Ops Lilin 2025: Polres Tasikmalaya Kota Perketat Gentong, Ini Strateginya!
Polres Tasikmalaya Kota perketat pengamanan di Tanjakan Gentong jelang Natal‑Tahun Baru, mengantisipasi kemacetan, kecelakaan, dan potensi bencana lewat koordinasi lintas‑agen.

Latar Belakang Pengamanan Jalur Gentong
Polres Tasikmalaya Kota meningkatkan pengamanan di Jalur Nasional Gentong, Kecamatan Kadipaten, sebagai respons terhadap potensi kemacetan dan kecelakaan yang kerap terjadi pada tahun-tahun sebelumnya. Pengamanan ini berkoordinasi dengan Operasi Lilin Lodaya 2025, yang berlangsung bersamaan dengan perayaan Natal dan Tahun Baru, serta libur sekolah.
Tantangan Lalu Lintas Selama Musim Libur
- Arus balik: Data historis menunjukkan kepadatan paling tinggi ketika kendaraan bergerak dari Tasikmalaya ke Garut pada masa pulang liburan.
- Destinasi wisata: Jalur ini menjadi pintu gerbang utama menuju Pantai Pangandaran, Gunung Galunggung, dan objek wisata lainnya di Priangan Timur.
- Kondisi geografis: Tanjakan Gentong memiliki kemiringan curam dan rawan longsor, memperparah risiko kecelakaan.
- Kepadatan pada malam Natal & Tahun Baru: Prediksi peningkatan kendaraan hingga 30% dibandingkan periode non‑libur.
"Tanjakan Gentong menjadi prioritas utama kami untuk kelancaran arus lalu lintas," ujar AKBP Moh. Faruk Rozi, Kepala Polres Tasikmalaya Kota.
Strategi Polri dan Kolaborasi Multi‑Agen
Polres Tasikmalaya Kota membentuk tim gabungan yang meliputi:
- Personel lapangan: Penempatan unit lalu lintas di titik-titik rawan, termasuk pos periksa kendaraan.
- Penegakan hukum: Operasi rutin terhadap pelanggaran kecepatan, overloading, dan penggunaan jalur darurat.
- Koordinasi TNI: Patroli kendaraan darurat pada malam hari guna mengantisipasi kecelakaan massal.
- Dinas Perhubungan & BPBD: Penyusunan rute alternatif, pemasangan rambu peringatan bencana, serta monitoring cuaca secara real‑time.
Strategi utama mencakup pembagian jalur satu‑arah, penerapan jam kerja fleksibel bagi pengemudi truk, serta penyuluhan digital melalui media sosial tentang bahaya longsor dan cara melapor.
Dampak terhadap Pariwisata dan Masyarakat
Pengamanan yang ketat diharapkan memberikan dampak positif:
- Keamanan wisatawan: Menurunkan tingkat kecelakaan hingga diproyeksikan 15% selama periode libur.
- Kelancaran ekonomi lokal: Mengurangi waktu tempuh rata‑rata 20 menit, meningkatkan kunjungan ke destinasi wisata.
- Kepuasan penduduk: Masyarakat setempat melaporkan rasa aman yang lebih tinggi ketika melintas di area rawan bencana.
Namun, tantangan tetap ada, terutama dalam mengelola volume kendaraan komersial yang dapat memperlambat alur lalu lintas meski ada pengaturan satu‑arah.
Prediksi dan Rekomendasi Keamanan
Berdasarkan analisis tren lalu lintas dan data cuaca, Polri memperkirakan:
- Peningkatan kepadatan 25‑30% pada malam Natal dan Tahun Baru.
- Kemungkinan longsor pada area lereng Gentong bila intensitas hujan melebihi ambang 100 mm/h.
- Kebutuhan penambahan pos kontrol di sisi Garut untuk mencegah kemacetan di titik perbatasan.
Rekomendasi bagi pihak terkait meliputi:
- Pengembangan jalur bypass yang mengalirkan truk logistik jauh dari jalur wisatawan.
- Peningkatan fasilitas ruang istirahat bagi sopir long haul, mengurangi kelelahan mengemudi.
- Implementasi sistem informasi real‑time via aplikasi mobile yang menampilkan kondisi lalu lintas dan peringatan bencana.
Dengan sinergi kuat antara Polri, TNI, pemerintah daerah, dan pemangku kepentingan lainnya, diharapkan jalur Gentong tetap aman, lancar, dan mendukung pertumbuhan pariwisata regional selama musim libur akhir tahun.
Artikel ini disusun berdasarkan pernyataan resmi AKBP Moh. Faruk Rozi dan data lapangan Polres Tasikmalaya Kota, dengan penekanan pada analisis risiko serta langkah mitigasi yang diterapkan.