Nina Saleha Laporkan Perawat RSHS Bandung Usai Bayi Hampir Tertukar
Ibu Nina Saleha melaporkan seorang perawat di Rumah Sakit Hasan Sadikin Bandung ke Polda Jawa Barat setelah bayinya hampir tertukar saat ia sedang pergi makan.

Sebuah kejadian mengerikan dialami Nina Saleha, ibu baru yang baru saja melahirkan di RSHS Bandung. Ia resmi melaporkan seorang perawat berinisial N ke Polda Jawa Barat setelah bayinya hampir tertukar dengan bayi orang lain saat ia sedang keluar ruang perawatan untuk makan.
Latar Belakang Kejadian
Nina membagikan pengalaman traumatisnya melalui platform media sosial TikTok sebelum memutuskan untuk mengambil tindakan hukum. Menurut keterangannya, ia sedang berada di ruang perawatan NICU Gedung Ibu dan Anak RSHS Bandung saat ia memutuskan untuk pergi makan sebentar. Ketika ia kembali, ia menemukan bayinya sedang digendong oleh seseorang yang tidak dikenal, yang diduga diserahkan oleh salah satu perawat di ruang tersebut saat ia tidak hadir.
Proses Pembuatan Laporan Polisi
Kuasa hukum Nina Saleha, Mira Widyawati, mengkonfirmasi bahwa laporan polisi resmi diajukan ke Polda Jawa Barat setelah berkonsultasi dengan Direktorat Perlindungan Anak dan Perempuan (PPA) serta Direktorat Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) pihak kepolisian daerah. Dalam keterangannya, Mira menjelaskan bahwa laporan awal ini diajukan berdasarkan dugaan percobaan penculikan, yang diatur dalam Pasal 450 dan 452 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP).
"Kemarin Ibu Nina berniat untuk membuat LP terlapornya perawat N dan barusan kita komunikasi konsultasi dulu dengan Polda Jabar dan diremen untuk membuat laporan polisi terkait dengan Pasal 450 dan 452 KUHP," kata Mira di Bandung, Jumat.
Ia menambahkan bahwa laporan awal ini bisa berkembang menjadi tuduhan tindak pidana lain, termasuk dugaan perdagangan orang, tergantung pada hasil penyelidikan selanjutnya. "Tadi memang arahnya ke situ (TPPO) tapi setelah didiskusikan mungkin untuk awal seperti itu dulu," jelas Mira.
Posisi Hukum dan Tindak Lanjut Diminta
Mira menegaskan bahwa laporan polisi ini ditujukan kepada individu perawat yang bersangkutan, bukan kepada institusi rumah sakit secara keseluruhan. Namun, ia mendorong penyidik untuk mendalami kemungkinan keterlibatan pihak lain dalam kejadian ini.
"Kami ingin CCTV dibuka agar tidak ada polemik. Nanti penyidik yang akan menentukan pihak-pihak mana saja yang perlu dimintai keterangan," ujar Mira.
Pihak hukum juga mengkonfirmasi bahwa mereka masih mempertimbangkan untuk melakukan uji DNA guna memastikan identitas bayi yang saat ini dipegang Nina, meskipun ia sudah meyakini bahwa bayi tersebut adalah anaknya berdasarkan tanda-tanda fisik yang dikenali.
Tindak Lanjut dan Harapan Publik
Kejadian ini telah menarik perhatian luas di kalangan masyarakat Jawa Barat, terutama di kalangan orang tua yang memiliki anak dirawat di rumah sakit bersalin. Banyak pihak menyoroti pentingnya meningkatkan protokol keamanan dan pengawasan di ruang perawatan bayi baru lahir, untuk mencegah kejadian serupa terjadi di masa depan.
Sampai tulisan ini dibuat, pihak kepolisian belum mengeluarkan pernyataan resmi terkait laporan yang diajukan oleh Nina Saleha.