Pemkot Bandung Luncurkan Langkah Berantas Pungli di TPU Selama Lebaran
Pemkot Bandung menegaskan komitmen memberantas pungli di TPU selama musim ziarah Lebaran, dengan langkah seperti pengawasan ketat dan perbaikan lalu lintas di TPU Nagrog.

Konteks Musim Ziarah dan Masalah Pungli di TPU Bandung
Musim ziarah kubur selama perayaan Lebaran selalu menjadi momen ramai di berbagai tempat pemakaman umum (TPU) di Indonesia, termasuk di Bandung. Namun, keramaian ini seringkali diwarnai dengan praktik pungutan liar (pungli) yang merugikan warga yang ingin mengunjungi makam keluarga. Oknum yang memanfaatkan situasi ini sering meminta biaya tambahan tanpa izin, menambah beban biaya bagi keluarga yang sedang berziarah. Untuk mengatasi masalah ini, Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung telah menegaskan komitmennya untuk memberantas pungli di seluruh TPU di wilayahnya.
Langkah Tepat Sasaran di TPU Nagrog
Salah satu TPU yang menjadi fokus utama penertiban pungli adalah TPU Nagrog. Wali Kota Bandung Muhammad Farhan menjelaskan bahwa kawasan ini bukan hanya menjadi sasaran penanganan pungli, tetapi juga penataan alur lalu lintas dan fasilitas penunjang. Salah satu langkah yang akan diambil adalah mengubah skema arus lalu lintas di jalur Nagrog menjadi satu arah, guna mengurai kemacetan yang kerap terjadi saat musim ziarah.
Farhan juga mengapresiasi kontribusi positif tokoh masyarakat setempat yang telah merelakan lahan pemukiman mereka untuk dijadikan kantong parkir tambahan. Langkah ini diharapkan dapat mengurangi kepadatan kendaraan di area sekitar TPU, sehingga meningkatkan kenyamanan warga yang berziarah.
Pengawasan dan Sinergi Antar Instansi
Menurut Farhan, penertiban pungli di area TPU memiliki tantangan tersendiri, mengingat lokasinya yang sering ramai dan sulit diawasi secara terus-menerus. Oleh karena itu, ia telah memberikan instruksi kepada seluruh jajaran kewilayahan untuk memperketat pengawasan di seluruh TPU, guna membatasi ruang gerak oknum pelaku pungli.
"Sangat sulit bagi kami untuk melakukan penertiban terhadap pungli di TPU. Itu sebabnya saya sudah memberikan arahan kepada seluruh kewilayahan agar betul-betul memperhatikan kenyamanan warga yang sedang melakukan ziarah ke makam keluarga," kata Farhan saat diwawancarai di Bandung, Jumat (27/3).
Ia menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah kota, aparat kewilayahan, dan aparat penegak hukum untuk berhasil memberantas pungli di TPU. Dengan kerja sama yang baik, diharapkan pelaku pungli tidak dapat lepas dari hukum dan tidak dapat melakukan praktik ilegal lagi.
"Kita bekerja sama dengan seluruh kewilayahan agar memastikan pungli ini bisa dihentikan dan dibatasi. Kita ingin memastikan ziarah di pemakaman pada masa libur lebaran ini bisa berjalan dengan lancar, aman, dan tanpa keluhan dari masyarakat," tambahnya.
Konteks Kasus Sebelumnya
Sebelumnya, kasus pungli terhadap keluarga jenazah Covid-19 di TPU Cikadut Bandung juga menjadi perhatian publik. Dalam kasus tersebut, petugas pemikul jenazah dilaporkan meminta biaya tambahan tanpa izin, dan akhirnya diperiksa oleh pihak kepolisian. Kasus ini menunjukkan urgensi langkah penertiban pungli di TPU di Bandung, terutama di tengah musim ziarah yang ramai.
Harapan Masyarakat dan Masa Depan
Dengan adanya langkah-langkah yang diambil oleh Pemkot Bandung, diharapkan masyarakat dapat menjalankan tradisi ziarah kubur selama Lebaran dengan tenang dan tanpa beban biaya tambahan yang tidak resmi. Farhan juga berharap bahwa sinergi antara pemerintah, aparat, dan masyarakat dapat berlangsung terus-menerus, guna mencegah terulangnya praktik pungli di TPU di masa depan.
Selain itu, perubahan arus lalu lintas dan penambahan fasilitas parkir di TPU Nagrog diharapkan dapat mengurangi kemacetan dan meningkatkan kenyamanan warga yang berziarah. Hal ini juga dapat menjadi contoh bagi daerah lain di Indonesia yang menghadapi masalah serupa.