Pintuberita.com — Portal Berita Bandung Raya & Jawa Barat

Masalah Sampah di Pasar Caringin Bandung: Menteri LHK Beri Ultimatum

Bandung · Oleh Nayla Putri · · Diperbarui 2 Maret 2026

Menteri LHK Hanif Faisol Nurofiq beri ultimatum keras kepada pengelola Pasar Induk Caringin, Bandung, tuntut penanganan sampah dalam dua pekan. Krisis sampah di pasar terbesar ini jadi sorotan utama, mengancam lingkungan dan kesehatan publik.

Masalah Sampah di Pasar Caringin Bandung: Menteri LHK Beri Ultimatum

Darurat Sampah di Pasar Caringin: Menteri LHK Beri Ultimatum Dua Pekan

BANDUNG, 16 Januari 2026 – Krisis sampah di Pasar Induk Caringin, Bandung, kini menjadi sorotan utama pemerintah. Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK), Hanif Faisol Nurofiq, secara langsung meninjau Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) yang ada di pasar tersebut hari ini. Dalam kunjungannya, Menteri Hanif tidak hanya menyaksikan tumpukan sampah yang memprihatinkan, namun juga mengeluarkan ultimatum keras kepada pengelola pasar.

"Kita tidak bisa lagi menunda. Permasalahan sampah di Pasar Caringin ini harus segera mendapatkan solusi nyata," tegas Menteri Hanif.

Dalam tenggat waktu dua pekan, pengelola Pasar Induk Caringin diwajibkan untuk menunjukkan progres signifikan dalam penanganan sampah yang menumpuk. Ultimatum ini menandai puncak dari kekhawatiran pemerintah terhadap pengelolaan limbah di salah satu pasar terbesar di Jawa Barat tersebut.

Akar Permasalahan dan Dampak Lingkungan

Pasar Induk Caringin, sebagai pusat distribusi pangan utama, menghasilkan volume sampah organik dan anorganik yang sangat besar setiap harinya. Tanpa sistem pengelolaan yang efektif, sampah-sampah ini tidak hanya menimbulkan bau tak sedap dan mengganggu estetika, tetapi juga berpotensi menjadi sumber penyakit dan pencemaran lingkungan yang serius.

Tantangan dan Harapan ke Depan

Ultimatum Menteri Hanif menyoroti urgensi kolaborasi antara pengelola pasar, pemerintah daerah, dan masyarakat. Solusi yang berkelanjutan memerlukan pendekatan komprehensif, mulai dari edukasi pedagang hingga penerapan teknologi pengelolaan sampah yang modern.

"Kami berharap dalam dua minggu ke depan, ada langkah-langkah konkret yang bisa kami evaluasi. Ini bukan hanya tentang kebersihan, tetapi juga tentang kesehatan publik dan keberlanjutan lingkungan," tambah Menteri Hanif.

Ini bukan sekadar kunjungan semata, melainkan sebuah panggilan darurat untuk bertindak. Masa depan Pasar Caringin sebagai pusat ekonomi yang sehat dan bersih kini berada di tangan pengelolanya, dengan pengawasan ketat dari Kementerian LHK. Kita akan terus mengikuti perkembangan penanganan sampah di lokasi ini. Informasi lebih lanjut mengenai kebijakan pemerintah terkait sampah dapat diakses melalui situs resmi Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan.