Pegadaian-OJK Gencarkan Literasi Keuangan di ITB Jatinangor untuk Cegah 200 Mahasiswa Terjerat Judol dan Pinjol
Sekitar 200 mahasiswa ITB Jatinangor terima edukasi literasi keuangan dari Pegadaian-OJK untuk hindari judol, pinjol ilegal, dan penipuan investasi.

Sekitar 200 mahasiswa ITB Jatinangor menerima edukasi literasi keuangan untuk melindungi diri dari jeratan judi online, pinjaman online ilegal, dan penipuan investasi. PT Pegadaian bekerja sama dengan Otoritas Jasa Keuangan menggelar talkshow bertajuk "Financial Literacy on The Way – Finansial Mandiri Dimulai Hari Ini" di The Gade Creative Lounge ITB Jatinangor, Senin (4/8/2026).
Penyuluh Antikorupsi PT Pegadaian Didik Bintoro Seputro menegaskan bahwa kemampuan mengelola keuangan harus dibarengi dengan kejujuran dan etika. Kalau tidak dipupuk dari sekarang, kemampuan untuk mengelola keuangan percuma kalau hasil yang didapatnya dengan cara-cara yang tidak baik. Ia menambahkan bahwa pembentukan integritas sejak masa kuliah menjadi bekal penting sebelum mahasiswa memasuki dunia kerja.
Di lokasi yang sama, Senior Sales Business to Business PT Pegadaian Area Tasikmalaya Muhammad Razhi mengatakan, kebanyakan mahasiswa masih dalam proses pencarian jati diri sehingga belum memikirkan perencanaan keuangan jangka panjang. Melalui edukasi tersebut, Pegadaian berharap mahasiswa mampu mengelola keuangan secara lebih bijak setelah lulus.
Baca Juga: Bandung Siapkan Delapan Venue untuk Terima Delegasi 11 Negara di Konferensi Insinyur ASEAN
Asisten Manajer Divisi Pengawasan Perilaku Pelaku Usaha Jasa Keuangan dan Edukasi Perlindungan Konsumen OJK Jawa Barat Friska Magdalena mengingatkan bahwa kemudahan akses teknologi membuat generasi muda semakin rentan terhadap perilaku konsumtif yang dipicu fenomena Fear of Missing Out (FOMO), Fear of Other People's Opinion (FOPO), dan You Only Live Once (YOLO). Fenomena-fenomena ini mendorong seorang individu melakukan impulsive buying. OJK berharap mahasiswa tidak hanya menjadi pengguna layanan keuangan yang cerdas, tetapi juga mampu menjadi agen literasi keuangan di lingkungan sekitarnya.
Dalam kesempatan tersebut, Pegadaian memperkenalkan investasi emas sebagai instrumen yang aman dan mudah diakses. Mekanismenya sederhana, yakni membeli, menyimpan dalam jangka waktu tertentu, kemudian menjual saat harga meningkat. Investasi dapat dimulai dari nominal Rp10.000 melalui aplikasi digital Pegadaian. Pengenalan emas sebagai alternatif investasi ini menjadi salah satu cara Pegadaian menawarkan instrumen legal yang tidak menjanjikan keuntungan instan.
Program ini merupakan bagian dari Gerakan Cerdas Keuangan Nasional (GENCARKAN) yang berlanjut sampai akhir 2026 di bawah pengawasan OJK. Razhi menjelaskan, program GENCARKAN tidak hanya menyasar perguruan tinggi, tetapi juga masyarakat di wilayah terpencil, tertinggal, dan terluar. Tahun lalu, OJK dan pemerintah daerah di Jawa Barat juga menggencarkan edukasi serupa melalui program literasi keuangan di berbagai wilayah.
Pegadaian juga menegaskan komitmennya terhadap tata kelola perusahaan yang bersih dan transparan. Didik Bintoro menambahkan bahwa pengawasan terhadap kepatuhan standar operasional prosedur dilakukan hingga ke tingkat outlet untuk memastikan pelayanan berjalan sesuai aturan, mulai dari tidak adanya pungutan liar hingga transparansi kredit. Dengan meningkatnya pemahaman masyarakat tentang pengelolaan keuangan, risiko terjerat pinjaman online ilegal, judi online, maupun penipuan investasi diharapkan dapat terus ditekan.