Pintuberita.com — Portal Berita Bandung Raya & Jawa Barat

Lonjakan Sampah 20% di Bandung Jelang Lebaran: TPS Dikosongkan Darurat

Bandung · Oleh Fikri Ramadhan ·

Pemkot Bandung mengosongkan TPS massif jelang Lebaran akibat lonjakan sampah 20 persen. Pengangkutan ke TPA Sarimukti dihentikan sementara akibat antrean truk, dengan target normalisasi pada 1 Syawal.

Lonjakan Sampah 20% di Bandung Jelang Lebaran: TPS Dikosongkan Darurat

Pada Jumat (20/3/2026), Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung mengeluarkan langkah darurat untuk menangani lonjakan volume sampah mencapai 20 persen menjelang Hari Raya Idulfitri. Kebijakan ini diambil sebagai upaya mencegah penumpukan sampah yang semakin meluas di berbagai titik kota, terutama di kawasan padat penduduk dan jalur aktivitas masyarakat.

Langkah Darurat Pengosongan TPS Massif

Wali Kota Bandung Muhammad Farhan menyatakan bahwa seluruh Tempat Penampungan Sementara (TPS) di kota akan dikosongkan secara masif dalam waktu dua hari ke depan. "Secara keseluruhan sampah kita bertambah sampai 20 persen. Maka hari ini dan nanti malam kita lakukan pengosongan TPS," ujar Farhan dalam wawancara di lokasi. Farhan menambahkan bahwa pengosongan TPS menjadi prioritas menging banyak titik TPS sudah mengalami penumpukan sampah yang signifikan. Jika tidak segera ditangani, kondisi ini bisa mengganggu kebersihan dan kenyamanan lingkungan warga. Seluruh armada pengangkut sampah telah dikerahkan untuk mengangkut sampah dari TPS, dengan target semua TPS di Kota Bandung kembali kosong dalam dua hari.

Gangguan Pengangkutan ke TPA Sarimukti

Namun, upaya penanganan sampah menghadapi hambatan signifikan saat ini, yaitu penghentian sementara pengangkutan sampah ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Sarimukti. Hal ini disebabkan oleh antrean truk pengangkut sampah yang masih berlangsung di lokasi TPA, yang menjadi titik pembuangan utama sampah Kota Bandung. Farhan menjelaskan bahwa hingga Jumat, masih ada dua truk pengangkut sampah dari Kota Bandung yang belum mendapatkan giliran untuk membongkar muatan. "Kita masih ada dua truk yang ngantri di Sarimukti. Diperkirakan sampai besok pagi masih ada yang menunggu," ungkapnya. Dia menambahkan bahwa penghentian sementara ini hanya bersifat sementara, dengan rencana pengangkutan akan dilanjutkan secara bertahap pada malam hari kedua setelah penutupan, harapan antrean di lokasi TPA mulai terurai.

Alternatif Pengolahan Sampah Selama Penghentian

Selama penghentian sementara pengangkutan ke Sarimukti, pemerintah masih menjalankan pengolahan sampah di wilayah kota menggunakan teknologi yang tersedia. Dua metode utama yang digunakan adalah pengolahan sampah organik secara lokal dan pengolahan termal terbatas di beberapa titik. Meski demikian, Farhan mengakui bahwa kapasitas pengolahan sampah ini sangat terbatas. Hanya sekitar 22 persen dari total sampah yang dihasilkan yang dapat diolah dalam dua hari ke depan. "Memang tidak akan bisa banyak. Paling banyak hanya sekitar 22 persen yang bisa diolah," kata Farhan. Sisa sampah yang tidak tertangani akan disimpan sementara di TPS sambil menunggu kondisi di TPA Sarimukti kembali normal.

Target Normalisasi Selama Periode Lebaran

Farhan menyatakan bahwa pemerintah memiliki target untuk mengosongkan antrean truk di TPA Sarimukti pada 1 Syawal, yaitu Sabtu (21/3/2026). Melalui strategi percepatan pengosongan antrean, ia berharap penanganan sampah selama periode Lebaran tetap terkendali meskipun terjadi lonjakan volume yang signifikan.

"Melalui strategi percepatan pengosongan antrean, penanganan sampah selama periode Lebaran tetap terkendali meski terjadi lonjakan volume yang signifikan," ujar Farhan.

Lonjakan sampah menjelang Lebaran merupakan masalah umum di banyak wilayah Indonesia, termasuk Kota Bandung. Meskipun pemerintah telah mengambil langkah darurat, tantangan tetap ada dalam mengelola volume sampah yang meningkat, terutama terkait kapasitas TPA dan sistem pengolahan sampah yang terbatas. Upaya ini diharapkan dapat membantu mengurangi beban TPS dan menjaga kebersihan kota selama hari raya, serta meminimalkan gangguan bagi warga yang sedang mempersiapkan diri untuk merayakan Idulfitri.