Panduan Waspada Penipuan Hotel Online di Bandung
Pemkot Bandung imbau warga verifikasi kontak hotel sebelum booking online, mengingat modus penipuan melalui WhatsApp palsu dan pentingnya gunakan OTA terpercaya.

Latar Belakang Insiden
Pada pertengahan Februari 2026, sejumlah hotel di Bandung melaporkan perubahan tak terduga pada informasi kontak yang muncul di hasil pencarian Google. Modus yang terdeteksi adalah penggantian atau penambahan nomor WhatsApp milik oknum penipu, sehingga calon tamu yang melakukan pemesanan daring diarahkan ke akun palsu.
Modus Penipuan yang Teridentifikasi
- Pelaku mengkloning situs hotel atau memodifikasi profil Google My Business.
- Perubahan biasanya berupa satu huruf, titik, atau variasi ejaan pada URL atau nomor telepon.
- Setelah calon tamu menghubungi nomor palsu, mereka diminta transfer ke rekening pribadi penipu, yang tidak tercatat dalam sistem hotel.
"Masyarakat tidak boleh tergesa-gesa melakukan transaksi tanpa memastikan keaslian kontak hotel," kata Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan dalam imbauan resmi.
Imbauan Pemerintah Kota Bandung
Pemkot Bandung mengeluarkan peringatan resmi dengan beberapa poin kunci:
- Verifikasi ulang nomor telepon atau WhatsApp yang tertera pada situs resmi hotel.
- Gunakan platform Online Travel Agent (OTA) terpercaya seperti Traveloka, Agoda, atau Booking.com yang menyediakan mekanisme pembayaran terintegrasi.
- Hubungi langsung nomor telepon lokal hotel yang terdaftar pada direktori resmi atau kementerian pariwisata.
Rekomendasi Praktis untuk Wisatawan
- Periksa URL: Pastikan alamat situs hotel cocok dengan yang tertera di materi promosi resmi.
- Cek ejaan: Perhatikan tambahan titik atau huruf pada domain (mis.
hotelbandung.comvshotelbandung.co). - Bandingkan nomor: Cocokkan nomor WhatsApp dengan yang ada di profil Google My Business atau di media sosial resmi hotel.
- Hindari transfer langsung: Gunakan metode pembayaran yang menawarkan escrow atau proteksi pembeli.
- Laporkan: Jika menemukan kontak yang mencurigakan, segera laporkan ke pihak hotel dan kepolisian.
Langkah Pengelola Hotel dan Penegak Hukum
- Audit data: Pengelola hotel diminta memeriksa kembali semua informasi yang muncul di mesin pencari dan memperbarui bila ada penyimpangan.
- Koordinasi: Pemkot Bandung bekerja sama dengan Google, platform OTA, dan kepolisian untuk memulihkan data kontak yang terpengaruh.
- Sosialisasi: Edukasi publik melalui media sosial, website resmi, dan poster di area wisata mengenai tanda bahaya penipuan online.
Kesimpulan
Kasus peretasan kontak hotel di Bandung menegaskan pentingnya verifikasi digital di era pemesanan daring. Dengan mengikuti panduan verifikasi dan memanfaatkan layanan OTA terpercaya, wisatawan dapat meminimalisir risiko kehilangan dana. Pemerintah kota dan pelaku industri perhotelan memiliki tanggung jawab bersama untuk menjaga integritas data dan melindungi kepercayaan konsumen.