Mudik Gratis 2026: Jateng Akomodasi Disabilitas dari Bandung
Pemerintah Provinsi Jawa Tengah meluncurkan program Mudik Gratis 2026 dari Bandung, mengakomodasi penyandang disabilitas dan pekerja informal dengan 23 armada bus tanpa biaya.

Latar Belakang Program Mudik Gratis 2026 dari Bandung
Pemerintah Provinsi Jawa Tengah (Pemprov Jateng) telah meluncurkan program Mudik Gratis 2026 untuk warga perantau yang berasal dari Jateng dan tinggal di Bandung serta sekitarnya. Program ini mengambil titik keberangkatan di Pangkalan Lanud Husein Sastranegara Bandung, menggunakan 23 armada bus tanpa dipungut biaya transportasi sama sekali.
Gelombang pertama program ini memberangkatkan total 1.142 orang, dengan fokus utama pada kelompok rentan seperti penyandang disabilitas dan pekerja sektor informal.
Inklusivitas sebagai Fitur Unggulan
Salah satu hal yang membedakan program mudik gratis tahun ini adalah penekanan pada nilai inklusivitas, menurut Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maimoen. Panitia telah memfasilitasi kebutuhan khusus bagi pemudik penyandang disabilitas, termasuk pengaturan posisi tidur di jok belakang bus untuk sebagian kelompok, serta pendampingan khusus bagi pemudik tunawicara dari Kabupaten Sukoharjo yang akan menuju ke Kabupaten Klaten.
"Program mudik gratis ini kami hadirkan untuk membantu warga Jawa Tengah yang merantau agar bisa pulang kampung dengan aman, nyaman, layak, dan tanpa terbebani biaya transportasi," ujar Taj Yasin Maimoen saat berada di Bandung, Senin lalu.
Selain membantu masyarakat perantau pulang ke kampung halaman, program ini juga diharapkan dapat mengurangi kepadatan lalu lintas saat arus mudik tahun ini serta meningkatkan tingkat keselamatan di jalan raya.
Langkah Keamanan Ketat untuk Perlindungan Pemudik
Ketua Paguyuban Jawa Tengah (PJT) Cabang Bandung Raya Farhan Djuniadji menegaskan bahwa keselamatan pemudik menjadi prioritas utama dalam program ini. Panitia telah melakukan skrining ketat terhadap seluruh armada bus sebelum diberangkatkan, termasuk pemeriksaan kondisi kendaraan dan fasilitas pendukung.
Selain itu, seluruh kru pengemudi bus telah melalui pemeriksaan kesehatan dan tes urine untuk memastikan mereka dalam kondisi fit selama perjalanan mudik.
"Seluruh kru sudah melalui pemeriksaan kesehatan dan tes urine sehingga dipastikan dalam kondisi fit untuk mengemudi selama perjalanan," ucap Farhan Djuniadji.
Untuk mengantisipasi kondisi darurat medis selama perjalanan, rombongan mudik juga dikawal oleh dua ambulans milik Pemprov Jateng yang siap sedia di sepanjang jalur mudik.
Statistik Partisipasi dan Tantangan yang Dihadapi
Data panitia menunjukkan bahwa program ini menarik animo tinggi dari masyarakat, dengan total pendaftar mencapai 2.345 orang. Hal ini berarti hanya sekitar 50 persen aspirasi pemudik yang terakomodasi oleh kuota armada yang tersedia tahun ini.
Rombongan mudik yang diberangkatkan terdiri dari berbagai kalangan, antara lain:
- Buruh lepas
- Guru mengaji
- Pedagang kaki lima
Yang telah merantau ke Bandung untuk mencari penghidupan.
Fasilitas di Tujuan Akhir di Jawa Tengah
Setelah tiba di terminal tujuan di Jawa Tengah, baik terminal tipe A maupun tipe B, para pemudik akan disambut dengan fasilitas pelayanan kesehatan gratis serta layanan internet nirkabel. Fasilitas ini disediakan untuk memudahkan para pemudik mengabarkan sanak saudara bahwa mereka telah tiba dengan aman di kampung halaman.