Nataru 2025/2026: Cianjur Hadapi Lonjakan Sampah 30%, Bagaimana Penanganannya?
Nataru 2025/2026: Cianjur hadapi lonjakan sampah 30%. DLH siagakan 300 petugas kebersihan, fokus di perkotaan & pusat keramaian. #Cianjur #Nataru2025

Cianjur Siaga Sampah: Prediksi Kenaikan 30% Saat Libur Nataru
CIANJUR, JAWA BARAT – Kabupaten Cianjur bersiap menghadapi lonjakan volume sampah yang signifikan selama periode libur Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 (Nataru). Peningkatan mobilitas masyarakat, termasuk wisatawan yang membanjiri daerah ini, diprediksi akan menaikkan volume sampah hingga 30% dibandingkan hari biasa.
Kepala Bidang Pengelolaan Sampah Limbah dan Bahan Berbahaya Beracun (PSLB3) Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Cianjur, Prihadi Wahyu Santosa, menegaskan kesiapsiagaan pihaknya dalam mengatasi potensi lonjakan ini. "Kami siap siaga menghadapi libur Nataru," ujar Prihadi pada Kamis (25/12).
Strategi DLH Menghadapi Peningkatan Sampah
Untuk mengamankan Cianjur dari penumpukan sampah, DLH telah menyiagakan hampir 300 petugas kebersihan. Mereka akan ditempatkan secara strategis di wilayah perkotaan dan pusat-pusat keramaian yang menjadi fokus utama. Kesiagaan ini akan berlangsung hingga 2 Januari 2026.
- Titik Rawan Perkotaan: Beberapa ruas jalan di perkotaan yang diprediksi menjadi titik rawan peningkatan sampah antara lain Jalan Siliwangi dan Jalan KH Hasyim Ashari. Kawasan ini dikenal sebagai pusat kuliner dan jajanan yang selalu ramai pengunjung.
- Kawasan Wisata: Petugas kebersihan juga akan disiagakan di kawasan wisata Cipanas dan sekitarnya. Wilayah ini secara konsisten mengalami lonjakan kunjungan wisatawan saat musim libur panjang, sehingga memerlukan perhatian ekstra dalam pengelolaan sampah.
"Personel kami siapkan untuk membersihkan sampah yang timbul akibat meningkatnya mobilitas masyarakat dan wisatawan," tambah Prihadi.
Penambahan Armada dan Jadwal Pengangkutan
Mendukung upaya pengelolaan sampah, DLH telah menambah armada pengangkut sampah. Selama periode libur Nataru, penambahan armada meliputi:
- Dua unit truk arm roll
- Empat unit mobil pikap
- Empat unit cator
Saat ini, volume sampah harian yang diangkut ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Mekarsari, Kecamatan Cikalongkulon, berkisar antara 200 hingga 400 ton per hari. Sampah tersebut didominasi oleh jenis organik, limbah pasar, dan sampah rumah tangga.
"Setiap hari kami mengangkut sampah rata-rata 200 sampai 400 ton," jelas Prihadi.
DLH juga telah menerapkan jadwal pengangkutan sampah dua kali sehari, yakni pada pukul 21.00 WIB dan 04.00 WIB, untuk mencegah penumpukan di tempat pembuangan sementara (TPS). Prihadi mengimbau masyarakat untuk berperan aktif dalam, "memilah sampah sejak dari rumah tangga, sehingga yang dibuang ke TPS merupakan sampah residu."
Kebijakan ini diharapkan dapat menjaga kebersihan dan kenyamanan Kabupaten Cianjur selama libur Nataru.