Pelajar Bandung Sukses Cuan dari Hobi Roblox, Desain Hingga Rp750 Ribu
Pelajar SMA Bandung Naura Balqis Azkiya menjadikan hobi bermain Roblox sebagai usaha desain grafis, dengan klien internasional dan penghasilan hingga Rp750 ribu per karya.

KOTA BANDUNG – Hobi bermain game Roblox bukan hanya sekadar hiburan bagi Naura Balqis Azkiya, siswi kelas X SMA Taruna Bakti Bandung. Kegiatan yang awalnya dilakukannya untuk mengisi waktu luang kini telah berubah menjadi sumber penghasilan yang menjanjikan, dengan klien dari berbagai negara internasional dan tarif hingga Rp750 ribu per desain grafis.
Perjalanan Awal Hobi ke Dunia Desain
Naura mulai mengenal Roblox sejak usia sekolah dasar. Awalnya, ia hanya bermain game seperti kebanyakan anak seusianya, tetapi seiring waktu, ketertarikannya beralih ke aspek desain grafis di platform tersebut. Mulai dari membuat logo, thumbnail, render, hingga animasi untuk proyek di Roblox, ia mulai mengembangkan keterampilannya secara otodidak saat memasuki masa SMP.
Belajar Otodidak dan Pesanan Pertama
Tanpa mengikuti kursus formal, Naura belajar melalui eksperimen dan referensi digital. Hasil desainnya menarik perhatian teman-temannya, yang kemudian memesan desain untuk kebutuhan pribadi dan proyek di Roblox. Pesanan pertama datang dari lingkaran pertemanan, tetapi perlahan meluas hingga ke pengguna luar negeri berkat cakupan internasional platform Roblox. Kliennya berasal dari Amerika Serikat dan Australia, yang biasanya menghubunginya melalui fitur pesan langsung di media sosial.
"Awalnya iseng saja, tapi ternyata banyak yang suka. Dari situ mulai banyak pesanan, bahkan dari luar negeri," ujar Naura pada Sabtu (25/4/2026).
Tarif dan Keseimbangan Antara Pendidikan dan Karier
Setiap proyek desain yang dikerjakan Naura diberi tarif mulai dari 30 hingga 43 dolar AS per desain, yang jika dikonversi ke rupiah berkisar antara Rp500 ribu hingga Rp750 ribu, tergantung pada tingkat kerumitan pekerjaan. Meskipun penghasilannya signifikan untuk seorang pelajar, Naura membatasi jumlah pekerjaan agar tidak mengganggu kegiatan akademiknya, memilih untuk menjaga keseimbangan antara pendidikan dan aktivitas kreatifnya. Hingga saat ini, penghasilan yang telah dikumpulkannya mencapai hampir Rp25 juta.
Naura dikenal sebagai siswi yang konsisten berada di peringkat 10 besar di kelasnya, membuktikan bahwa aktivitas kreatifnya tidak mengganggu prestasi sekolahnya. Selain desain grafis, ia juga memiliki minat lain, seperti bermain gitar dan berkuda.
Fenomena Peluang Kreatif bagi Pelajar Melalui Platform Global
Kesuksesan Naura juga menunjukkan potensi besar bagi pelajar di Indonesia untuk menjadikan hobi sebagai sumber penghasilan, terutama dengan adanya platform digital internasional yang memudahkan akses ke pasar global. Banyak kreator muda yang awalnya hanya bermain game kini dapat mengubah keterampilan mereka menjadi usaha yang menguntungkan, tanpa harus memiliki jaringan luas atau modal besar.
Dukungan Orangtua yang Berubah
Awalnya, orangtua Naura khawatir melihatnya terlalu sering bermain game, bahkan pernah melarangnya karena takut aktivitas tersebut mengganggu pendidikan.
"Dulu sempat dimarahi Ayahnya karena main game terus. Takut nggak ada masa depan dan ganggu sekolah," ucap ibunya, Elmira.
Namun, pandangan mereka berubah setelah mengetahui bahwa hobi gamenya justru menghasilkan uang. Sejak saat itu, orangtua Naura memberikan dukungan penuh dengan catatan bahwa ia tetap harus mengutamakan pendidikan. Elmira sendiri mengaku bangga melihat anaknya mampu mandiri sejak dini dan berharap bakat desainnya bisa terus dikembangkan, bahkan membuka peluang beasiswa di masa depan.
"Bangga sekali, karena tidak semua anak bisa menghasilkan uang dari hobinya," tambah Elmira.
Rencana Masa Depan
Meskipun dunia desain grafis telah memberikan awal yang menjanjikan, Naura masih membuka arah karier yang luas di usianya yang masih muda. Ia masih mencari minat yang paling ingin ditekuni, tetapi tidak menutup kemungkinan untuk terus mengembangkan usaha desainnya di masa depan.