Pemkot Bandung Menyambut Baik Rencana Reaktivasi Bandara Husein untuk Penerbangan Komersial Luas
Pemerintah Kota Bandung menyambut baik rencana Presiden Prabowo Subianto untuk reaktivasi Bandara Husein Sastranegara yang akan kembali melayani penerbangan komersial berskala luas, beserta persiapan peningkatan aksesibilitas kawasan bandara.

Latar Belakang Rencana Reaktivasi Bandara Husein Sastranegara
Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung memberikan sambutan positif terhadap rencana Presiden RI Prabowo Subianto untuk mereaktivasi Bandara Husein Sastranegara sebagai layanan penerbangan komersial berskala luas. Sebagai kota tujuan wisata utama di Jawa Barat, aksesibilitas bandara yang memadai menjadi faktor kunci untuk mendukung pertumbuhan pariwisata dan ekonomi lokal. Wali Kota Bandung Muhammad Farhan mengungkapkan bahwa rencana ini disampaikan selama kunjungan presiden ke kota pada Senin (25/5), di mana Prabowo langsung menginstruksikan Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) dan Kementerian Pertahanan (Kemenhan) untuk melakukan kajian mendalam terkait langkah reaktivasi.
Kondisi Saat Ini Bandara Husein Sastranegara
"Kita sangat menunggu reaktivasi ini, karena bagaimanapun selama ini Bandara Husein bukan ditutup ya, tetapi aktivitas untuk penerbangan komersialnya hanya diizinkan penerbangan komersial berjadwal menggunakan pesawat baling-baling dan tujuannya adalah antarkota di dalam Pulau Jawa," ujar Farhan dalam keterangan pers di Bandung, Rabu.
Farhan menambahkan bahwa berdasarkan data tahun 2019, lalu lintas penumpang Bandara Husein mencapai 3,8 juta orang, dengan rincian 3 juta penerbangan domestik dan 800 ribu penerbangan internasional. Ia menegaskan bahwa tujuan reaktivasi ini adalah untuk mengembalikan kejayaan bandara yang pernah menjadi titik akses utama wisatawan ke Kota Bandung.
Langkah Pendukung yang Akan Dilakukan Pemkot Bandung
Untuk mendukung kelancaran reaktivasi bandara, Pemkot Bandung akan fokus pada beberapa program utama:
- Pembenahan aksesibilitas kawasan bandara: Pihak berencana melakukan perbaikan infrastruktur jalan utama yang menuju ke Bandara Husein, termasuk perbaikan permukaan jalan dan peningkatan fasilitas parkir untuk menampung penumpang yang lebih banyak.
- Optimalisasi jalur tol: Pengoptimalan jalan keluar tol menuju bandara melalui kawasan PT Dirgantara Indonesia (PT DI) untuk mengurangi risiko kepadatan arus lalu lintas, terutama pada saat musim liburan.
- Pemanfaatan flyover Nurtanio: Infrastruktur jembatan layang Nurtanio yang sudah ada akan dimanfaatkan untuk memperlancar akses masyarakat menuju bandara, sehingga mengurangi kemacetan di area sekitar kawasan bandara dan jalan utama.
Farhan juga menegaskan bahwa spesifikasi fisik Bandara Husein Sastranegara saat ini masih sangat memadai untuk melayani jenis pesawat berbadan sedang seperti Boeing 737 maupun Airbus A320, yang merupakan jenis pesawat paling umum digunakan untuk penerbangan domestik dan internasional regional.
Potensi Dampak Reaktivasi bagi Kota Bandung
Reaktivasi Bandara Husein Sastranegara diharapkan dapat memberikan dampak positif yang signifikan bagi pertumbuhan ekonomi dan pariwisata Kota Bandung. Dengan adanya layanan penerbangan komersial berskala luas, wisatawan dari luar pulau maupun luar negeri akan lebih mudah untuk mengakses Kota Bandung tanpa harus melakukan perpindahan pesawat di bandara lain.
Selain itu, peningkatan lalu lintas penerbangan juga akan mendorong pertumbuhan usaha lokal, seperti usaha perhotelan, restoran, dan usaha jasa wisata di sekitar Kota Bandung. Pemerintah Kota juga berharap reaktivasi ini dapat mengurangi beban lalu lintas di Bandara Abdul Rachman Saleh di Malang, yang saat ini menjadi alternatif utama bagi wisatawan yang ingin mengunjungi Jawa Barat.
Reaktivasi bandara ini juga diperkirakan dapat menciptakan lapangan kerja baru di berbagai sektor, termasuk transportasi, perhotelan, dan jasa pariwisata, yang akan memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat Kota Bandung.
Sampai saat ini, tahapan kajian mendalam oleh Bappenas dan Kemenhan masih berlangsung. Pemerintah Kota Bandung siap untuk berkoordinasi dengan pemerintah pusat dalam menyelesaikan semua persyaratan dan persiapan yang dibutuhkan untuk merealisasikan reaktivasi Bandara Husein Sastranegara.