Musda XI DPD Golkar Jabar Dibuka: Ace Hasan Mundur, Idrus Teguhkan Dukungan Prabowo-Gibran
Musda ke-11 DPD Partai Golkar Jawa Barat dibuka di Bandung, Ace Hasan Syadzily mengumumkan tidak akan maju kembali sebagai ketua, sementara Idrus Marham teguhkan dukungan Prabowo-Gibran dan agendas strategis partai.

Latar Belakang Pembukaan Musda XI DPD Golkar Jawa Barat
Musyawarah Daerah (Musda) ke-11 DPD Partai Golkar Jawa Barat resmi dibuka di The Trans Luxury Hotel Bandung, Kamis (2/4/2026). Acara ini dihadiri oleh ratusan kader Golkar dari seluruh wilayah provinsi, serta Wakil Ketua Umum DPP Partai Golkar, Idrus Marham, yang hadir mewakili Ketua Umum Bahlil Lahadalia.
Keputusan Ace Hasan Syadzily untuk Tidak Maju Kembali
Keputusan penting datang langsung dari Ketua DPD Partai Golkar Jabar periode 2021-2026, Ace Hasan Syadzily. Dia mengumumkan bahwa ia tidak akan mencalonkan diri kembali dalam pemilihan ketua baru untuk periode 2026-2029. Keputusan ini diambil seiring dengan dua amanah utama yang diembannya:
- Wakil Ketua Umum Bidang Elektoral DPP Partai Golkar di Jakarta, dengan tugas strategis untuk mengembangkan karier politik partai di tingkat nasional
- Gubernur Lembaga Ketahanan Nasional (Lemhannas) RI, yang membutuhkan perhatian penuh di tengah dinamika geopolitik global saat ini.
"Saya menyatakan tidak akan maju kembali sebagai Ketua DPD Partai Golkar Jabar. Ada penugasan partai untuk tetap di Jakarta, serta tanggung jawab negara yang menyangkut ketahanan nasional di tengah dinamika geopolitik global saat ini yang membutuhkan perhatian serius," ujar Ace Hasan dalam sambutan pembukaan Musda XI.
Ace juga menegaskan bahwa meskipun akan terjadi pergantian kepemimpinan, internal partai akan tetap solid. Dia menambahkan bahwa dinamika dalam proses pemilihan ketua baru merupakan cerminan kedewasaan Partai Golkar dalam berorganisasi, tanpa ada perpecahan yang serius.
Idrus Marham Teguhkan Komitmen Dukungan Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka
Dalam arahannya, Idrus Marham menegaskan posisi politik Golkar yang tetap konsisten mendukung pemerintahan Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka. Dukungan ini merupakan keputusan final yang diambil pada Musyawarah Nasional (Munas) Partai Golkar sebelumnya.
Idrus menginstruksikan seluruh kader di Jawa Barat untuk menjadi garda terdepan dalam merumuskan dan mensosialisasikan kebijakan strategis pemerintah, dengan fokus pada beberapa bidang krusial:
- Ketahanan energi
- Ketahanan pangan
- Penguatan UMKM dan koperasi
Dia juga menekankan pentingnya kader untuk menenangkan masyarakat dan menjelaskan kebijakan pemerintah secara jelas, guna mencegah terjadinya gejolak sosial yang tidak perlu.
"Dukungan Golkar terhadap kepemimpinan Prabowo-Gibran secara politik sudah final dan merupakan keputusan Munas. Kader harus berada di garis depan untuk menenangkan masyarakat dan menjelaskan kebijakan pemerintah agar tidak terjadi gejolak sosial," tegas Idrus Marham.
Selain itu, Idrus menekankan bahwa Jawa Barat adalah wilayah prioritas strategis bagi Partai Golkar, mengingat provinsi ini merupakan lumbung suara terbesar di Indonesia. Ia menegaskan bahwa Musda kali ini bukan sekadar ajang perebutan kekuasaan, melainkan momentum untuk membangun komitmen bersama dalam membesarkan partai agar semakin dicintai dan bermanfaat bagi masyarakat Jawa Barat.
"Jawa Barat adalah wilayah prioritas strategis. Musda ini bukan sekadar pergantian kepemimpinan, melainkan momentum membangun komitmen bersama untuk membesarkan partai agar semakin dicintai dan bermanfaat bagi masyarakat," tambahnya.
Agenda Penting Lainnya dalam Musda XI DPD Golkar Jabar
Selain pemilihan ketua baru, Musda ke-11 ini juga mengagendakan beberapa acara penting lainnya, yaitu:
- Laporan pertanggungjawaban pengurus DPD Partai Golkar Jabar periode 2021-2026, yang akan disampaikan oleh Ace Hasan Syadzily sebagai ketua periode sebelumnya.
- Penyusunan program strategis lima tahun ke depan untuk DPD Partai Golkar Jabar, yang akan disesuaikan dengan arah kebijakan pemerintah dan kebutuhan masyarakat Jawa Barat.
- Pembahasan tentang strategi politik partai untuk pemilihan politik mendatang, mengingat pentingnya Jawa Barat sebagai wilayah elektoral krusial.
Idrus juga mengajak seluruh kader Golkar Jawa Barat untuk menjaga ritme kerja sama dengan partai lain sebagai mitra membangun bangsa, sesuai dengan prinsip politik inklusif yang diusung Partai Golkar. Dia menambahkan bahwa kolaborasi dengan partai lain akan menjadi kunci keberhasilan partai dalam mencapai tujuan politiknya.
Musda ke-11 DPD Partai Golkar Jawa Barat ini diharapkan dapat menjadi momentum yang baik untuk memperkuat posisi partai di wilayah Jawa Barat, yang merupakan salah satu wilayah dengan jumlah suara terbanyak di Indonesia. Dengan keputusan Ace Hasan untuk tidak maju kembali, partai akan memasuki fase baru dalam kepemimpinan DPD Golkar Jabar, yang diwarnai dengan fokus pada penguatan komitmen kader dan pelaksanaan program strategis partai.