Pintuberita.com — Portal Berita Bandung Raya & Jawa Barat

Nataru 2025/2026: Cianjur Hadapi Lonjakan Sampah 30%, Bagaimana Penanganannya?

Bandung · Oleh · · Diperbarui 5 September 2026

Nataru 2025/2026: Cianjur hadapi lonjakan sampah 30%. DLH siagakan 300 petugas kebersihan, fokus di perkotaan & pusat keramaian. #Cianjur #Nataru2025

Nataru 2025/2026: Cianjur Hadapi Lonjakan Sampah 30%, Bagaimana Penanganannya?

Cianjur Siaga Sampah: Prediksi Kenaikan 30% Saat Libur Nataru

CIANJUR, JAWA BARAT – Kabupaten Cianjur bersiap menghadapi lonjakan volume sampah yang signifikan selama periode libur Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 (Nataru). Peningkatan mobilitas masyarakat, termasuk wisatawan yang membanjiri daerah ini, diprediksi akan menaikkan volume sampah hingga 30% dibandingkan hari biasa.

Kepala Bidang Pengelolaan Sampah Limbah dan Bahan Berbahaya Beracun (PSLB3) Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Cianjur, Prihadi Wahyu Santosa, menegaskan kesiapsiagaan pihaknya dalam mengatasi potensi lonjakan ini. "Kami siap siaga menghadapi libur Nataru," ujar Prihadi pada Kamis (25/12).

Baca Juga: Tiga Pemain Abroad Cedera, Persib Tetap Tancap Gas Ladeni PSM di GBLA

Strategi DLH Menghadapi Peningkatan Sampah

Untuk mengamankan Cianjur dari penumpukan sampah, DLH telah menyiagakan hampir 300 petugas kebersihan. Mereka akan ditempatkan secara strategis di wilayah perkotaan dan pusat-pusat keramaian yang menjadi fokus utama. Kesiagaan ini akan berlangsung hingga 2 Januari 2026.

"Personel kami siapkan untuk membersihkan sampah yang timbul akibat meningkatnya mobilitas masyarakat dan wisatawan," tambah Prihadi.

Baca Juga: Umuh Muchtar Terima Pin Emas dari Bobotoh Arya Putra Perdana, Simbol Apresiasi Perjalanan 25 Tahun di Persib Bandung

Penambahan Armada dan Jadwal Pengangkutan

Mendukung upaya pengelolaan sampah, DLH telah menambah armada pengangkut sampah. Selama periode libur Nataru, penambahan armada meliputi:

Saat ini, volume sampah harian yang diangkut ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Mekarsari, Kecamatan Cikalongkulon, berkisar antara 200 hingga 400 ton per hari. Sampah tersebut didominasi oleh jenis organik, limbah pasar, dan sampah rumah tangga.

"Setiap hari kami mengangkut sampah rata-rata 200 sampai 400 ton," jelas Prihadi.

DLH juga telah menerapkan jadwal pengangkutan sampah dua kali sehari, yakni pada pukul 21.00 WIB dan 04.00 WIB, untuk mencegah penumpukan di tempat pembuangan sementara (TPS). Prihadi mengimbau masyarakat untuk berperan aktif dalam, "memilah sampah sejak dari rumah tangga, sehingga yang dibuang ke TPS merupakan sampah residu."

Kebijakan ini diharapkan dapat menjaga kebersihan dan kenyamanan Kabupaten Cianjur selama libur Nataru.