Pintuberita.com — Portal Berita Bandung Raya & Jawa Barat

Pemkab Bandung Gelar GPM Antisipasi Kenaikan Harga Sembako

Bandung · Oleh Salsa Maharani ·

Pemkab Bandung melaksanakan gerakan pangan murah di Desa Tegalluar guna antisipasi kenaikan harga sembako, beserta penyaluran zakat mal kepada masyarakat rentan

Pemkab Bandung Gelar GPM Antisipasi Kenaikan Harga Sembako

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bandung terus memperkuat strategi pengendalian inflasi daerah melalui intervensi pasar secara langsung, salah satunya melalui gerakan pangan murah (GPM) yang diluncurkan di Desa Tegalluar, Kecamatan Bojongsoang. Kegiatan ini berlangsung pada Jumat, 6 Maret 2026, dan menyasar ribuan warga di kawasan Sapan.

Tujuan dan Strategi Pengendalian Inflasi

Kegiatan GPM ini diinisiasi oleh Dinas Ketahanan Pangan dan Perikanan (Dispakan) bersama Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disperdagin) Kabupaten Bandung, yang dijadikan instrumen kunci pemerintah daerah dalam menjaga stabilitas harga dan keterjangkauan daya beli masyarakat di tengah fluktuasi harga komoditas pokok. Bupati Bandung Dadang Supriatna menegaskan bahwa GPM bukan sekadar acara seremonial, melainkan upaya sistematis untuk menekan laju inflasi di level akar rumput.

"Gerakan pangan murah ini akan disebar secara merata di seluruh kecamatan se-Kabupaten Bandung. Harapan kami, langkah ini efektif menstabilkan harga sembako dan menjaga angka inflasi tetap terkendali," ungkap Dadang.

Detil Kegiatan Gerakan Pangan Murah

Dalam pelaksanaannya, Pemkab Bandung menggandeng berbagai mitra usaha dan produsen pangan untuk memotong rantai distribusi, sehingga harga yang sampai ke tangan masyarakat jauh di bawah harga pasar. Selain itu, pemerintah juga memberikan subsidi khusus sebesar Rp20 ribu per kupon untuk setiap pembelian bahan pokok. Sebanyak 2.500 paket sembako disiapkan untuk warga Desa Tegalluar dan sekitarnya, yang diikuti oleh antusiasme warga dari 14 RW yang mengantre sejak pagi hari. Kegiatan ini menjadi wadah bagi masyarakat untuk mendapatkan kebutuhan pokok dengan harga yang lebih terjangkau.

Monitoring Harga Pasar Secara Rutin

Di tempat yang sama, Plt Kepala Disperdagin Kabupaten Bandung Dicky Anugrah menyatakan bahwa pihaknya rutin melakukan monitoring harga di pasar-pasar tradisional untuk menentukan titik-titik mana yang memerlukan intervensi GPM secara prioritas.

"Kami terus memantau fluktuasi harga di seluruh pasar tradisional untuk memastikan bahwa intervensi GPM tepat sasaran dan memberikan manfaat maksimal kepada masyarakat," jelas Dicky.

Agenda Kemanusiaan Bersamaan Ketahanan Pangan

Selain fokus pada penguatan ekonomi dan ketahanan pangan, Dadang juga menyelipkan agenda kemanusiaan dalam momentum ini. Momentum GPM dimanfaatkan untuk menyalurkan zakat mal kepada kelompok masyarakat rentan di Desa Tegalluar.

"Tahun ini, zakat mal kami salurkan kepada 1.063 penerima manfaat yang terdiri dari anak yatim, fakir miskin, dan kaum jompo di 14 RW Desa Tegalluar," katanya.

Angka ini tercatat mengalami penurunan dari tahun sebelumnya yang mencapai 1.800 orang, mengindikasikan adanya pergerakan data kesejahteraan sosial di wilayah tersebut. Dadang berharap bantuan ini dapat membantu meringankan kebutuhan warga menjelang Idulfitri.

"Semoga ikhtiar kita dalam menjaga stabilitas pangan dan membantu sesama ini selalu mendapatkan keberkahan. Kami memohon doa agar dalam mengemban tugas ini selalu amanah," katanya.