Naquita Guntara Naik Level, Siap Bersinar Lagi di MilkLife Soccer Bandung?
MilkLife Soccer Challenge Bandung Seri 2 2025/26 mencatat 2.154 peserta. Naquita Syahmina Guntara naik ke U-12 dan tetap bersaing di daftar top skor.

MilkLife Soccer Challenge Bandung Seri 2 Catat Rekor 2.154 Peserta
Lapangan Chandradimuka Pusdikif dan Stadion Sidolig kembali menjadi pusat perhatian sepak bola usia dini putri di Kota Bandung.
Ribuan siswi dari berbagai sekolah dasar dan madrasah ibtidaiyah memadati dua venue tersebut dalam gelaran MilkLife Soccer Challenge (MLSC) Bandung Seri 2 musim 2025/26 yang berlangsung pada 29 Januari hingga 1 Februari.
Turnamen sepak bola wanita usia dini ini terus menunjukkan tren pertumbuhan signifikan.
Pada seri terbaru, sebanyak 2.154 siswi dari 91 sekolah ambil bagian, menjadikannya edisi dengan jumlah peserta terbanyak sejak pertama kali digelar di Bandung.
Tren Peningkatan Peserta dari Tahun ke Tahun
Data partisipasi MLSC Bandung menunjukkan lonjakan konsisten dalam lima seri terakhir:
- Juni 2023: 538 peserta
- Oktober 2024: 1.564 peserta
- Mei 2025: 1.711 peserta
- September 2025: 1.904 peserta
- Januari 2026 Seri 2 2025/26: 2.154 peserta
Kenaikan ini mencerminkan meningkatnya minat dan dukungan terhadap sepak bola putri usia dini di Bandung.
Turnamen ini sekaligus menjadi wadah pembinaan yang terstruktur bagi talenta muda di level sekolah dasar.
Peserta terbagi dalam dua kategori usia, yakni U-10 dengan 66 tim serta U-12 yang diikuti 136 tim.
Format pertandingan menggunakan sistem 7 lawan 7 di lapangan utama, dilengkapi dengan Skill Challenge untuk menguji kemampuan dasar seperti:
- Dribbling
- Passing dan control
- Shoot on target
- Penalty shoot
- 1 lawan 1
Konsep ini tidak hanya berorientasi pada kompetisi, tetapi juga pengembangan teknik dan karakter pemain.
Naquita Syahmina Guntara Naik Kategori U-12
Salah satu sorotan dalam MLSC Bandung Seri 2 2025/26 adalah peningkatan level kompetisi yang dijalani Naquita Syahmina Guntara.
Pada seri sebelumnya, ia tampil dominan di kelompok U-10 dengan torehan impresif 52 gol dan membawa SD Pelita menjadi juara.
Catatan tersebut menempatkannya di puncak daftar top skor, unggul jauh dari pesaing terdekat yang mencetak 32 gol.
Dominasi itu membuat namanya mencuri perhatian dalam pembinaan sepak bola putri usia dini di Bandung.
Kini, Naquita naik ke kategori U-12, yang berarti menghadapi pemain dengan postur, pengalaman, dan intensitas permainan lebih tinggi.
Adaptasi di level baru tentu menjadi tantangan tersendiri.
Adaptasi dan Konsistensi Performa
Meski menghadapi persaingan lebih ketat, performa Naquita tetap kompetitif.
Hingga akhir babak grup, ia telah mencetak 5 gol dan masuk dalam daftar tujuh besar top skor sementara kategori U-12.
Capaian tersebut menunjukkan proses adaptasi yang berjalan cukup baik.
Perubahan kategori usia sering kali memengaruhi ritme permainan dan mental bertanding, namun sejauh ini Naquita mampu menjaga kontribusi positif bagi timnya.
Lebih jauh, ia juga berhasil membawa SD Pelita melaju ke fase knock-out U-12.
Pada laga berikutnya, timnya dijadwalkan menghadapi SDN 043 Cimuncang di Lapangan Chandradimuka Pusdikif.
Peran MLSC dalam Pembinaan Sepak Bola Putri
Pertumbuhan peserta dan meningkatnya kualitas kompetisi menjadi indikator penting bahwa pembinaan sepak bola putri usia dini di Bandung mulai menemukan ekosistem yang sehat.
Turnamen seperti MLSC berperan sebagai:
- Ajang pencarian bakat sejak usia sekolah dasar
- Ruang pembelajaran teknik dan sportivitas
- Sarana meningkatkan kepercayaan diri siswi
- Fondasi regenerasi pemain sepak bola putri di tingkat lebih tinggi
Dengan format kompetisi dan tantangan teknik yang komprehensif, pemain tidak hanya dituntut mencetak gol, tetapi juga memahami aspek dasar permainan secara menyeluruh.
Peluang Melangkah Lebih Jauh
Fase knock-out akan menjadi ujian berikutnya bagi para peserta, termasuk Naquita dan timnya.
Pertandingan sistem gugur menuntut konsistensi, fokus, dan kesiapan mental yang lebih matang.
Apabila mampu menjaga performa, peluang untuk kembali melangkah jauh terbuka lebar.
Namun, persaingan di U-12 jauh lebih dinamis dan tak lagi hanya bergantung pada satu pemain.
MLSC Bandung Seri 2 2025/26 bukan sekadar turnamen, melainkan gambaran perkembangan sepak bola putri di tingkat akar rumput.
Lonjakan partisipasi menjadi sinyal positif bahwa masa depan sepak bola wanita di Kota Bandung memiliki fondasi yang semakin kuat.
Babak selanjutnya akan menjadi penentu sejauh mana para talenta muda ini mampu menunjukkan kapasitas terbaiknya di panggung kompetisi usia dini.