Pekarangan Rumah di Bandung Barat Berpotensi Jadi Tambahan Penghasilan Keluarga
Optimasi pekarangan rumah di Bandung Barat melalui kelompok wanita tani dinilai berpotensi kuat tingkatkan ketahanan pangan dan ekonomi keluarga.

Potensi Pekarangan Rumah sebagai Sumber Ketahanan Pangan
Kabupaten Bandung Barat memiliki potensi besar dalam mengoptimalkan pekarangan rumah untuk mendukung ketahanan pangan keluarga. Anggota Komisi II Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Jawa Barat Sri Dewi Anggraini menyampaikan hal ini mengingat masih minimnya kelompok wanita tani (KWT) di wilayah tersebut.
Saat ini, terdapat sekitar 17 kelompok wanita tani yang menjadi pintu masuk masyarakat dalam mengakses berbagai program pemberdayaan bidang pertanian dan ketahanan pangan.
Baca Juga: Ribuan Tenaga Non-ASN di Bandung Barat Tak Bisa Direkrut jadi PPPK Paruh Waktu Tahun Ini
Tantangan Akses di Wilayah Selatan Bandung Barat
Wilayah selatan Kabupaten Bandung Barat, khususnya Kecamatan Rongga dan Gununghalu, masih menghadapi tantangan akses dan pemerataan pembangunan. Kedua wilayah ini dinilai memerlukan perhatian lebih dalam pelaksanaan program ketahanan pangan.
"Mudah-tahun ini bisa menjadi fokus di Kabupaten Bandung Barat untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat," harap Sri Dewi.
Kondisi geografis yang sulit dijangkau menjadi salah satu faktor utama keterbatasan program pemberdayaan di wilayah tersebut.
Baca Juga: Pengobatan Turun Temurun di Cihampelas Bandung Barat Klaim Panggul dan Paha Paling Sulit Sembuhkan
Kontribusi Sektor Pertanian terhadap Ekonomi Lokal
Data BPS mencatat sektor pertanian, kehutanan, dan perikanan menyumbang 12,63% dari total PDRB Kabupaten Bandung Barat yang mencapai Rp61,24 triliun. Angka ini menunjukkan betapa pentingnya potensi pertanian bagi ekonomi lokal.
Dengan optimalisasi pekarangan rumah melalui KWT, potensi ini bisa Dimaksimalkan untuk:
- Meningkatkan ketahanan pangan keluarga
- Mengurangi pengeluaran rumah tangga
- Membantu upaya penurunan stunting
- Menjadi sumber penghasilan tambahan
Program Asri sebagai Strategi Pemberdayaan
Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan (DKPP) Jawa Barat menjalankan program Anggota Keluarga Sehat Pekarangan Lestari (Asri) yang menjadikan KWT sebagai salah satu jalur distribusi.
Program ini memberikan kesempatan bagi kelompok wanita tani untuk memperoleh berbagai bentuk bantuan, termasuk:
- Pupuk dan sarana pertanian
- Pelatihan pengelolaan pekarangan
- Program pemberdayaan ekonomi masyarakat
Dampak Positif bagi Keluarga dan Masyarakat
Sri Dewi menilai optimalisasi pekarangan rumah melalui KWT dapat menjadi langkah strategis dalam memperkuat ketahanan pangan keluarga.
"Kalau dikelola optimal bisa juga membantu ekonomi keluarga karena telur dan sayuran tidak harus selalu membeli," katanya.
Dengan demikian, pekarangan yang selama ini dianggap sekadar halaman kosong justru berpotensi menjadi sumber ketersediaan bahan pangan bergizi bagi keluarga.
Masa Depan
Ke depan, diharapkan semakin banyak KWT yang terbentuk di Kabupaten Bandung Barat. Dengan demikian, cakupan program ketahanan pangan dan pemberdayaan ekonomi masyarakat dapat semakin luas, utamanya di wilayah-wilayah yang selama ini belum tersentuh secara optimal.