Pintuberita.com — Portal Berita Bandung Raya & Jawa Barat

Meutya Hafid: Jabar Digital Ecosystem 2025 Tetap Tumbuh, Startup Adaptasi Tantangan

Bandung · Oleh Raka Permana · · Diperbarui 2 Maret 2026

Meskipun startup hadapi tantangan di 2025, Menkominfo Meutya Hafid pastikan Jabar Digital Ecosystem terus tumbuh. Adaptasi & inovasi jadi kunci.

Meutya Hafid: Jabar Digital Ecosystem 2025 Tetap Tumbuh, Startup Adaptasi Tantangan

Meutya Hafid: Jabar Digital Ecosystem Tetap Berjalan di Tengah Tantangan Startup

Bandung, 5 Januari 2025 – Menteri Komunikasi dan Digital Republik Indonesia, Meutya Hafid, menegaskan komitmen pemerintah untuk terus mengembangkan Jabar Digital Ecosystem meskipun ekosistem _startup_ dihadapkan pada tantangan signifikan sepanjang tahun 2025. Pernyataan ini disampaikannya dalam acara Jabar Ecosystem Report yang diselenggarakan di Garuda Spark, Bandung, (5/1).

Memperkuat Jabar Digital Ecosystem di Masa Sulit

Jabar Digital Ecosystem merupakan sebuah sistem terintegrasi dan terpusat yang dikelola oleh Pemerintah Provinsi Jawa Barat. Sistem ini dirancang untuk pengelolaan, keterbukaan, standardisasi, serta kemudahan akses data pemerintahan.

Ekosistem ini mencakup berbagai platform digital inovatif, seperti Open Data Jabar, Satu Peta Jabar, dan berbagai platform data lainnya. Seluruh elemen ini bertujuan untuk mendukung pengambilan kebijakan yang lebih baik dan memastikan pelayanan publik yang efisien melalui Jabar Digital Service.

Meutya Hafid menjelaskan bahwa Jabar Digital Ecosystem secara resmi diluncurkan pada 27 September 2025. Meskipun usianya relatif muda, baru berjalan sekitar tiga bulan, ia memastikan bahwa inisiatif ini akan terus berlanjut dan diperkuat.

"Tahun 2025 merupakan tahun yang penuh tantangan, bukan hanya bagi _startup_ di Indonesia, tetapi juga di kawasan ASEAN. Namun, ini justru menjadi momentum untuk bangkit bersama," ujar Meutya.

Kolaborasi dan Ketahanan dalam Ekosistem Digital

Ia lebih lanjut menekankan bahwa tantangan di masa depan tidak akan semakin mudah. Oleh karena itu, para pelaku ekosistem digital didorong untuk memiliki tekad kuat guna:

Tidak hanya sekadar bertahan, tetapi juga mampu berkembang dan memberikan kontribusi nyata. Melalui Jabar Digital Ecosystem, pemerintah berharap dapat menciptakan ruang kolaborasi yang berkelanjutan antara _startup_, komunitas, dan berbagai pemangku kepentingan lainnya di Jawa Barat.

Ekosistem Digital: Menghapus Sekat Senioritas

Meutya Hafid juga menyoroti pentingnya semangat kolaborasi, kreativitas, dan kesetaraan dalam membangun ekosistem digital yang inklusif dan berkelanjutan. Dalam acara Jabar Digital Ecosystem Report tersebut, ia mengaku terkesan dengan gagasan-gagasan kreatif yang muncul dari diskusinya dengan sejumlah peserta.

Menurutnya, ide-ide yang ditawarkan sangat beragam dan sebagian besar sudah siap untuk dikembangkan.

Sebagai seorang politisi yang aktif dalam mendukung inovasi digital, Meutya menegaskan bahwa dalam ekosistem ini, tidak ada istilah senioritas. Kuncinya terletak pada tekad untuk terus menjaga semangat, membangun komunikasi yang efektif, dan saling belajar tanpa henti.

"Di ekosistem ini tidak ada yang merasa paling tinggi atau paling senior. Yang menentukan bukan siapa yang paling lama, tetapi kemauan untuk terus belajar dan berkembang," jelasnya.

Ia juga mengingatkan agar para pelaku ekosistem digital tidak terlalu bergantung pada arahan atau perhitungan semata, melainkan didorong untuk berani bereksplorasi dan berinovasi.

Meutya Hafid menegaskan bahwa pihak-pihak yang telah lebih dulu berkecimpung di dunia digital memiliki tanggung jawab untuk membimbing dan membantu generasi baru.

"Saya dan teman-teman yang sudah lebih dulu akan selalu siap membantu. Mudah-mudahan dari ruang ini bisa terlahir berbagai gagasan dan karya yang bermanfaat," pungkasnya, menunjukkan komitmen kuat untuk memajukan ekosistem digital di Jawa Barat. (Lihat berita selengkapnya tentang inisiatif digital pemerintah).