Pintuberita.com — Portal Berita Bandung Raya & Jawa Barat

Peluang Jelekong Menjadi Lokasi Pembangkit Sampah Energi Listrik di Bandung Raya

Bandung · Oleh Salsa Maharani ·

Kawasan Jelekong di Kabupaten Bandung berpeluang jadi lokasi PSEL Bandung Raya setelah tinjauan awal KLH, namun masih membutuhkan koordinasi lintas pemerintah dan survei teknis lanjutan.

Peluang Jelekong Menjadi Lokasi Pembangkit Sampah Energi Listrik di Bandung Raya

Kawasan Jelekong di Kabupaten Bandung, Jawa Barat, kini menjadi salah satu kandidat lokasi pengembangan Pembangkit Sampah Menjadi Energi Listrik (PSEL) di wilayah Bandung Raya. Keputusan ini muncul setelah hasil tinjauan awal dari Kementerian Lingkungan Hidup (KLH) menilai kawasan tersebut layak secara teknis untuk dijadikan lokasi proyek pengelolaan limbah menjadi energi alternatif.

Tinjauan Awal yang Mengukuhkan Kelayakan Teknis

Tinjauan awal yang dilakukan oleh KLH menjadi titik awal peluang Jelekong sebagai lokasi PSEL. Menurut evaluasi pemerintah pusat, kawasan ini memenuhi syarat teknis dasar untuk pengembangan proyek skala besar pengelolaan sampah menjadi listrik. Namun, pihak berwenang menegaskan bahwa penetapan lokasi final tidak dapat dilakukan secara terburu-buru, mengingat masih ada sejumlah tahapan penting yang harus dilalui sebelum proyek dapat dimulai.

Tahapan Koordinasi dan Survei Teknis Lanjutan

Wali Kota Bandung Muhammad Farhan menjelaskan bahwa Pemerintah Kota Bandung telah memulai koordinasi dengan berbagai pihak terkait, termasuk Pemerintah Provinsi Jawa Barat dan Pemerintah Kabupaten Bandung. Selain itu, tim teknis akan melakukan survei lanjutan untuk mengumpulkan data lebih detail mengenai kondisi lokasi, dampak potensial, dan kesiapan infrastruktur pendukung.

"Memang secara tinjauan awal dari Menteri Lingkungan Hidup, Jelekong dinilai layak. Tapi tetap harus kita konfirmasi melalui pembicaraan lintas pemerintah dan survei teknis agar mendapatkan rekomendasi resmi," ujarnya saat ditemui di Bandung, Selasa (31/3/2026).

Farhan menegaskan bahwa komunikasi dengan Pemerintah Kabupaten Bandung telah berjalan dan akan terus diperkuat dalam waktu dekat. Agenda pembahasan lanjutan proyek ini juga telah dijadwalkan berlangsung di Jakarta dan Bandung dalam waktu dekat, dengan tujuan untuk mematangkan rencana pengembangan dan mengatasi segala kendala yang mungkin muncul.

Antisipasi Dampak Sosial dan Infrastruktur Pendukung

Selain aspek teknis, pemerintah juga telah mulai mengantisipasi potensi dampak sosial yang mungkin muncul di masyarakat sekitar lokasi rencana pembangunan. Farhan menyatakan bahwa konflik sosial adalah salah satu risiko yang harus dihindari, sehingga pihaknya telah merencanakan pembangunan infrastruktur akses khusus dari Tegalluar ke Jelekong. "Infrastruktur akses ini dirancang untuk tidak mengganggu aktivitas sehari-hari warga sekitar, sehingga operasional proyek dapat berjalan lancar tanpa menimbulkan gangguan," jelasnya. Farhan menambahkan bahwa pembangunan infrastruktur akses menjadi aspek krusial untuk memastikan bahwa proyek PSEL dapat berjalan optimal di masa depan, tanpa menimbulkan dampak negatif bagi lingkungan sekitar maupun aktivitas masyarakat. Tanpa infrastruktur yang memadai, proyek pengelolaan sampah akan sulit dioperasikan dan berpotensi menimbulkan masalah baru.

Solusi Jangka Panjang untuk Pengelolaan Sampah dan Energi Alternatif

Rencana pengembangan PSEL di Bandung Raya diharapkan dapat menjadi salah satu solusi jangka panjang dalam mengatasi masalah pengelolaan sampah yang semakin kompleks di wilayah ini. Selain itu, proyek ini juga akan mendukung pemanfaatan energi alternatif berbasis limbah, yang dapat mengurangi ketergantungan pada bahan bakar fosil dan membantu mencapai target pengurangan emisi gas rumah kaca. Saat ini, Bandung Raya menghadapi tantangan serius dalam pengelolaan sampah, dengan jumlah limbah harian yang terus meningkat dan tempat pembuangan akhir yang hampir mencapai kapasitas maksimal. PSEL bukan hanya dapat mengurangi volume sampah yang dibuang ke TPA, tetapi juga menghasilkan energi listrik yang dapat digunakan untuk memenuhi kebutuhan listrik di wilayah lokal.