Arkiv Vilmansa Buka Pengalaman Imersif Sulu in Wo(u)nderland di Lantai 5 Hompimplay Bandung
Arkiv Vilmansa membuka Sulu in Wo(u)nderland di lantai 5 Hompimplay Bandung, konsep yokocho imersif yang menggabungkan kuliner, karakter, dan eksplorasi.

Hompimplay di Jalan Braga kini menjadi rumah bagi dunia yang sebelumnya hanya bisa dilihat di layar atau dinding. Mulai September 2026, Arkiv Vilmansa membuka Sulu in Wo(u)nderland di lantai 5 gedung tersebut, sebuah konsep pengalaman di mana pengunjung tidak lagi sekadar memandang karya, tetapi diajak berjalan masuk ke dalam cerita.
Berbeda dari galeri seni pada umumnya, Sulu in Wo(u)nderland dirancang menyerupai yokocho, lorong-lorong kecil bergaya Jepang yang tersebar di beberapa titik. Pengunjung berpindah dari satu area ke area lainnya untuk menemukan karakter, mencicipi kuliner, dan mengikuti jejak Sulu, entitas baru dalam semesta Arkiverse.
Di sepanjang lorong, tersedia ramen bar dan matcha bar sebagai bagian dari perjalanan. Pengalaman tidak dimulai ketika makanan tiba di meja, melainkan sejak pengunjung melangkahkan kaki ke dalam ruang dan bertemu dengan elemen visual yang membawa cerita.
Baca Juga: Teja Paku Alam Kembali Jadi Starter, Persib Tantang Persija di SUGBK dengan Misi Curi Poin
"Lewat Sulu, saya ingin melihat sejauh apa karakter ini bisa berkembang dan dibawa ke berbagai bentuk pengalaman, termasuk kuliner," kata Arkiv Vilmansa, Artist & Creator of Sulu in Wo(u)nderland. Sulu sendiri memiliki identitas visual yang khas, terutama sepasang mata yang membedakannya dari karakter-karakter Arkiv sebelumnya.
Pendekatan character-driven menjadiĉ ¸ dari konsep ini. Karakter, signage, objek, hingga detail interior disusun agar pengunjung bisa berhenti, melihat lebih dekat, menemukan sesuatu, lalu melanjutkan perjalanan. Pengalaman ini diperkuat oleh tiga elemen interaktif bernama Ark Passport, Ark Coins, dan Ark XP yang mencatat setiap langkah pengunjung sejak masuk hingga mengenal lebih jauh dunia Sulu.
Di Bandung, panggung kreatif untuk seniman lokal yang merambah ke ranah pengalaman langsung masih terbatas. Hadirnya Sulu in Wo(u)nderland menawarkan preseden baru bagi kreator Bandung untuk membangun kekayaan intelektual yang tidak hanya divisualisasikan, tetapi juga dibuat bisa dialami publik secara langsung.
Arkiv berharap karakter ciptaannya bisa tumbuh melampaui batas visual dan menjangkau pengalaman yang lebih luas. "Sulu yang dibuat beberapa tahun lalu, diharapkan bisa merepresentasikan perjalanan karya saya, dari Indonesia ke dunia yang lebih global," katanya.