Pemkab Garut Pastikan Distribusi BBM dan Elpiji Sesuai Regulasi Lebaran
Pemerintah Kabupaten Garut bersama Hiswana Migas dan Pertamina menjamin distribusi BBM dan elpiji sesuai regulasi, guna menjaga stabilitas ketersediaan energi bagi masyarakat selama periode mudik Lebaran 2026.

Pemerintah Kabupaten Garut telah menegaskan komitmen penuh untuk menjamin distribusi bahan bakar minyak (BBM) dan elpiji sesuai ketentuan peraturan yang berlaku, guna memastikan stabilitas ketersediaan energi bagi seluruh masyarakat di wilayahnya. Kolaborasi dengan berbagai pemangku kepentingan, termasuk Himpunan Wiraswasta Nasional Minyak dan Gas Bumi (Hiswana Migas) serta perwakilan Pertamina, menjadi kunci utama keberhasilan upaya ini, terutama menjelang dan selama periode mudik Lebaran 2026.
Komunikasi Intensif untuk Antisipasi Tantangan
Bupati Garut Abdusy Syakur Amin menyatakan bahwa pemerintah daerah telah meningkatkan intensitas komunikasi antara instansi pemerintah, pelaku usaha energi, dan masyarakat guna menghadapi potensi tantangan yang mungkin muncul dalam distribusi energi. Menurutnya, langkah antisipasi dini ini perlu dilakukan untuk menghindari kekurangan stok atau gangguan penyaluran yang bisa mengganggu aktivitas sehari-hari masyarakat.
"Alhamdulillah, kami segera membuat semacam komunikasi lebih intens di antara pemerintah, pelaku usaha dan masyarakat. Karena, melibatkan tantangan ke depan yang lebih kompleks yang mengharuskan kita menyikapi dari awal dan antisipasi sejak dini," ujarnya pada Minggu (29/3/2026).
Ia menambahkan bahwa kehadiran perwakilan Pertamina dan pengusaha energi lokal sangat penting untuk menjaga ketersediaan energi yang merata di seluruh wilayah Kabupaten Garut.
Peran Strategis Hiswana Migas dalam Memastikan Kepatuhan
Ida Hidayatulloh, Ketua Hiswana Migas DPC Kabupaten Garut, menekankan bahwa forum yang dibentuk bukan hanya sebagai ajang silaturahmi antar pelaku usaha, melainkan ruang diskusi strategis untuk memastikan penyaluran elpiji dan BBM berjalan sesuai prosedur dan regulasi. Dia menambahkan bahwa pengusaha SPBU dan agen elpiji menjadi ujung tombak pelayanan energi kepada masyarakat, sehingga perlu menjaga integritas dan profesionalisme dalam menjalankan operasional.
"Kami menekankan para pengusaha SPBU dan agen elpiji merupakan ujung tombak pelayanan energi hingga mengajak seluruh anggota menjaga integritas dalam kepatuhan terhadap regulasi yang berlaku. Kita dituntut selalu menjaga integritas, profesionalisme dan kepatuhan terhadap regulasi berlaku serta kita berharap melalui kebersamaan agar tercipta komunikasi lebih terbuka, harmonis, produktif dalam menjaga distribusi tepat dan adil bagi masyarakat," paparnya.
Menurutnya, upaya bersama ini juga bertujuan untuk menciptakan sinergi antar pemangku kepentingan guna menjaga stabilitas energi di daerah yang dicintai, sekaligus mendukung kelancaran ekonomi lokal.
Penyaluran Energi Selama Masa Satgas Lebaran 2026
Perwakilan Pertamina Jamal Bachtiar mengungkapkan bahwa masa Satuan Tugas (Satgas) Lebaran yang berjalan sejak H-14 hingga H+14 akan berakhir pada 1 April 2026. Menurutnya, penyaluran energi di Kabupaten Garut selama periode mudik dan balik berjalan dengan lancar, dengan stok BBM dan elpiji yang cukup aman untuk memenuhi kebutuhan masyarakat.
"Alhamdulillah, penyaluran di Kabupaten Garut berjalan lancar stok BBM dan elpiji cukup aman. Pertamina dengan terbuka untuk melakukan koordinasi, kolaborasi dalam mendukung program pemerintah khususnya," pungkasnya.
Ia menambahkan bahwa Pertamina siap untuk terus berkoordinasi dengan pemerintah daerah dan pemangku kepentingan lainnya guna memastikan bahwa distribusi energi tetap stabil bahkan setelah masa Satgas Lebaran berakhir.
Stabilitas ketersediaan BBM dan elpiji menjadi salah satu faktor kunci bagi kelancaran aktivitas masyarakat, terutama selama periode mudik Lebaran yang biasanya meningkatkan permintaan energi secara signifikan. Dengan kolaborasi antara pemerintah daerah, Hiswana Migas, dan Pertamina, Kabupaten Garut berharap dapat menghindari kekurangan stok dan gangguan penyaluran, sehingga masyarakat dapat menjalankan aktivitas sehari-hari dengan nyaman.