Pemkab Bandung Perkuat Pentahelix Tangani Banjir Sungai Cisunggalah
Pemerintah Kabupaten Bandung memperkuat kolaborasi pentahelix untuk menangani banjir Sungai Cisunggalah di Solokanjeruk, dengan anggaran Rp12 miliar dan langkah pengamanan sungai serta penertiban bangunan ilegal di badan sungai.

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bandung, Jawa Barat, telah memperkuat kolaborasi lintas sektor melalui forum pentahelix sebagai strategi utama dalam menangani banjir berulang di wilayah Solokanjeruk, khususnya di sepanjang Sungai Cisunggalah. Langkah ini diumumkan oleh Bupati Bandung Dadang Supriatna dalam pertemuan lokal akhir pekan ini.
Penyebab Utama Banjir di Solokanjeruk
Kepala Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman dan Pertanahan Kabupaten Bandung Enjang Wahyudin menjelaskan bahwa salah satu faktor utama banjir di wilayah ini adalah penyempitan aliran Sungai Cisunggalah akibat bangunan ilegal di badan sungai.
"Lebar sungai yang semula mencapai 8 meter kini hanya tersisa 3 hingga 4 meter akibat 128 rumah yang berdiri di areal sungai," ujar Enjang dalam keterangan resmi.
Dia menambahkan bahwa tim satgas telah dibentuk untuk melakukan pendataan dan memberikan peringatan kepada warga yang mendirikan bangunan di zona rawan banjir tersebut.
Keberhasilan Pentahelix di Wilayah Lain
Bupati Dadang Supriatna menegaskan bahwa program pentahelix telah terbukti efektif dalam menangani banjir di beberapa wilayah lain di Kabupaten Bandung, seperti Rancaekek, Cicalengka, dan Cikancung.
"Di ketiga wilayah tersebut, kami berhasil menyelesaikan normalisasi 12 kilometer aliran sungai dalam waktu 100 hari kerja melalui kolaborasi pentahelix," kata Dadang.
Dia menambahkan bahwa strategi ini akan diadaptasi untuk penanganan Sungai Cisunggalah, dengan dukungan penuh dari para pengusaha dan koordinasi lintas pihak.
Rencana Anggaran dan Dukungan Pusat
Total anggaran yang dibutuhkan untuk penanganan banjir di Solokanjeruk mencapai sekitar Rp12 miliar, dibagi menjadi dua komponen utama:
- Rp2 miliar: Untuk pembangunan 15 jembatan baru dan pembongkaran 56 jembatan lama yang menghambat aliran sungai
- Rp10 miliar: Untuk pembangunan tembok penahan tanah (TPT) sepanjang 5 kilometer, bersumber dari dana Balai Besar Wilayah Sungai Citarum
Selain itu, Pemkab Bandung juga mendorong pemerintah pusat untuk mempercepat penanganan banjir di wilayah ini, termasuk melalui koordinasi dengan Wakil Ketua DPR RI Cucun Ahmad Syamsurijal. Dadang menjelaskan bahwa dorongan tidak hanya bersifat material, tetapi juga melibatkan perbaikan kebijakan pendukung.
Langkah Pencegahan Jangka Panjang
Selain penanganan langsung terhadap Sungai Cisunggalah, Pemkab Bandung juga merencanakan langkah pencegahan jangka panjang untuk mengurangi risiko banjir di wilayah sekitar, antara lain:
- Normalisasi sungai di beberapa titik rawan banjir
- Pembangunan embung di Desa Tegalluar dan Desa Sukamanah
- Peningkatan sistem pemantauan bencana banjir
Harapan untuk Masa Depan
Dadang menyatakan bahwa ia optimis bahwa kolaborasi pentahelix akan berhasil menuntaskan penanganan banjir di Solokanjeruk dan Majalaya. Dia berharap sinergi antara semua pihak ini dapat memperlancar aliran sungai dan mengantisipasi bencana banjir di masa mendatang.