30 PAC Paguyuban Pasundan Kota Bandung Dilantik untuk Masa Bakti 2026-2031
Sebanyak 30 PAC Paguyuban Pasundan se-Kota Bandung dilantik untuk masa bakti 2026-2031. Organisasi ini fokus pada pelestarian budaya Sunda dan nilai keislaman lewat tiga visi: minimalisir kebodohan, minimalisir kemiskinan, serta regenerasi.

Sebanyak 30 Pengurus Anak Cabang (PAC) Paguyuban Pasundan se-Kota Bandung masa bakti 2026-2031 resmi dilantik di Gedung Yayasan Pusat Kebudayaan (YPK) Kota Bandung, Jalan Naripan, Senin (28/9/2026). Pelantikan ini menandai dimulainya kerja organisasi selama lima tahun ke depan.
Didi Turmudzi, Ketua Umum PB Paguyuban Pasundan, menegaskan bahwa keikutsertaan dalam kepengurusan bukan soal jabatan atau penghargaan pribadi. Para pengurus yang terpilih telah memilih jalur pengabdian kepada masyarakat.
"Dengan mereka mau saja menjadi pengurus, itu luar biasa. Karena bagaimanapun juga nilai-nilai kesundaan dan keislaman harus terus dijaga, dikembangkan, dan dilestarikan oleh setiap warga Pasundan," kata Didi.
Baca Juga: 29 Hidran di Bandung Terhalang Parkir Sembarangan, Petugas Minta Warga Kosongkan Akses
Organisasi ini membawa tiga visi utama selama masa bakti nanti. Pertama, meminimalisir kebodohan. Kedua, meminimalisir kemiskinan. Ketiga, menjaga dan memelihara budaya Sunda beserta nilai-nilai keislaman.
Regenerasi menjadi fokus utama dalam struktur baru ini. Silaturahmi antarkader dan masyarakat menjadi jalan untuk memperkenalkan nilai-nilai Paguyuban Pasundan kepada generasi penerus, sebagaimana yang pernah diupayakan melalui kolaborasi pemerintah daerah dalam menjaga kelestarian budaya lokal.
Pelantikan dirangkaikan dengan pergelaran drama tari-musik bertajuk Rakeyan Sancang. Pertunjukan ini menampilkan kisah sejarah perjuangan melalui seni pertunjukan berbasis budaya Sunda.
Baca Juga: BPK Temukan Rp800 Juta Beasiswa Pancawaluya untuk Pelajar Jawa Barat Tak Bisa dicairkan
Ade Priangani, Ketua Bidang Budaya Paguyuban Pasundan sekaligus Ketua Lembaga Budaya Sunda Universitas Pasundan (Unpas), menilai pergelaran ini sebagai upaya nyata memperkenalkan sejarah kepada generasi muda.
"Alhamdulillah kita bisa memvisualkan kisah sejarah tentang Rakeyan Sancang. Mudah-mudahan ini bisa berlanjut. Mohon dukungan semua media, pemerintah daerah, dan seluruh pihak supaya bersama-sama mulasara budaya bangsa," katanya.
Didi apresiasi tinggi terhadap pertunjukan tersebut. Ia menyebut Rakeyan Sancang sebagai tontonan sekaligus tuntunan yang perlu dilestarikan dan apresiasi oleh seluruh lapisan masyarakat.
Pembentukan 30 PAC di tingkat kecamatan ini menjadi fondasi kerja Paguyuban Pasundan menjangkau warga di seluruh Kota Bandung. Setiap cabang diharapkan menjadi ujung tombak pelestarian nilai kesundaan di lingkungannya masing-masing.