Pintuberita.com — Portal Berita Bandung Raya & Jawa Barat

Mainan Tradisional Bangkit: Tel-U & Komunitas Hong Revitalisasi di Ciburial Bandung

Bandung · Oleh Raka Permana · · Diperbarui 2 Maret 2026

Kolaborasi Telkom University dan Komunitas Hong di Bandung menghidupkan kembali mainan tradisional Nusantara melalui desain inovatif Program Inovasi Seni Nusantara 2025.

Mainan Tradisional Bangkit: Tel-U & Komunitas Hong Revitalisasi di Ciburial Bandung

Upaya Tel-U & Komunitas Hong Hidupkan Mainan Tradisional di Bandung

Di tengah gempuran gawai dan permainan digital yang mendominasi ranah bermain anak-anak, eksistensi mainan serta permainan tradisional Nusantara perlahan memudar. Namun, sebuah inisiatif mulia hadir di kaki Bukit Pakar, Ciburial, Kabupaten Bandung, untuk menghidupkan kembali warisan budaya ini dengan sentuhan desain inovatif yang relevan dengan perkembangan zaman. Kolaborasi antara Program Studi S1 Desain Produk dan S1 Kriya (Tekstil & Fashion) Telkom University dengan Komunitas Hong bukan sekadar usaha nostalgia, melainkan langkah konkret untuk keberlanjutan budaya.

Latar Belakang Tantangan Komunitas Hong

Komunitas Hong telah lama berperan sebagai pusat edukasi permainan tradisional Sunda, namun menghadapi beberapa kendungan yang menghambat penyebaran warisan budaya ini. Menurut tim peneliti dari Telkom University, permasalahan utama meliputi:

Kekurangan ini berpotensi mengurangi kualitas pengalaman pengunjung dan mengaburkan makna di balik setiap permainan tradisional yang ditawarkan.

Kolaborasi Melalui Program Inovasi Seni Nusantara 2025

Proyek ini merupakan bagian integral dari Program Inovasi Seni Nusantara (PISN) tahun pendanaan 2025, yang berlangsung dari Oktober hingga Desember 2025. PISN sendiri adalah program pengabdian masyarakat di bawah naungan Direktorat Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat, Direktorat Riset dan Pengembangan, Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains dan Teknologi (Kemdiktisaintek).

Tim pengembang dipimpin oleh Nurul Fitriana Bahri, dan melibatkan dosen Terbit Setya Pambudi, Andrianto, dan Gina Shobiro Takao, serta tiga mahasiswa S1 Desain Produk Telkom University. Tujuan utama kolaborasi ini adalah untuk meningkatkan kualitas fasilitas Komunitas Hong, memperkuat dokumentasi budaya, dan mengembangkan sumber daya manusia serta produk turunan mainan tradisional.

"Kami berharap, dengan dukungan perbaikan fasilitas, proses dokumentasi mainan dan permainan tradisional, pengembangan sumber daya manusia, serta produk turunan mainan yang ada, Komunitas Hong sebagai mitra dapat semakin berkembang dan memperkenalkan permainan tradisional Sunda ini ke ranah yang lebih luas lagi," ungkap Nurul Fitriana Bahri, ketua tim pengembang.

Solusi Inovatif untuk Revitalisasi Budaya

Sebagai respons terhadap tantangan yang dihadapi Komunitas Hong, tim Telkom University mengembangkan solusi partisipatif yang terarah, meliputi:

  1. Penataan Zona Permainan: Pengelompokan tiga zona area permainan berdasarkan jenis aktivitas, agar pengunjung dapat dengan mudah menemukan permainan sesuai minat.
  2. Perbaikan Halaman Multifungsi: Pengembangan area halaman sebagai ruang ekspresi seni dan budaya yang lebih fungsional.
  3. Pembuatan Signage Edukatif: Pembuatan 10 buah signage yang menjelaskan setiap permainan tradisional, beserta nilai budaya yang terkandung di dalamnya.
  4. Prototipe Produk Turunan: Pengembangan tiga prototipe produk turunan berbasis mainan tradisional yang diadaptasi dengan kebutuhan masa kini, sehingga memberikan pengalaman baru namun tetap menjaga esensi permainan asli.

Selain itu, tim juga telah melaksanakan dua sesi dokumentasi permainan tradisional di Komunitas Hong, yang bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan masyarakat mengenai warisan budaya Nusantara. Hasil dokumentasi ini nantinya akan dipublikasikan melalui laman Instagram Prodi S1 Desain Produk dan Komunitas Hong, serta kanal YouTube masing-masing instansi.

Forum Diskusi Kreatif sebagai Jantung Kolaborasi

Proses kolaborasi ini diwarnai oleh Forum Diskusi Kreatif yang dihadiri anggota Komunitas Hong. Forum ini menyajikan tiga sesi tematik penting:

Diskusi dalam forum ini bertujuan untuk memastikan solusi yang dikembangkan sesuai dengan kebutuhan dan aspirasi masyarakat Komunitas Hong, sehingga program ini dapat berjalan dengan efektif dan berkelanjutan.

Peran Desain dalam Tanggung Jawab Sosial dan Budaya

Melalui kolaborasi ini, Telkom University membuktikan bahwa desain bukan hanya tentang estetika, melainkan juga tentang tanggung jawab sosial dan budaya. Ini merupakan komitmen nyata dalam menjalankan Tri Dharma Perguruan Tinggi, demi melestarikan dan mengembangkan kekayaan budaya bangsa. Dengan menggabungkan pengetahuan akademis dengan kebutuhan masyarakat, proyek ini menunjukkan bagaimana pendidikan tinggi dapat menjadi agen perubahan untuk pelestarian warisan budaya Nusantara.