Pintuberita.com — Portal Berita Bandung Raya & Jawa Barat

Pemkot Bandung Aktifkan Kembali 6 TPST, Target Kelola 450 Ton Sampah Harian

Bandung · Oleh Nayla Putri ·

Pemkot Bandung mengaktifkan kembali 6 TPST yang sedang dalam pemeliharaan, menargetkan pengolahan sampah mencapai 450 ton per hari dari sebelumnya 350 ton.

Pemkot Bandung Aktifkan Kembali 6 TPST, Target Kelola 450 Ton Sampah Harian

Latar Belakang Aktivasi Kembali TPST

Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Bandung telah meluncurkan langkah krusial untuk mengatasi masalah persampahan daerah dengan mengaktifkan kembali enam Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) raksasa yang sebelumnya dihentikan operasionalnya akibat masa pemeliharaan. Langkah ini diharapkan dapat meningkatkan kapasitas pengolahan sampah harian hingga 450 ton, naik dari kapasitas saat ini sekira 350 ton per hari.

Kepala Bidang Pengelolaan Persampahan dan Limbah B3 DLH Kota Bandung, Salman Faruq, menjelaskan bahwa sebagian besar TPST yang akan diaktifkan kembali berada di lokasi strategis di Kota Bandung, termasuk Nyengseret, Tegallega, dan Cicukang Holis. Selain itu, ada satu fasilitas pengolahan sampah yang berada di lahan milik Tentara Nasional Indonesia (TNI) di kawasan Secapa, yang saat ini sedang melalui proses koordinasi intensif untuk dapat dioperasikan kembali.

"Jadi rencananya yang kita lakukan adalah aktivasi dari TPST yang kemarin sempat ada masa pemeliharaan seperti di Nyengseret, Tegallega, Cicukang Holis, itu akan kita aktifkan kembali," kata Salman dalam wawancara di Bandung, Kamis.

Persiapan Operasional yang Matang

Salman menegaskan bahwa proses aktivasi kembali TPST tidak dapat dilakukan secara instan, karena membutuhkan persiapan yang matang dari sisi administrasi dan teknis. Saat ini, tim DLH sedang bekerja keras untuk melengkapi berbagai dokumen yang diperlukan serta memastikan semua infrastruktur di enam lokasi TPST siap digunakan agar operasional berjalan optimal tanpa hambatan.

Selain itu, DLH juga terus menjalin kerja sama dengan berbagai pihak terkait, termasuk TNI, untuk memastikan semua fasilitas pengolahan sampah dapat berjalan sesuai rencana. Khusus untuk fasilitas di Secapa, pihaknya terus melakukan komunikasi intensif untuk mengaktifkan teknologi pengolahan sampah yang sudah terpasang di lokasi tersebut.

"Kita terus komunikasi untuk mengaktifkan teknologi pengolahan yang sudah terpasang di sana [Secapa]," ujar Salman.

Program Pengurangan Sampah dari Sumber

Selain meningkatkan kapasitas pengolahan sampah melalui aktivasi TPST, DLH Kota Bandung juga terus mendorong program pengurangan sampah dari sumbernya. Salah satu program yang sedang dikembangkan adalah pengolahan sampah organik berbasis masyarakat, seperti program Gaslah yang telah menunjukkan kinerja yang cukup baik.

Menurut Salman, program Gaslah telah mampu melebihi target awal pengolahan sampah organik sekira 40 ton per hari. Selain itu, DLH juga mendorong implementasi teknologi pengolahan sampah organik lainnya, seperti komposting dan rumah maggot, di berbagai tingkat kewilayahan di Kota Bandung.

"Program pengolahan sampah organik berbasis masyarakat seperti Gaslah menunjukkan kinerja yang cukup baik. Bahkan, target pengolahan kerap terlampaui dari target awal sekitar 40 ton per hari," tambah Salman.

Dampak dan Harapan ke Depan

Dengan kombinasi aktivasi kembali TPST dan pengembangan program pengurangan sampah dari sumbernya, diharapkan Kota Bandung dapat mengurangi jumlah sampah yang menumpuk di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) dan mencapai target pengolahan sampah yang lebih tinggi. Langkah ini juga diharapkan dapat memberikan dampak positif bagi lingkungan dan kualitas hidup warga Kota Bandung, dengan mengurangi pencemaran lingkungan akibat penumpukan sampah.