Pintuberita.com — Portal Berita Bandung Raya & Jawa Barat

Menkeu Purbaya Terima Aspirasi: UMKM Keluh Pasar Online Dikuasai China

Bandung · Oleh Fikri Ramadhan ·

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menerima aspirasi UMKM yang mengeluhkan pasar online dikuasai entitas China, menyebutnya kebodohan kita, dan berjanji menindaklanjuti permasalahan ini.

Menkeu Purbaya Terima Aspirasi: UMKM Keluh Pasar Online Dikuasai China

Latar Belakang Keluhan UMKM

Kurang lebih satu bulan pasca perayaan Idul Fitri 2026, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menerima sejumlah aspirasi dan keluhan dari pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) Indonesia. Masalah utama yang disampaikan adalah kondisi pasar online Indonesia yang semakin terkonsentrasi di tangan entitas China, yang dinilai menciptakan persaingan tidak sehat bagi pedagang lokal.

Para pelaku UMKM menyampaikan sejumlah keluhan utama:

"Mereka dari China langsung yang masuk ke Indonesia sebagai importir dan buka perusahaan lagi sebagai distribusi secara online," terang salah satu anggota UMKM yang hadir dalam sesi live bersama Menkeu.

Selain itu, pelaku UMKM juga menegaskan bahwa importir tidak boleh berperan sebagai retailer, karena hal ini membuat mereka menguasai seluruh rantai pasok dari hulu ke hilir. Hal ini terlihat jelas di sektor produk elektronik, di mana hampir semua pembeli beralih ke official store milik pabrikan China.

Tanggapan dan Janji Menkeu Purbaya

Menanggapi semua aspirasi yang disampaikan, Purbaya Yudhi Sadewa menyatakan bahwa awalnya kehadiran marketplace di Indonesia diharapkan dapat membantu UMKM lokal meningkatkan efisiensi dan menjangkau pasar yang lebih luas. Namun, ia menegaskan bahwa situasi sekarang ketika sebagian besar pasar online dikuasai oleh entitas China berarti Indonesia telah menyerahkan pasar lokal ke pihak asing.

"Begitu semuanya diambil China, sebetulnya telah menyerahkan market kita ke China," ungkap Purbaya. "Itu kebodohan kita," tegasnya.

Selain itu, Menkeu juga berjanji akan segera menindaklanjuti permasalahan ini. Ia menyatakan akan melakukan pengecekan terhadap kondisi pasar online dan melakukan pembenahan yang diperlukan. Purbaya juga menyayangkan keputusan penjualan Tokopedia ke pihak luar negeri, dan menegaskan bahwa marketplace lokal tidak boleh dijual ke entitas asing.

"Nanti saya beresin, saya coba cek, itu kesalahan, harusnya kita tidak kasih market keluar dan tidak boleh di jual," papar Purbaya.

Reaksi Peserta Aspirasi

Sebanyak lebih dari puluhan peserta yang hadir dalam sesi live bersama Menkeu berkesempatan menyampaikan aspirasi mereka. Salah satu peserta menambahkan bahwa sebelumnya rantai pasok produk di Indonesia berjalan dengan jelas: dari principal, ke distributor, kemudian ke pedagang besar, dan akhirnya ke pedagang eceran.

"Sekarang tidak ada lagi, mereka yang produksi dan mereka juga yang jualan sendiri," papar peserta lain.

Saat mendengar semua keluhan tersebut, salah satu peserta mengomentari dengan humor bahwa masalah ini semakin menambah daftar PR yang harus diselesaikan oleh Menkeu Purbaya: "Wah nambah lagi tu PR pak Purbaya," ciletuk peserta tersebut.

Dampak dan Harapan Masa Depan

Permasalahan persaingan tidak sehat di pasar online ini menjadi perhatian serius bagi ekosistem UMKM Indonesia, yang selama ini menjadi tulang punggung pertumbuhan ekonomi lokal. Dengan janji Menkeu untuk segera melakukan pembenahan, diharapkan kondisi pasar online dapat kembali sehat dan memberikan peluang yang sama bagi semua pelaku usaha, termasuk UMKM lokal.