kualitas.

Pemkot Bandung Targetkan 17 Ruas Jalan Mulus Akhir Tahun dengan Rp300 Miliar

Anggaran dan Skala Program Perbaikan Jalan

Pemerintah Kota Bandung telah menetapkan target ambisius untuk menyelesaikan seluruh program perbaikan ruas jalan tahun ini hingga akhir tahun. Keputusan ini diumumkan langsung oleh Wali Kota Bandung Muhammad Farhan selama konferensi pers di Bandung, Kamis (2/4). Menurutnya, anggaran sebesar Rp300 miliar telah dialokasikan untuk merehabilitasi belasan ruas jalan yang rusak, guna meningkatkan kenyamanan mobilitas seluruh warga kota.

Detail Proyek dan Jadwal Pelaksanaan

Farhan menjelaskan bahwa setidaknya ada 17 ruas jalan yang masuk dalam daftar prioritas perbaikan tahun ini. Proses pengerjaan proyek dijadwalkan akan dimulai pada pekan ini, dengan target penyelesaian seluruh pekerjaan pada bulan Desember mendatang. Selama masa pengerjaan, ia memohon maaf kepada seluruh warga Kota Bandung atas potensi gangguan lalu lintas yang akan muncul, termasuk kemacetan dan galian di beberapa segmen jalan.

"Saya mohon maaf sekali kepada seluruh warga, akan ada banyak kemacetan dan galian di kiri-kanan jalan. Tapi targetnya, bulan Desember semua pekerjaan ini sudah selesai," tegas Farhan.

Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa percepatan program perbaikan infrastruktur ini merupakan bentuk realisasi janji pemerintah dalam menanggapi aspirasi masyarakat yang cukup tinggi terkait kondisi jalan di Kota Bandung. Banyak kelompok masyarakat telah mengirimkan masukan dan keluhan tentang kerusakan jalan yang mengganggu mobilitas sehari-hari, sehingga program ini diharapkan dapat memenuhi harapan tersebut.

Standar Kualitas yang Berfokus pada Pengguna Jalan Rentan

Salah satu hal yang menarik dari program perbaikan jalan tahun ini adalah standar kualitas yang ditetapkan oleh Farhan. Alih-alih hanya fokus pada kenyamanan pengguna kendaraan bermotor, ia memutuskan untuk mengambil sudut pandang pengguna jalan yang paling rentan, yaitu pelari dan pesepeda. Menurutnya, jika kedua kelompok ini sudah merasa nyaman dengan kondisi jalan yang diperbaiki, maka pengguna kendaraan bermotor pasti akan merasakan dampak yang sama.

"Patokannya begini, apabila pesepeda dan pelari sudah tidak komplain, artinya pengguna roda dua dan mobil juga tidak akan komplain. Itu motivasi kami untuk memberikan yang terbaik bagi Kota Bandung," ujar Farhan.

Pendekatan ini menunjukkan komitmen Pemkot Bandung untuk memperhatikan semua lapisan pengguna jalan, termasuk mereka yang menggunakan transportasi non-motorisasi. Dalam beberapa tahun terakhir, Kota Bandung telah meningkatkan upaya untuk mendukung gaya hidup sehat dan ramah lingkungan, seperti melalui pembangunan jalur sepeda dan ruang publik yang aman, sehingga program perbaikan jalan yang berfokus pada pelari dan pesepeda sejalan dengan upaya tersebut.

Dampak Potensial Bagi Mobilitas Warga

Dengan anggaran Rp300 miliar dan target penyelesaian akhir tahun, program perbaikan jalan ini diharapkan dapat memberikan dampak signifikan bagi mobilitas warga Kota Bandung. Perbaikan kondisi jalan akan mengurangi risiko kecelakaan lalu lintas, menghemat waktu tempuh, dan meningkatkan kenyamanan selama bepergian. Selain itu, fokus pada pengguna jalan non-motorisasi juga akan mendorong lebih banyak warga untuk menggunakan sepeda atau berjalan kaki, yang pada gilirannya akan mengurangi emisi gas rumah kaca dan kemacetan lalu lintas.

Farhan juga menegaskan bahwa tim pengawas proyek akan dipasang untuk memastikan bahwa semua pekerjaan dilaksanakan sesuai dengan standar kualitas yang telah ditetapkan, serta tepat waktu. Masyarakat diharapkan dapat memberikan masukan dan keluhan selama masa pengerjaan proyek, agar masalah yang muncul dapat segera ditangani.