Mahasiswa Bandung Perlu Waspadai Jebakan FOMO dan Utang, Begini Saran dari Pakar
GoPay dan Multifinance Anak Bangsa gelar program Pintar Bareng GoPay di Universitas Telkom Bandung untuk edukasi literasi finansial mahasiswa.

Akses Keuangan Digital Mahasiswa Meningkat, Tapi Literasi Belum Sebanding
Akses generasi muda Indonesia terhadap layanan keuangan digital mengalami peningkatan signifikan dalam beberapa tahun terakhir. Namun,ironisnya, kemampuan mereka dalam memahami dan mengelola keuangan secara bijak belum mengikuti pertumbuhan tersebut.
Kondisi ini melahirkan kekhawatiran baru: semakin banyak mahasiswa yang memiliki akses ke berbagai produk dan layanan keuangan, tetapi belum memiliki bekal literasi yang memadai untuk mengambil keputusan finansial yang sehat.
Baca Juga: SariWangi Ajak Masyarakat Rayakan Kemerdekaan ke-81 Lewat Waktunya Ngeteh Indonesia di TMII Jakarta
GoPay Gencarkan Program Pintar Bareng GoPay di Kampus Bandung
Menjawab tantangan tersebut, GoPay bekerja sama dengan Multifinance Anak Bangsa menghadirkan program edukasi bertajuk Pintar Bareng GoPay untuk ratusan mahasiswa di Universitas Telkom, Bandung.
Program ini mengangkat tema yang sangat relevan dengan kehidupan kampus masa kini, yaitu pengaruh media sosial dan kesehatan mental terhadap pengambilan keputusan finansial.
Baca Juga: Keluarga Kalideres yang Tiba di Tasikmalaya dalam Peti,Tabrakan Minibus dan Truk Tewaskan 4 Orang
"Kami berharap mahasiswa dapat membangun kebiasaan finansial yang sehat, memanfaatkan layanan keuangan secara bijak dan bertanggung jawab, serta memiliki bekal untuk mengambil keputusan keuangan yang tepat di masa depan."
>
— Audrey P. Petriny, Head of Corporate Affairs GoPay
Bahaya FOMO dan FOPO yang Mengintai Mahasiswa
Psikolog Novy Yulianty mengungkapkan bahwa kondisi keuangan mahasiswa seringkali terganggu oleh fenomena doom spending—belanja impulsif yang dijadikan pelarian dari tekanan kehidupan sehari-hari.
Selain itu, fenomena FOMO (Fear of Missing Out) dan FOPO (Fear of Other People's Opinion) di dunia maya turut mendorong mahasiswa pengakuan sosial secara berlebihan.
"Mahasiswa harus mengenali emosi mereka sebelum bertransaksi dan bisa membedakan antara kebutuhan atau sekadar gengsi sesaat. Penting untuk membangun kesadaran diri agar tidak menjadikan gaya hidup orang lain di media sosial sebagai tolok ukur keuangan pribadi."
>
— Novy Yulianty, Psikolog
Dampak yang sering terjadi:
- Pengeluaran melebihi kemampuan finansial
- Terjebak utang konsumtif
- Gangguan kesehatan mental akibat tekanan finansial
- Kesulitan memenuhi kebutuhan pokok
Tips dari Pakar: Bangun Kesehatan Finansial Sejak Dini
Certified Financial Planner (CFP), Mirzan Hasan Bisri, ikut memberikan pembekalan kepada peserta program. Berikut strategi yang disarankan:
- Catat setiap pemasukan dan pengeluaran secara rutin untuk memahami pola belanja
- Tetapkan prioritas sebelum membeli barang atau layanan
- Sisihkan sebagian uang untuk tabungan sebelum bertransaksi
- Evaluasi manfaat pembelian saat terdorong mengikuti tren
- Bedakan kebutuhan dan keinginan, terutama saat scrolling media sosial
Jangan Abaikan Keamanan Data Pribadi
Dalam rangkaian edukasi tersebut, peserta juga diberi pemahaman tentang pentingnya menjaga kerahasiaan data dan kredensial akun.
Poin penting yang harus diingat:
- Jangan pernah membagikan OTP, PIN, password, atau kode verifikasi kepada siapa pun
- Tidak ada pihak resmi yang meminta informasi sensitif tersebut
- Selalu verifikasi identitas pihak yang menghubungi, terutama untuk permintaan transaksi mendadak
Program Telah Menjangkau Jutaan Masyarakat Indonesia
Rangkaian edukasi Pintar Bareng GoPay mencakup berbagai aspek mulai dari perencanaan keuangan, pengelolaan tabungan, hingga pengenalan jenis investasi.
Sejak tahun 2019, program ini telah menjangkau jutaan masyarakat Indonesia melalui format daring dan luring, menjadikannya salah satu inisiatif literasi keuangan digital terbesar di Tanah Air.
Dengan edukasi yang tepat, diharapkan generasi muda Indonesia dapat menjadi masyarakat yang finansially literate dan mampu menavigasi dunia keuangan digital dengan bijak.