Pemda Sumedang Leluasa Menata Cagar Budaya
Kepala Bidang Kebudayaan Disparbudpora Sumedang, Moch. Budi Akbar mengungkapkan Menbud Fadli Zon sangat mengapresiasi pelestarian cagar budaya di Sumedang, termasuk Makam Cut Nyak Dien dan Museum Prabu Geusan Ulun, serta mendukung revitalisasi menjadi wisata edukasi.

Sumedang Dapat Apresiasi Nasional: Menbud Fadli Zon Puji Pelestarian Cagar Budaya dan Wisata Edukasi
Apresiasi Nasional untuk Pelestarian Cagar Budaya Sumedang
Pada Selasa (20/1/2026), Kepala Bidang Kebudayaan pada Dinas Pariwisata Kebudayaan Pemuda dan Olahraga (Disparbudpora) Kabupaten Sumedang, Moch. Budi Akbar mengungkapkan bahwa Menteri Kebudayaan RI, Fadli Zon sangat mengapresiasi upaya pelestarian cagar budaya di wilayahnya. Kunjungan Menbud Fadli Zon ke Sumedang menjadi salah satu kunjungan terpanjang dalam turnya ke berbagai daerah di Indonesia, dimulai dari pagi hingga senja hari.
Mengapa Sumedang Menjadi Fokus Perhatian Menbud?
Menurut Budi Akbar, ada beberapa alasan mengapa Sumedang menarik perhatian khusus dari Menbud Fadli Zon:
- Situs Cagar Budaya yang Terpelihara Baik: Sumedang memiliki situs seperti Makam Cut Nyak Dien (satu-satunya cagar budaya nasional di daerah ini) dan Museum Prabu Geusan Ulun yang masih dalam kondisi sangat baik dan lestari.
- Dampak Multi-Efek yang Jelas: Pelestarian situs sejarah di Sumedang tidak hanya melestarikan warisan budaya, tetapi juga memberikan manfaat bagi ekonomi masyarakat, pendidikan, dan pariwisata lokal.
"Seorang tim dari Balai Pelestarian Kebudayaan Cabang IX Kementerian Kebudayaan menyampaikan bahwa kunjungan di Sumedang merupakan yang paling lama. Pak Menteri kaget juga bahwa tinggalan sejarah di Sumedang masih terpelihara dengan baik, lestari, dan nampak sangat bermanfaat multi efek," ujar Budi Akbar.
Manfaat Penetapan Cagar Budaya bagi Sumedang
Budi Akbar menjelaskan bahwa penetapan situs sebagai cagar budaya memberikan beberapa manfaat penting bagi Kabupaten Sumedang:
- Perlindungan Hukum: Situs mendapatkan perlindungan hukum yang mencegah kerusakan atau modifikasi yang tidak sesuai dengan nilai sejarahnya.
- Keleluasan Penataan Kawasan: Pemerintah Daerah dapat melakukan penataan fisik dan estetika di kawasan cagar budaya untuk meningkatkan kenyamanan pengunjung tanpa merusak nilai sejarah.
- Potensi Wisata Edukasi: Menbud Fadli Zon menyarankan agar situs cagar budaya di Sumedang dioptimalkan menjadi wisata edukasi yang mengajarkan sejarah dan nilai budaya kepada generasi muda, serta pengunjung dari luar daerah.
"Tinggalan sejarah di Sumedang merupakan bukti cikal bakal berdirinya NKRI," tegas Budi Akbar, menekankan bahwa situs ini bukan hanya warisan lokal, tetapi juga bagian dari identitas nasional Indonesia.
Rencana Revitalisasi Cagar Budaya Sumedang
Saat ini, Pemerintah Kabupaten Sumedang sedang melakukan persiapan bersama lintas OPD untuk merencanakan revitalisasi situs cagar budaya yang dikunjungi oleh Menbud Fadli Zon. Langkah-langkah yang akan dilakukan meliputi:
- Kerjasama antara Bapperida, DLHK, dan Disparbudpora untuk menyusun proposal revitalisasi.
- Pengajuan proposal tersebut ke Pemerintah Pusat untuk mendapatkan dukungan dana dan bantuan teknis.
"Kami berharap dengan apresiasi dari Menbud Fadli Zon, Pemerintah Pusat akan memberikan perhatian lebih terhadap pemajuan kebudayaan di Kabupaten Sumedang," tutup Budi Akbar. Revitalisasi ini diharapkan dapat meningkatkan kualitas situs cagar budaya, menarik lebih banyak pengunjung, dan memberikan manfaat yang lebih besar bagi masyarakat lokal.