Mahasiswa Baru Fikom Unisal Angkat Isu Era Digital dengan Cara Kreatif
NexComfest 2026 di Bandung Creative Hub adalah gelaran karya mahasiswa baru Fikom Unisal yang mengubah tugas akademik menjadi karya publik dengan tema kepercayaan di era digital, didukung kampus dan mitra eksternal, dengan rencana menjadi acara tahunan.

Latar Belakang NexComfest: Dari Festival Film ke Ruang Karya Publik Mahasiswa Baru
NexComfest 2026 yang diadakan di Bandung Creative Hub (BCH) pada Rabu-Kamis (4–5 Februari 2026) bukan hanya sekadar festival karya mahasiswa. Awalnya berupa acara film bertema gender, kegiatan ini berkembang menjadi pameran lintas media yang mengusung tema Membentuk Kepercayaan di Era Digital: Komunikasi, Etika, dan Bisnis Digital. Gelaran ini digagas oleh mahasiswa baru Fakultas Ilmu Komunikasi (Fikom) Universitas Sali Al-Aitaam (Unisal) angkatan 2025, sebagai bentuk implementasi teori akademik ke dalam karya yang memiliki nilai publik.
Karya Mahasiswa: Mengubah Tugas Kuliah Jadi Karya yang Relevan dengan Masyarakat
Ketua Panitia NexComfest, Eka Fahrezy, menjelaskan bahwa seluruh karya yang dipamerkan merupakan pengembangan dari tugas perkuliahan dan ujian yang dikurasi bersama dosen. "Kami dibimbing untuk mengolah tugas akademik menjadi karya yang punya nilai publik. Dari situlah muncul film, foto, dan buku yang dipamerkan di acara ini," ujarnya.
Beragam karya yang ditampilkan meliputi:
- Pemutaran film pendek dengan tema yang beragam, mulai dari gender hingga etika komunikasi digital
- Pameran foto jurnalistik yang dokumentasikan fenomena sosial di sekitar masyarakat Bandung
- Buku hasil olah pikir mahasiswa tentang strategi membangun kepercayaan di platform digital
"Melalui NexComfest, kami ingin menunjukkan bahwa mahasiswa tidak hanya belajar teori di kelas, tetapi juga mampu menghasilkan karya dan gagasan yang relevan dengan kondisi masyarakat saat ini," — Eka Fahrezy, Ketua Panitia NexComfest
Acara Pendukung: Diskusi dan Pelatihan untuk Meningkatkan Keterampilan Digital
Selain pameran karya, NexComfest juga menghadirkan sesi diskusi tematik dan pelatihan keterampilan yang relevan dengan tantangan era digital. Beberapa pemateri ternama yang dihadirkan:
- Prof. Dr. Septiawan Santana: Membahas jurnalisme konten kreator dan bagaimana mempertahankan etika dalam pembuatan konten di platform sosial
- Ferra Martian: Mengulas strategi media monitoring di era scrolling, dimana informasi bergerak dengan sangat cepat
- Alan Albana: Memberikan pelatihan public speaking untuk membantu mahasiswa menyampaikan gagasan dengan jelas dan percaya diri
Sesi-sesi ini dirancang untuk memberikan wawasan praktis yang dapat diterapkan oleh mahasiswa dalam karir komunikasi digital di masa depan.
Dukungan Kampus dan Mitra Eksternal: Mendorong Kematangan Acara
Dekan Fikom Unisal, Dery Fitriadi Ginanjar, menilai NexComfest sebagai bukti bahwa mahasiswa semester awal mampu beradaptasi cepat dengan budaya akademik yang produktif. "Di tengah keterbatasan, mereka mampu menunjukkan kualitas karya yang tinggi," ujarnya.
Dukungan juga datang dari mitra eksternal seperti Bank bjb dan PDAM Tirta Raharja Kabupaten Bandung, yang turut mendorong kelancaran dan kematangan acara. Rektor Unisal, Fatimah Nurjannati Iskandar, menyatakan bahwa NexComfest memiliki potensi besar untuk menjadi agenda rutin kampus. "Saya bangga karena kegiatan ini digagas mahasiswa baru. Ke depan, NexComfest akan kami dorong menjadi kegiatan tahunan dan bisa dikolaborasikan dengan fakultas lain," tuturnya.
Dampak NexComfest: Menunjukkan Potensi Mahasiswa Baru di Era Digital
Melalui NexComfest, mahasiswa Fikom Unisal angkatan 2025 tidak hanya memamerkan karya, tetapi juga menegaskan perannya sebagai generasi muda yang aktif, kritis, dan adaptif di era digital. Acara ini juga menjadi bukti bahwa kolaborasi antara mahasiswa, dosen, dan mitra eksternal dapat menciptakan kegiatan yang bermanfaat bagi masyarakat dan pengembangan karir mahasiswa.
Dengan rencana untuk menjadi acara tahunan, NexComfest diharapkan dapat terus menjadi wadah bagi mahasiswa Unisal untuk mengekspresikan kreativitas, menerapkan teori akademik, dan berkontribusi dalam membangun kepercayaan di era digital.