Pintuberita.com — Portal Berita Bandung Raya & Jawa Barat

Menteri LH Apresiasi Pengelolaan Sampah di Pasar Caringin Bandung

Bandung · Oleh Salsa Maharani ·

Menteri Lingkungan Hidup Mohammad Jumhur Hidayat mengapresiasi upaya pengelolaan sampah di Pasar Caringin Bandung yang menghasilkan nilai ekonomi dan lapangan kerja hijau.

Menteri LH Apresiasi Pengelolaan Sampah di Pasar Caringin Bandung

Pasar Caringin, salah satu pasar tradisional terbesar di Kota Bandung, bukan hanya dikenal dengan beragam produk dagangannya, tapi kini juga menjadi perhatian karena inovasi pengelolaan sampahnya. Pada 10 Mei lalu, Menteri Lingkungan Hidup Mohammad Jumhur Hidayat melakukan kunjungan langsung ke lokasi tersebut untuk meninjau sistem pengolahan limbah yang diterapkan. Dalam kesempatan tersebut, ia mengapresiasi upaya pengelola pasar yang tidak hanya fokus pada pengurangan volume sampah, tapi juga menghasilkan nilai ekonomi serta peluang kerja berbasis lingkungan.

Pendekatan Pengelolaan Sampah yang Berbeda dari Umum

Banyak sistem pengelolaan sampah di pasar tradisional Indonesia hanya berfokus pada pengangkutan limbah ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA) tanpa pengolahan sebelumnya. Namun, Pasar Caringin mengambil pendekatan yang lebih holistik, dengan mengolah sampah organik dan anorganik menjadi produk bernilai tambah. Dalam kunjungannya, Jumhur menekankan bahwa inisiatif ini sesuai dengan tujuan pemerintah untuk mengurangi sampah dan meningkatkan ekonomi berkelanjutan.

"Saya rasa Pasar Caringin, walaupun ini milik swasta, sudah berusaha keras mengikuti norma-norma bagaimana mengelola sampah yang baik. Dan tidak sekadar untuk menghilangkan sampah, tapi bagaimana sampah bisa berguna juga untuk kegiatan-kegiatan perekonomian lainnya," ujar Jumhur saat kunjungan.

Produk Bernilai Tambah dari Hasil Pengolahan Sampah

Pengelolaan sampah di Pasar Caringin menghasilkan empat jenis produk utama, yaitu:

Jumhur menjelaskan bahwa setiap produk ini tidak hanya mengurangi volume sampah yang dibuang ke TPA, tapi juga menciptakan green job atau lapangan kerja hijau bagi masyarakat sekitar. "Jadi ada nilai menciptakan green job juga karena ada orang yang bekerja untuk sesuatu yang penting dalam peningkatan nilai tambah. Tadi ada silase, ada pelet untuk bahan bakar, kemudian ada juga untuk makanan ternak. Bahkan ada etanol," jelasnya.

Potensi Energi Nasional dari Produksi Etanol

Salah satu pencapaian paling mengesankan dari pengelolaan sampah di Pasar Caringin adalah produksi etanol, yang mencapai sekitar 30 ribu liter atau 30 ton per bulan. Angka ini cukup luar biasa mengingat skala pasar tradisional, dan Jumhur menekankan bahwa potensi skala nasional dari sistem ini sangat besar. "Tadi dikatakan bahwa dalam satu bulan bisa 30 ribu liter atau 30 ton per bulan. Ini satu pasar loh. Kalau ini ada pasar besar di seluruh Indonesia, tentu jumlahnya akan sangat banyak," paparnya.

Ia menambahkan bahwa jika setiap pasar di Indonesia menerapkan sistem serupa, total produksi etanol bisa mencapai ratusan ribu ton per bulan, yang bisa menjadi kontribusi signifikan bagi kebutuhan energi nasional. Untuk itu, ia mengungkapkan rencana untuk berkoordinasi dengan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Kementerian Migas, serta Badan Pengawas Obat dan Makanan (POM) terkait pemanfaatan produk-produk hasil pengolahan sampah ini, terutama etanol sebagai bahan bakar alternatif.

Perlu Pengembangan Lebih Lanjut dan Replikasi

Meskipun mengapresiasi upaya pengelola pasar, Jumhur juga menegaskan bahwa sistem yang ada saat ini masih perlu ditingkatkan agar lebih terintegrasi dan optimal dalam menjaga kebersihan serta pengelolaan lingkungan pasar. Ia menekankan bahwa inisiatif seperti ini harus dihargai dan didukung, dan model ini harus direplikasi ke pasar-pasar lainnya di seluruh Indonesia.

"Inisiatif seperti ini harus kita hargai, dan mudah-mudahan lebih terintegrasi lagi nanti. Lebih mantap lagi dalam kebersihan dan pengelolaannya. Tapi secara umum, dari pasar yang begitu banyak ini, alhamdulillah. Tinggal kita adopsi atau direplikasi ke pasar-pasar lainnya," bebernya.

Kunjungan Menteri Jumhur ke Pasar Caringin menunjukkan bahwa pengelolaan sampah tidak harus menjadi beban, tapi bisa diubah menjadi peluang ekonomi yang berkelanjutan. Dengan mereplikasi model ini ke seluruh pasar di Indonesia, pemerintah berharap bisa mengurangi beban TPA, meningkatkan pendapatan masyarakat, dan mendukung transisi energi nasional.