Menuju Kampus Unggul: ARS University Kukuhkan Tiga Guru Besar Baru di Bandung
ARS University mengukuhkan tiga Guru Besar baru di Bandung awal 2026, termasuk Rektor dan Direktur Pascasarjana. Langkah ini memperkuat kompetensi akademik internal dan mendorong visi kampus menuju pengakuan regional hingga internasional.

Pengukuhan Tiga Guru Besar: Langkah Strategis ARS University Perkuat Akademik di Bandung
Universitas Adirajasa Resjaya Sanjaya (ARS University) di Bandung baru-baru ini memperkuat jajaran akademiknya dengan mengukuhkan tiga Guru Besar baru. Prosesi akademik yang berlangsung pada Selasa, 10 Februari 2026, ini menjadi tonggak penting dalam upaya universitas meningkatkan kompetensi dan kontribusi pada Tri Dharma Perguruan Tinggi. Pengukuhan ini bersamaan dengan Yudisium Pascasarjana, menandai dinamika positif di lingkungan akademis kampus.
Profil dan Visi Guru Besar Baru
Ketiga individu yang kini menyandang gelar Profesor adalah:
- Prof. Dr. H. Purwadhi MPd., Rektor ARS University
- Prof. Dr. A. Rohendi SH., MH., MM., Wakil Rektor I sekaligus Direktur Pascasarjana
- Prof. Dr. Dasrun Hidayat MIKom., dari Program Studi Ilmu Komunikasi
Prof. Dr. H. Purwadhi MPd. mengungkapkan kebanggaan institusi atas lahirnya Guru Besar murni dari internal kampus. Ini sejalan dengan misi dan visi ARS University untuk secara konsisten mendorong dan mencetak talenta akademik terbaik dari dalam. "Anugerah dengan lahirnya Guru Besar dari Prodi Ilmu Komunikasi di awal tahun 2026 ini merupakan buah dari kerja keras tanpa lelah seluruh pihak," ujarnya. Visi ke depan adalah meningkatkan jenjang karier dosen lain, mendorong mereka mencapai gelar Guru Besar, dan menjadikan ARS University unggul di tingkat regional, nasional, bahkan internasional.
"Pengukuhan Guru Besar ini sebagai langkah awal kami untuk bisa menjadi kampus dikenal regional tetapi juga secara Nasional bahkan Internasional. Tentu, pada akhirnya dapat meningkatkan kepercayaan masyarakat yang menjadi pilihan utama untuk melanjutkan studi," tambah Prof. Purwadhi, menegaskan tujuan jangka panjang universitas.
Orasi Ilmiah dan Tanggung Jawab Intelektual
Dalam kesempatan tersebut, salah satu Guru Besar baru, Prof. Dr. Dasrun Hidayat MIKom., yang juga menjabat Dekan Ilmu Komunikasi ARS University, menyampaikan orasi ilmiah bertema “Budaya sebagai Instrumen Manajemen Konflik dalam Masyarakat: Tinjauan Komunikasi dan Public Relations Budaya”. Orasinya menyoroti pentingnya pengelolaan perbedaan secara bijaksana untuk mewujudkan harmoni sosial dalam masyarakat multikultural, dengan nilai-nilai, norma, dan etika budaya sebagai modal strategis.
Prof. Dasrun juga menekankan bahwa pencapaian gelar Profesor bukan sekadar persoalan administratif, melainkan membawa tanggung jawab yang jauh lebih besar. "Saya berharap gelar profesor tidak hanya berhenti pada capaian dan jabatan, tetapi mampu tampil sebagai intelektual organik yang berperan aktif di tengah masyarakat," pungkasnya, menggarisbawahi peran krusial para cendekiawan dalam pembangunan bangsa.
Pengembangan Akademik dan Pengabdian Masyarakat
Pengukuhan Guru Besar ini merupakan bagian integral dari strategi ARS University untuk terus mengembangkan potensi akademik internal. Dengan mendorong peningkatan kualifikasi dosen, universitas berupaya tidak hanya memperkaya lingkungan belajar tetapi juga memperluas kontribusi dalam penelitian dan pengabdian masyarakat. Ini adalah upaya berkelanjutan untuk mencetak lulusan yang berkualitas dan relevan dengan kebutuhan zaman.
Di penghujung acara, sebanyak 204 mahasiswa Pascasarjana Magister Manajemen juga dinyatakan lulus dalam Yudisium. Mereka dijadwalkan akan mengikuti prosesi wisuda pada Rabu, 11 Februari 2026, melengkapi rangkaian kegiatan akademik yang merayakan pencapaian dan komitmen terhadap keunggulan pendidikan di ARS University.