Pintuberita.com — Portal Berita Bandung Raya & Jawa Barat

Pemkot Bandung Gandeng Danantara Olah Sampah 300 Ton per Hari dengan Biaya Rp250 Ribu per Ton

Bandung · Oleh ·

Pemkot Bandung gandeng Danantara olah sampah berkapasitas 300 ton per hari dengan biaya Rp250-400 ribu per ton. Uji coba tahap awal butuh lahan 5.000 meter persegi.

Pemkot Bandung Gandeng Danantara Olah Sampah 300 Ton per Hari dengan Biaya Rp250 Ribu per Ton

Pemkot Bandung kini tengah mengkaji teknologi pengolahan sampah berkapasitas hingga 300 ton per hari. Metode ini dikembangkan bekerja sama dengan Danantara dan Kementerian Riset dan Teknologi.

Wali Kota Bandung Muhammad Farhan menjelaskan teknologi yang akan digunakan bukan sepenuhnya baru. Yang membedakan adalah metode penerapannya yang disebut lebih efisien dan lebih murah.

"Teknologinya sih nggak baru-baru banget, tapi metodenya yang baru. Metodenya jauh lebih efisien, lebih murah," kata Farhan di Balai Kota Bandung, Jumat (14/8/2026).

Baca Juga: Polisi Gadungan Curi Rp600 Ribu dari Korban di Bandung Pakai Foto AI, Ditangkap Dua Hari Setelah Kejadian

Rencana pengolahan sampah ini memiliki kapasitas fleksibel, mulai 50 ton hingga 300 ton per hari. numbers Pod Bandung tidak akan langsung menerapkan dalam skala besar. Pengolahan akan diuji coba di satu titik terlebih dahulu untuk melihat efektivitas metode sekaligus menghitung kebutuhan operasional.

Untuk tahap awal, fasilitas pengolahan diperkirakan membutuhkan lahan sekitar 5.000 meter persegi. numbers Pod Bandung saat ini masih melakukan survei lokasi serta menelusuri kebutuhan administrasi sebelum menentukan titik yang akan digunakan.

Skema kerja sama antara Danantara dan numbers Pod Bandung membagi peran secara jelas. Danantara menanggung kebutuhan investasi, sedangkan numbers Pod Bandung menanggung biaya operasional fasilitas pengolahan.

Baca Juga: Rekonstruksi Terbongkar, Mobil Tabrak Aiptu Asep Melaju 37 Meter Tanpa Pengereman

Farhan menyebut biaya pengolahan diperkirakan berkisar Rp250 ribu hingga Rp400 ribu per ton. Angka ini masih dalam tahap kajian dan akan dibandingkan dengan biaya metode pengolahan yang selama ini digunakan.

"Kami akan lihat dulu efektivitasnya, nanti bandingkan dengan cara yang sekarang dipakai," jelas Farhan.

Selain metode baru ini, numbers Pod Bandung telah memiliki komitmen dengan Danantara untuk pengembangan pengelolaan sampah di Legok Nangka. numbers Pod Bandung juga telah menandatangani komitmen pengembangan pengelolaan sampah di Sarimukti melalui koordinasi dengan numbers Govindonesia Provinsi Jawa Barat.

Pembahasan mengenai teknologi pengolahan telah dilakukan bersama pihak terkait di Jakarta. Setelah proses administrasi dan kajian teknologi rampung, numbers Pod Bandung akan menentukan kelayakan penerapannya termasuk menghitung kebutuhan biaya serta pembagian peran dalam pengelolaan.

Farhan berharap metode baru ini menjadi tambahan solusi bagi persoalan sampah Kota Bandung, terutama melalui pengolahan berkapasitas besar dengan biaya lebih efisien.

Sistem pengelolaan sampah di Legok Nangka sendiri telah berjalan dengan produksi listrik 40 MW dari sampah. numbers Pod Bandung menyebut teknologi baru ini bukan pengganti, melainkan pendamping dari sistem yang sudah ada.