Pembangunan Halte BRT: 232 Titik Mulai Dikerjakan di Kota Bandung
Pembangunan 232 halte BRT di Kota Bandung telah dimulai, tersebar di 22 kecamatan. Proyek ini bagian program Kementerian Perhubungan Cekungan Bandung dan target selesai akhir 2026.

Layanan Bus Rapid Transit (BRT) di Kota Bandung telah memasuki tahap konstruksi resmi, dengan pembangunan 232 titik halte yang tersebar di seluruh wilayah kota. Kepala Seksi Sarana dan Prasarana Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Bandung, Ferlian Hadi, mengumumkan perkembangan proyek ini pada Jumat, 6 Maret 2026.
Gambaran Umum Proyek Cekungan Bandung
Ferlian menegaskan bahwa proyek ini merupakan bagian dari program Kementerian Perhubungan yang mencakup seluruh kawasan Cekungan Bandung.
"Untuk halte off corridor jumlahnya ada 256 titik di wilayah Cekungan Bandung. Dari jumlah tersebut, 232 titik berada di Kota Bandung dan sisanya 24 titik berada di Kota Cimahi,"
Halte ini akan tersebar di 22 kecamatan di Kota Bandung, menjangkau sebagian besar wilayah perkotaan.
Jenis dan Sebaran Halte BRT di Kota Bandung
Ferlian menjelaskan bahwa halte BRT di Kota Bandung dibagi menjadi tiga kategori berdasarkan ukuran dan fungsi:
- Bus Pole: Sebanyak 172 titik berupa tiang penanda halte sederhana
- Small Shelter: 80 titik dengan tempat berlindung kecil untuk penumpang
- Big Shelter: 4 titik dengan fasilitas lengkap, yang akan dibangun di empat lokasi strategis:
- Stasiun Hall Bandung
- Jalan Merdeka
- Summarecon Mall Bandung
- Stasiun Kiaracondong
Selain berdasarkan ukuran, halte ini juga terbagi berdasarkan jenis jalan yang dilalui:
- 38 titik di jalan nasional
- 45 titik di jalan provinsi
- 149 titik di jalan kota
Tahap Awal Konstruksi dan Lokasi Awal Pekerjaan
Saat ini, konstruksi halte off corridor telah dimulai di beberapa lokasi strategis. Dari total 232 titik di Kota Bandung, sekitar 27 titik telah memasuki tahap persiapan konstruksi, antara lain di kawasan Jalan Soekarno-Hatta, sekitar Stadion GBLA, Jalan Ramdan, BKR, Wastukancana, Dago, dan Jalan Merdeka. Pekerjaan saat ini masih berada pada tahap awal, yaitu pembongkaran lahan yang terhalang dan persiapan infrastruktur dasar untuk halte.
Jenis Koridor BRT: On dan Off Corridor
Proyek BRT ini juga membedakan dua jenis jalur dan halte yang dirancang untuk memenuhi kebutuhan transportasi yang berbeda:
- On Corridor: Jalur khusus BRT yang dipisahkan dari kendaraan umum lainnya dengan separator, mirip dengan sistem busway yang sudah ada di beberapa kota. Jumlah halte on corridor yang akan dibangun adalah sekitar 37 titik.
- Off Corridor: Jalur yang menggunakan mix traffic, yaitu berbagi ruang dengan kendaraan lain. Jenis halte ini yang saat ini sedang dalam tahap konstruksi di berbagai lokasi.
Timeline dan Rencana Masa Depan
Menurut timeline yang ditetapkan oleh Kementerian Perhubungan, seluruh pembangunan halte BRT baik on maupun off corridor ditargetkan selesai pada akhir tahun 2026. Pemerintah Kota Bandung telah turut berperan aktif dalam mendukung proyek ini, mulai dari membantu proses perizinan hingga penyiapan lahan untuk lokasi konstruksi.
Setelah selesai dibangun, pengelolaan layanan BRT akan diserahkan sepenuhnya ke Pemerintah Provinsi Jawa Barat. Saat ini, Dishub Jabar telah menunjuk PT Jasa Sarana sebagai operator sementara untuk mengelola dan menjalankan layanan ini. Selain itu, layanan BRT juga akan diintegrasikan dengan moda transportasi umum lain, seperti angkutan kota yang akan berperan sebagai feeder untuk mengumpankan penumpang ke koridor BRT.
Imbauan untuk Masyarakat Selama Pembangunan
Selama proses pembangunan berlangsung, masyarakat diimbau untuk tetap berhati-hati saat melintas di sekitar lokasi pekerjaan agar terhindar dari risiko kecelakaan. Bagi yang memiliki keluhan atau masukan terkait pelaksanaan pembangunan BRT, dapat menghubungi layanan aduan yang disediakan di nomor 0813-1436-704.
Pembangunan halte BRT ini diharapkan dapat memberikan dampak positif yang signifikan bagi Kota Bandung, yaitu meningkatkan aksesibilitas transportasi umum, mengurangi kemacetan lalu lintas, dan mendukung program transportasi berkelanjutan di Cekungan Bandung.