Lonjakan Pemesanan Liburan: Bali, Jepang, dan Kota Domestik
Libur Imlek dan Ramadan dorong lonjakan pemesanan tiket ke Bali, Jepang, serta kota domestik; akomodasi beralih ke guest house, bus penuh, dan diskon tiket berperan.

Latar Belakang Long Weekend Imlek dan Awal Ramadan
Pada periode libur panjang yang menggabungkan perayaan Imlek dengan awal Ramadan, perilaku mobilitas masyarakat menunjukkan pola unik. Kombinasi dua momen penting ini menciptakan peluang sekaligus tantangan bagi sektor pariwisata, baik domestik maupun internasional.
Peningkatan Permintaan Destinasi Internasional
Beberapa agen perjalanan melaporkan lonjakan signifikan pada pemesanan tiket ke destinasi Asia Timur. Negara‑negara yang paling diminati meliputi:
- Bali (Indonesia) – tetap menjadi magnet utama wisatawan domestik.
- Jepang – menarik wisatawan yang mencari pengalaman budaya dan kuliner.
- Tiongkok – muncul kembali setelah pembatasan perjalanan internasional.
- Korea Selatan – menjadi pilihan bagi mereka yang mengincar tren K‑pop dan kuliner.
"Masyarakat ada yang berlibur, ada pula yang pulang kampung," kata Dr. Immanuel U. Osiyo, CEO AirAsia Travel Service Centre Malang, menekankan keunikan momen libur ini.
Data internal menunjukkan kenaikan lebih dari 30 % pada pemesanan penerbangan ke Jepang dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Diskon maskapai dan promosi paket wisata hemat menjadi faktor pendorong utama.
Kenaikan Pemesanan Domestik dan Bus Antar‑Provinsi
Tidak hanya penerbangan internasional, permintaan pada rute domestik juga mengalami tekanan tinggi. Rute bus cepat ke kota‑kota besar mencatat kapasitas penuh, antara lain:
- Jakarta – Bandung
- Bandung – Jogjakarta
- Jakarta – Bali
Bus yang melayani inter‑provinsi dilaporkan terisi 100 % dalam hitungan hari menjelang libur, menandakan tingginya mobilitas antar‑pulau dan antar‑kota selama periode ini.
Perubahan Pola Akomodasi di Bali
Selama liburan panjang, preferensi akomodasi wisatawan di Bali beralih dari hotel konvensional ke guest house dan villa pribadi. Faktor utama meliputi:
- Privasi lebih tinggi selama masa Ramadan.
- Harga kompetitif pada properti sewa jangka pendek.
- Kemudahan reservasi melalui platform digital.
Perubahan ini mencerminkan adaptasi pasar terhadap kebutuhan kenyamanan dan fleksibilitas yang lebih besar bagi pelancong modern.
Pengaruh Cuaca dan Strategi Diskon
Beberapa wilayah wisata alam mengalami penurunan kunjungan akibat intensitas hujan tinggi pada akhir Februari. Pengunjung cenderung memilih destinasi perkotaan atau indoor, seperti pusat perbelanjaan dan museum.
Di sisi lain, maskapai penerbangan dan operator bus menawarkan diskon hingga 25 % pada tiket, mendorong konsumen untuk memanfaatkan peluang harga rendah. Kebijakan ini berperan penting dalam meningkatkan volume penumpang, terutama pada rute ASEAN (Malaysia, Singapura, Thailand) yang dipilih sebagai alternatif liburan singkat.
Pandangan Industri Pariwisata
Para pelaku industri menilai bahwa lonjakan pemesanan ini berpotensi memperkuat pemulihan sektor pariwisata pasca‑pandemi, asalkan kondisi cuaca dan kebijakan tarif tetap mendukung. Deni Priatna, pemilik perusahaan tur, menekankan pentingnya diversifikasi paket wisata, khususnya yang menggabungkan elemen budaya dan aktivitas indoor.
"Paket wisata hemat memang diminati, namun harus tetap menawarkan nilai pengalaman yang unik," ujar Deni.
Kesimpulan
Long weekend yang menggabungkan Imlek dan Ramadan menghasilkan pola mobilitas kompleks: peningkatan signifikan pada destinasi internasional, kepadatan tinggi pada rute bus domestik, serta pergeseran preferensi akomodasi di Bali. Faktor cuaca, diskon tiket, dan strategi pemasaran yang responsif menjadi kunci dalam menjaga pertumbuhan permintaan selama periode libur panjang.
Industri pariwisata diharapkan terus memantau tren ini untuk menyesuaikan penawaran, sehingga dapat memaksimalkan manfaat ekonomi sekaligus menjaga kepuasan wisatawan.