Mencetak Pemimpin Adaptif: Sespimti Dikreg 35 Kombinasi Kecerdasan Digital dan Kepekaan Sosial
57 peserta Sespimti Dikreg 35 menjalani pendidikan kepemimpinan digital dan humanis di Lembang, meliputi seminar, dialog kebangsaan, studi ke Shanghai, serta program sosial bedah rumah dan bantuan bencana.

Program Pendidikan Kepemimpinan Berstandar Global Digelar di Lembang
Sebanyak 57 peserta didik dari berbagai lembaga negara mengikuti program pendidikan Sespimti (Sekolah Staf dan Pimpinan Tinggi) Polri Dikreg ke-35 Tahun Anggaran 2026 di Lemdiklat Polri, Lembang, Jawa Barat. Para peserta berasal dari tubuh Polri, TNI, Kejaksaan Agung, serta Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan, menunjukkan karakter lintas kelembagaan yang strategis dalam mencetak pemimpin masa depan bangsa.
Kurikulum Terintegrasi: Data, Teknologi, dan Keputusan Strategis
Program pendidikan dirancang dengan pendekatan komprehensif yang memadukan kapabilitas digital dengan kompetensi kepemimpinan tradisional. Para peserta получит kemampuan analitis untuk membaca data, memahami perkembangan teknologi, serta mengambil keputusan secara cepat dan tepat dalam menghadapi kompleksitas tantangan keamanan nasional.
Baca Juga: Ribuan Tenaga Non-ASN di Bandung Barat Tak Bisa Direkrut jadi PPPK Paruh Waktu Tahun Ini
Dalam Seminar Sekolah yang gelar di Gedung Oetaryo Sespimti Lemdiklat Polri, peserta didorong menginternalisasi motto Cerdas, Cekatan, Etis, Responsif, Didikatif, Akuntabel, dan Strategis (C3 ERDIS). Nilai-nilai ini menjadis modal dasar bagi calon pemimpin yang adaptif terhadap perkembangan zaman.
Wawasan Kebangsaan: Peran Manusia dalam Era Digital
Dialog Kebangsaan menjadi sesi reflektif yang memperkuat pemahaman peserta tentang keseimbangan teknologi dan kepemimpinan manusiawi. Purwadi Arianto, Wakil Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi, menyampaikan perspective kritis mengenai transformasi digital di sektor pemerintahan.
Baca Juga: Pengobatan Turun Temurun di Cihampelas Bandung Barat Klaim Panggul dan Paha Paling Sulit Sembuhkan
"Pemimpin tidak bisa didigitalisasi," tegas Purwadi dalam kesempatan tersebut.
Kalimat ini menegaskan bahwa meskipun teknologi dapat mempercepat proses birokrasi dan pengambilan keputusan, intuisi manusia, empati, dan kemampuan navigasi sosial tetap menjadi seorang pemimpin.
Implementasi Nyata: Studi Banding ke Shanghai
Agenda praktik lapangan penguatan wawasan kepemimpinan digital terlaksana melalui Praktik Kerja Luar Negeri (PKLN) ke Shanghai, Tiongkok, pada Mei 2026. Delegasi Sespimti Dikreg ke-35 mempelajari secara langsung penerapan kecerdasan buatan (artificial intelligence), big data, dan cloud computing dalam sistem keamanan modern.
Kunjungan ke Shanghai Police College dan Yangpu Branch Public Security Bureau memberikan pengalaman langsung mengenai pemanfaatan teknologi dalam sistem komando terpadu serta pengelolaan data keamanan. Pengetahuan ini diharapkan dapat diadaptasi dan diimplementasikan dalam konteks kebijakan keamanan nasional.
Pengabdian Sosial: Bedah Rumah dan Bantuan Bencana
Dimensi humanis kepemimpinan mendapat perhatian khusus melalui kegiatan pengabdian masyarakat. Program bedah rumah dilaksanakan di Kampung Sukamaju Barat, Desa Kayu Ambon, Kabupaten Bandung Barat. Dalam tempo 13 hari, rumah pasangan lansia Lili (73) dan Sumarsih (63) yang sebelumnya berdinding bilik bambu berhasil direnovasi menjadi hunian permanen yang lebih layak.
Aksi konkret lainnya berupa penyaluran bantuan logistik bagi korban longsor di Desa Pasirlangu, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat.
"Harapannya ini dapat meringankan beban saudara-saudara kita, terutama para pengungsi yang masih bertahan di lokasi. Kami juga menyampaikan belasungkawa sedalam-dalamnya kepada keluarga korban," jelas Kombes Pol Yudhis Wibisana, Ketua Senat Sespimti Dikreg ke-35.
Leader Expo: Panggung Inovasi Kebijakan
Rangkaian pendidikan ditutup melalui kegiatan Leader Expo, sebuah platform bagi peserta untuk mempresentasikan berbagai gagasan, inovasi, dan model kebijakan yang disusun selama masa pendidikan. Acara ini menjadi bukti nyata bagaimana teori kepemimpinan diintegrasikan dengan praktik kebijakan yang kontekstual dan berdampak.
Membangun Pemimpin Integratif untuk Indonesia Maju
Melalui pendekatan holistik yang menggabungkan pendidikan akademik, praktik lapangan internasional, dan pengabdian sosial, Sespimti Polri Dikreg ke-35 berkomitmen mencetak pemimpin yang mampu mengintegrasikan kecakapan digital dengan kepekaan sosial. Visi ini menjadi bekal strategis dalam menghadapi tantangan pembangunan dan keamanan nasional di era yang semakin kompleks.