Pintuberita.com — Portal Berita Bandung Raya & Jawa Barat

Macan tutul Pacet dievakuasi oleh BKSDA Jabar

Bandung · Oleh Nayla Putri · · Diperbarui 2 Maret 2026

BBKSDA Jabar menggevakuasi macan tutul yang masuk pemukiman warga Pacet Bandung ke Cikembulan Garut untuk pemeriksaan kesehatan, sambil mengapresiasi kesadaran masyarakat setempat yang menangani satwa dengan bijak.

Macan tutul Pacet dievakuasi oleh BKSDA Jabar

BBKSDA Jabar Evakuasi Macan Tutul dari Pemukiman Warga Pacet Bandung

Pada Kamis siang hari, BBKSDA Jawa Barat berhasil menggevakuasi seekor macan tutul yang masuk ke area permukiman warga di Desa Maruyung, Kecamatan Pacet, Kabupaten Bandung. Meskipun penyebab satwa liar ini keluar dari habitat aslinya belum diketahui secara pasti, kejadian ini segera ditangani oleh tim konservasi dan aparat setempat. Macan tutul tersebut segera dibawa ke Lembaga Konservasi Cikembulan, Garut, untuk dilakukan pemeriksaan kesehatan mendalam dan penanganan awal.

Penanganan Awal oleh Masyarakat dan Tim Aparat

Kepala Seksi Konservasi Wilayah V BBKSDA Jabar Vitriana Yulalita menjelaskan, macan tutul tersebut berhasil diamankan bersama oleh masyarakat setempat dan aparat kepolisian setempat sebelum dilakukan serah terima ke pihak BBKSDA. Kapolsek Pacet AKP Asep Mulia menambahkan, pihaknya menerima laporan pertama dari warga yang melihat macan tutul berkeliaran di permukiman pada siang hari. Setelah menerima laporan, tim kepolisian langsung berkoordinasi dengan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP), badan pemadam kebakaran, dan BBKSDA untuk menanggulangi situasi dengan aman. Macan tutul tersebut sempat dibawa ke Polsek Pacet untuk pengamanan sementara sebelum dievakuasi ke Garut.

Pemeriksaan Kesehatan dan Perhatian Khusus

Vitriana menyatakan, fokus utama tim BBKSDA saat ini adalah memastikan kondisi kesehatan macan tutul tidak mengalami gangguan fisik maupun stres akibat berada di lingkungan manusia. "Saat ini macan tutul akan kita tangani dan dibawa ke Lembaga Konservasi Cikembulan di Garut untuk dilakukan pemeriksaan kesehatan dan penanganan awal," ujarnya. Tim konservasi akan memantau kondisi satwa secara ketat selama proses pemeriksaan berlangsung untuk memastikan tidak ada komplikasi kesehatan yang bisa membahayakan nyawa macan tutul.

Apresiasi Terhadap Kesadaran Masyarakat

Salah satu poin positif dari kejadian ini adalah tingginya kesadaran masyarakat setempat dalam menangani macan tutul tanpa melukai atau membunuh satwa dilindungi tersebut. Vitriana mengapresiasi perilaku bijak warga yang tidak menggunakan kekerasan dalam menanggulangi situasi. "Alhamdulillah, masyarakat sudah paham bahwa macan tutul adalah satwa dilindungi, sehingga penanganan dilakukan dengan baik dan tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan," kata dia. Menurutnya, perilaku ini membantu menghindari konflik antara manusia dan satwa liar yang bisa berakibat fatal bagi kedua pihak.

Rencana Rehabilitasi dan Pelepasan Kembali ke Alam Liar

Setelah proses pemeriksaan kesehatan selesai, pihak BBKSDA akan melakukan kajian lanjutan untuk menentukan apakah macan tutul tersebut layak direhabilitasi dan dilepaskan kembali ke alam liar. Vitriana menegaskan, lokasi pelepasan satwa belum dapat ditentukan secara pasti, karena membutuhkan kajian khusus terkait kesesuaian habitat dan kondisi individu macan tutul. Tim konservasi akan memastikan bahwa lokasi pelepasan aman dan sesuai dengan kebutuhan satwa agar dapat bertahan hidup dengan baik tanpa harus kembali ke area permukiman warga.

Pendataan Korban dan Upaya Pencegahan

Sementara itu, Kapolsek Pacet Asep Mulia menambahkan, pihak kepolisian masih melakukan pendataan lanjutan di lapangan terkait korban luka akibat peristiwa kehadiran macan tutul di permukiman warga. Data korban akan digunakan untuk memberikan penanganan medis yang tepat dan memahami dampak dari kejadian ini terhadap masyarakat setempat. Pihak kepolisian juga akan mengumpulkan informasi lebih lanjut tentang faktor yang menyebabkan macan tutul masuk ke permukiman untuk mencegah kejadian serupa di masa depan.